I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 40



đź–¤Bab.40.


MR.X


Beck mengajak Dy ketempat Mr.X .


" Dy... ini Kak Admesh dan istrinya Mbak Shanti, anak dari Om Ricardo yang pertama dan Kak Ardi anak kedua Om Ricardo ". Kata Beck menatap Ardi.


Dy merasa kagum melihat Mr.x yang ternyata sangat ganteng, mirip Aby.


Sedangkan Ardi mirip Mamanya.


Ternyata Mr. x itu, sangat berwibawa, mungkin karena umurnya lebih dewasa dari Aby.


" Kita sudah sering bertemu ". Sahut Admesh menatap Dy.


" Tapi kalau ketemu Kakak selalu memakai masker". Sahut Dy tertawa.


Admesh juga tertawa.


" Ini Mama Saya ". Kata Admesh menunjuk Mamanya.


Seorang Wanita yang sudah berumur menyambut tangan Dy. Tapi masih cantik.


" Bagaimana khabarmu Nak, dulu Kamu masih kecil ketika Tante sering datang ke Rumahmu. Sekarang Kamu begitu cantik, mirip seperti Mamamu". Kata Nyonya Tami memandang Dy.


" Tante mengenal Ibuku?". Tanya Dy langsung duduk disamping Nyonya Tami.


Mata Dy berbinar menunggu cerita Nyonya Tami.


" Aku yang cerita, mumpung Mbak Mia gak ada ". Kata Ardi mendekati Dy.


" Aku gak mau, nanti mbak Mia cemburu sama Aku ". Sahut Dy tersenyum.


" Nanti kerumah, Tante akan ceritakan semuanya ". Kata Nyonya Tami memandang Dy.


"Ya Tante, Aku nanti akan kesana". Jawab


Dy tersenyum.


"Tante tinggal dimana?".


" Di Ubud bersama Admesh, kalau Ardi di Jakarta ". Sahut Nyonya Tami.


Ke akraban Mereka membuat Nyonya Ida tidak senang, karena Admesh lah yang melaporkan Pak Burhan dan mengungkit kembali kematian Pak Ricardo Romero.


Dan Nyonya Ida menghubung-hubungkan keberadaan Dy di rumahnya.


Nyonya Ida yakin semua masalah yang menimpanya sekarang adalah ulah XPostOne atau Dy.


Hati Nyonya Ida mendidih mengingat kelakuan Admesh dan Dy, seperti musang berbulu domba.


Tidak terasa malam semakin larut.


Perjamuan ini begitu meriah dengan hidangan yang super mewah dari Chef Yuna. Kegembiraan Beck tersirat dari wajahnya.


Dy juga merasa sangat bahagia malam ini.


Tante Tami dan keluarganya mohon pamit ketika Perjamuan itu sudah usai.


Nyonya Ida menghampiri Dy, langsung memeluk Dy.


" Saya ingin sekali Kamu main kerumah, Kita sekarang ngobrol tidak seperti Nyonya sama Sopir, tapi Tante sama keponakan". Kata Nyonya Ida.


" Kapan-kapan Saya akan mampir kesana, kalau ada waktu". Sahut Dy.


Beck datang menghampiri Mereka.


" Beck kapan Kamu mampir kerumah, sudah lama sekali semenjak peristiwa ..".


Kata Nyonya Ida tidak meneruskan ucapannya.


Dy memandang Nyonya Ida dengan penasaran.


" Aku belum bisa kesana, Dy juga perlu belajar banyak tentang Hotel ". Sahut Beck. Perasaannya tidak nyaman dekat dengan Nyonya Ida.


" Kamu tidak usah khawatir, Aby adalah JM Romero Hotel,.Aby akan mengajari Dy masalah perhotelan ". Kata Nyonya Ida


Cepat.


"Syukurlah kalau begitu, Dy buta sekali mengenai Perhotelan ". Sahut Beck berterimakasih kepada Nyonya Ida atas kedatangannya.


Kemudian Beck dan Dy mendekati Gama dan Aby. Nyonya Ida dan Vivi sengaja menjauh.


" Om Beck, Aku tidak tahu kalau Dy Anak nya Om. Aku juga heran kenapa Om menyuruh Dy menjadi Sopir di rumah Kami". Tanya Gama penasaran.


" Bukan Om yang menyuruh, tapi Dy yang mau jadi Sopir, mungkin saja Dy tertarik dengan salah satu dari kalian". Sahut Beck tertawa.


" Paa..jangan salah, Mereka selalu menghinaku waktu disana". Kata Dy mengadu.


" Jangan percaya Om, Aku sayang


sama Dy". Ucap Gama melirik Dy.


" Aby... Om minta tolong kalau ada waktu ajarin Dy tentang Management Perhotelan". Kata Beck serius kepada Aby.


Perasaan Gama langsung nge jleb!! seolah-olah Om Beck memilih Aby.


" Ya Om, besok mulai Saya ajarin ". Saut Aby bersemangat.


" Ya sudah, kalian jangan banyak bercanda, sana pulang, Mama kalian sudah menunggu ". Kata Beck menutup perbincangkan Mereka.


Setelah berbasa basi, akhirnya Mereka pulang.


Beck dan Dy kembali ke Suite Room.


*****