I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 38



đź–¤Bab.38.


BERHENTI KERJA.


Semua menunduk lesu dengan pikiran masing-masing. Aby dan Gama sangat terpukul dengan ke putusan Dy yang mau berhenti bekerja.


" Tidak bisa ditunda Dy, Saya belum dapat Sopir ". Kata Nyonya Ida sedih.


" Maaf Nyonya Saya harus pergi ". Sahut Dy mantap. Perasaannya juga sedih kalau meninggalkan Mereka yang semua baik. Terutama Bibi ber tiga.


Gama memandang Dy dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Aby sudah keluar air matanya. Aby tidak malu memperlihatkan kesedihannya.


Sepertinya Dialah yang paling terpukul atas kepergian Dy.


" Dy ini gajimu, maaf kalau Saya ada salah". Kata Nyonya Ida. Dy mengambil amplop yang di disodorkan oleh Nyonya Ida. Setelah berbasa-basi sebentar Dy langsung ke Dapur di ikuti oleh Gama dan Aby.


" Bi.... Saya mohon pamit, trimakasih selama ini Bibi sudah baik kepada Saya".


Kata Dy ikut duduk di antara Bibi yang juga sedih atas kepergian Dy.


" Bibi juga minta maaf kalau Kita bertiga ada salah dengan Dy". Sahut Bi Narti.


" Ini ada sedikit dari Saya untuk Bibi bertiga, tolong Bibi terima" . Dy lalu meletakkan Amplop gajinya di atas meja.


Gama kaget, tapi Aby tidak kaget dan Bibi bertiga juga kaget.


"Tapi....ini terlalu banyak". Kata Bi Inah.


Dy cuma tersenyum. Setelah cepika cepiki dengan Bibi Dy lalu keluar tanpa menoleh kepada Aby dan Gama.


Dy merasa sedih juga ninggalin dua cowok itu, apalagi Aby....


" Dy... ". Panggil Gama sedih. Dy menghentikan langkahnya dan menoleh.


" Kenapa kalian?, Aku cuma berhenti, Kita tetap berteman...". Kata Dy berusaha tenang.


" Kamu tidak pergi khan?". Tanya Gama.


" Kapan-kapan Kita ketemu lagi". Kata Dy


Menatap Aby dan Gama.


Dy pergi menemui Pak Satpam.


" Pak ini ada sekedar untuk beli kopi".


Dy menaruh Amplop yang sudah Dy siapkan dari rumah.


Sebuah Lambhorgini Aventandor sudah menunggu Dy. Semua bengong melihat Dy naik Mobil mewah. Tapi Mereka tidak tahu siapa yang menjemput.


Dy menorehkan kesan di hati Mereka.


" I Love You paa...". Teriak Dy saat melihat Beck ada di Mobil.


Dy memeluk Beck dengan perasaan rindu.


Beck membelai rambut Dy dan menciumnya dengan kasih.


" Apa Kamu senang bekerja di Rumah Nyonya Ida??". Tanya Beck ketika Mereka


menyusuri jalan ke Home Stay.


" Biasa saja, Aku bisa lebih menghargai orang dan Aku bisa lebih sabar".


" Di antara Putra Nyonya Ida, Kamu lebih tertarik dengan yang mana?".


" Maksud Papa?". Tanya Dy, tumben Papanya menanyakan penilaian Dy tentang lelaki.


" Maksudnya yang mana Kamu senang"


" Manusia itu tidak ada yang sempurna Paa, tentu Mereka punya kelebihan dan kekurangan. Kalau Aku lebih kasihan kepada Aby, karena Dy menjadi target pembunuhan".


" Cuma kasihan saja, Kamu tidak ada hati sama Mereka ".


" Papaa.. karena umurku 20tahun Papa bicara begini. Aku tidak ada Feelling dengan Mereka. Cuma kasihan doank kepada Aby, karena Aby lebih membutuhkan Aku, Dy lebih manja, lebih rapuh....".


" Ow gitu...., papa kira Kamu ada hati dengan Mereka ". Kata Beck tersenyum.


" Papaa..kenapa kasusnya di hentikan, Aby masih menjadi Target pembunuhan". Tanya Dy.


" Sudah lengkap, Mr.X yang menangani selanjutnya. Data-data penggugat sudah lengkap". Sahut Beck.


" Ow gitu..berarti Aby tidak apa-apa khan Paa?, Aku khawatir dengannya".


" Cuma khawatir tidak ada Cinta?".


" Ya ampun..Papaa... Aku tidak mencintai Dia, cuma kasihan karena Dia lemah". Sahut Dy merasa heran terhadap perkataan Beck.


Yang bisa dilakukan oleh Beck cuma mengangguk tanda percaya.


******