
đź–¤Bab.77.
NUANSA BARU
Beck mengambil kunci Mobil dengan buru-buru. Dia akan ke Markas. Sepertinya ada perkembangan baru yang di dapat Dilan.
" Paa..mau kemana?", tanya Dy melihat Beck buru-buru.
" Papa mau ke Markas, Dilan sudah menunggu. Mungkin nanti Papa tidak pulang ". Sahut Beck.
" Aku juga mau balik ke Kantor. Dy jaga Aby ya...jangan sampai Dia cengeng..". Kata Admesh. Mereka tertawa.
Beck memeluk Dy dan mengecup keningnya.
Admesh dan Beck keluar dari Suite Room.
Tinggal Aby dan Dy berdua.
Dy mengunci pintu dan menyetel AC supaya lebih dingin.
Cuaca sangat panas, hujan salah musim.
Kemudian Dy dan Aby melompat ketempat tidur.
Mereka melepaskan lelah, setelah seharian merasa mumet.
" Aku tidak menyangka Gama Anak Pak Burhan ". Kata Dy memandang Aby.
Mereka lagi tidur-tiduran.
" Aku tidak akan pernah membenci Gama, biarpun Dia anak siapa. Menurutku Gama baik Orangnya. Mungkin karena keadaan Dia berubah ". Sahut Aby termenung
" Berarti sekarang Kamu sudah sadar khan, gak Amnesia lagi?".
" Sudah...makanya Aku tahu Kamu
istriku", sahut Aby langsung memeluk Dy.
" Dasar genit..." . Kata Dia membiarkan Aby memeluknya.
Mereka mencari nuansa baru dalam Irama Asmara yang bergejolak.
Dy tidak tahu apakah kelakuannya benar atau salah? Yang Dy rasakan adalah suatu ke mesraan yang belum pernah terbayang dalam benaknya.
" Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu....". Bisik Aby di antara gelora hatinya.
Dy tersenyum.
" Bagiku ini terlalu dini dan Aku tidak mengerti Apa Cinta itu, yang kurasakan saat ini adalah rasa nyaman berada didalam dekapanmu. Seperti Aku di dekap Papa...".
Tadinya Aby mau protes atas testimoni Dy, tapi Aby membiarkan. Siapa tahu benar. Pikir Aby.
Aku akan mengajarimu perbedaan RASA antara Beck dan Aku. Bisik Aby dalam hati.
" Jangan, Kamu masih menjadi target ".
Sahut Dy meraih Ponselnya ketika berbunyi.
" Siapa Yang menelepon ?". Tanya Aby.
Dy menaruh telunjuknya dibibir tanda diam.
" Halo Gam...ada apa?".
" Kenapa kalian pindah tidak bilang-bilang, tadi Aku kesana kosong. Teganya Kalian". Kata Aby kecewa.
" Sorry Gam.... Aku buru-buru ". Sahut Dy serba salah.
" Dimana kalian?".
" Aku di Romero Hotel mau pamit ke kak Admesh, Aku rencana keluar Daerah beberapa hari ini ". Sahut Dy terpaksa jujur tentang keberadaannya, Dy lupa mematikan Lokasi Ponselnya. Gama pasti tahu Dy dimana.
" Kalian mau kemana?". Tanya Gama lagi.
" Kurang tahu, mungkin ke bagian Timur ". Sahut Dy bohong.
" Oke..sampai ketemu nanti ". Kata Gama mematikan Ponselnya. Dy merasa lega.
Cepat-cepat Dy menghubungi Admesh supaya keberadaannya di rahasiakan.
Kemudian Dia mematikan Ponselnya.
Aby juga Ponselnya di matikan.
Dy turun mengambil GSM nya dan jam sensor, ditaruh di Meja Lampu supaya dekat mengambilnya.
Dy kembali berbaring di samping Aby. Tumben Dy punya perasaan takut begini, seumur hidup belum pernah Dy punya perasaan setengil ini.
Apa karena Aby menjadi target pembunuhan?.
Dy memandang Aby yang juga menatapnya.
" Sayank...". Dy serta merta memeluk Aby.
Perasaan sedih mendorong Dy semakin erat memeluk Aby.
" Aku takut kehilangan Kamu ".
" Peluklah Aku dengan erat, supaya Aku tidak lari ". Sahut Aby cekikikan.
" uuhh..dasar..". Dy langsung melepas pelukannya dan menggulingkan badannya kepinggir. Aby memeluknya dari belakang.
Kemudian Mereka guling-gulingan.
******