I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 62



đź–¤Bab.62.


KE RESTORAN.


Balinese Buffet dengan berbagai menu.


Dy dan Dilan memilih nasi merah dengan sayur urap ala Bali, Ayam Betutu, sate lilit dan sambal Matah.


Mereka duduk berdua.


" Kodemu? ". Tanya Dy.


" XP.15. Post NTB ". Jawab Dilan.


" Kamu tahu donk Aku anak Beck".


" Aku yang ngurus Home Stay dan semuanya ". Sahut Dilan membuat Dy hampir tersedak.


" Apakah Kamu Sopir BMW yang menjemput ku dan mengajak ke Home Stay?".. Tanya Dy.


" Ya... dan Kamu tidak memberi Tip kepadaku sebagai Sopir ". Sahut Dilan tersenyum.


" Koq tidak menampakkan diri".


Kata Dy memandang Dilan.


" Peraturan khan tidak boleh". Jawab Dilan. Mereka mengakhiri makannya dengan perasaan puas.


" Kamu sudah nikah?". Tanya Dy ingin tahu.


" Selalu tidak jadi, biasalah masalah cemburu. Serba salah". Sahut Dilan.


Dy tahu masalah itu, seorang Intelijen tidak boleh mengakui dirinya Intelijen dengan pacarnya atau dengan siapapun, kecuali dengan dirinya sendiri.


" Kamu bagaimana?". Tanya Dilan.


" Aku masih Abu-abu, masalahnya ada pada tugas ". Sahut Dy.


Dilan memandang Dy dengan prihatin.


" Cinta memang aneh. Kadang-kadang Cinta datang salah tempat.


Tidak sesuai dengan ke inginan Kita.


Orang yang Kita Cintai tidak mencintai Kita". Ucap Dilan menatap Dy.


" Makanya jangan mencintai Orang ". Dy menutup pembicaraan dengan jawaban yang tidak memuaskan, yang membuat Dilan gemess..gemess..


Beck masih mengobrol dengan Mr. Hendrigo memakai bahasa Inggris, ketika


Mr Hendrigo sudah mengenal Dy, walaupun Mereka belum pernah bercakap-cakap.


"We can talk one day i admire you ". Kata Mr Hendrigo menyalami tangan Dy.


" Aku juga mengagumimu, thank you". Sahut Dy tersenyum.


" Papa mau ke Kantor dulu, kalian baliklah". Kata Dy membiarkan Dy dan Dilan balik ke Suite Room.


Badan Dilan yang tinggi tegap menarik perhatian Karyawan-karyawan perempuan.


Di bandingkan dengan Aby, Dilan lebih tegap dan berotot.


Tapi Aby orangnya ganteng banget.


Sulit ngebedain Mereka berdua, sama-sama punya nilai plus.


Dilan duduk di Sofa sambil menonton TV.


Dy menaruh Pastry dan dua botol minuman ringan diatas meja.


" Kamu sering Minum?". Tanya Dy lalu duduk di sebelah Dilan.


" Terpaksa, kalau ada tugas yang mengharuskan minum, tapi kalau sengaja minum gak pernah". Sahut Dilan menatap Dy. Memang kadang-kadang kalau meladeni target yang lagi minum, Kita terpaksa ikut minum. Tapi Agen sudah terlatih supaya tidak mabuk.


" Bagaimana hubunganmu dengan Aby".


Tanya Dilan tiba-tiba menyentuh perasaan Dy.


" Aku berteman dengan Aby, tapi Aku sering kasihan dengannya, karena Dy seperti rapuh atau begitulah...


Dia selalu membuat Aku ingin menolongnya, apalagi dengan adanya kasus percobaan pembunuhan terhadap dirinya ". Jelas Dy membuat Dilan merasa iri.


Aku juga bisa pura-pura rapuh dan lemah untuk mencari perhatianmu. Bhatin Dilan.


Tentu saja Aby akan berbuat apa saja demi Cintanya kepada Dy.


Siapa sih yang tidak tahu Aby, setaraf Manager pasti sudah mengenal Aby yang Jenius menangani masalah perkembangan Hotel.


Seperti sekarang, Semenjak ada Mosi tidak percaya dari semua pihak, menyangkut Kasus yang mencuat menimpa Mamanya. Aby langsung menggandeng Kakaknya Admesh untuk duduk sementara sebagai JM Romero.


Tentu saja permainan Aby membuat Saham Romero melonjak naik.


Yang tadinya anjlok, per lot 1.500rupiah menguat menjadi 3.000 rupiah per lot.


*******