I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 91



đź–¤Bab.91.


TARGET


Keadaan akan terbalik kalau Dilan dengan diam-diam masuk ke Rumah itu.


Sekarang malah Mereka tidak mau keluar Rumah, walaupun sudah di ancam.


Terpaksa Dilan menembakan gas air mata.


Tapi tidak juga ada yang keluar.


Mereka membuka Masker nya dan kembali merangsek maju.


Dy memakai tameng perisai dan berjalan di depan Dilan, pistol siaga di tangan Dy.


Dilan mengambil Pistol FN nya dan perlahan maju.


" Kami memerintahkan Anda untuk keluar dan menyerahkan diri". Teriak Dilan sambil membuka satu persatu pintu Kamar yang berada di Rumah itu.


Tapi tiba-tiba saja ada suara tembakan dari Kamar pojok.


Dy dan Dilan cepat tengkurap.


" Anda tidak punya pilihan, Rumah sudah di kepung silahkan Anda menyerah ". Teriak Dilan lagi.


Kembali terdengar tembakan dari target.


Dy dan Dilan sengaja melempar kursi kayu ke pintu target dan menghitung tembakan.


Target terus menerus menembak dan tiba-tiba berhenti.


Kalau sudah 6 kali bunyi tembakan berarti pelurunya sudah habis. Dilan langsung menembak keatas memberi tembakan peringatan.


Dy maju menendang pintu, mengarahkan pistolnya ke Target.


"Angkat tangan", teriak Dy lantang.


"Keluar satu persatu dengan tangan berada diatas kepala". Teriak Dilan.


Merekapun keluar.


Dy dengan cepat menendang Mereka satu persatu menyuruh tengkurap di lantai dan langsung memborgolnya.


Ada 3orang berarti lagi dua 0rang masih bersembunyi.


Dy tetap waspada berjalan di depan memegang prisai dan keluar lewat pintu belakang.


Dilan dan Dy berlari menuju Gudang, suasana gelap. Dilan memencet lampu perisai supaya terang.


Dy mematikan lampu perisai dan menuju ke Kamar mandi.


Suara tembakan terdengar ketika Dy menendang pintu kamar Mandi.


Dy dan Dilan cepat berlindung di balik Drum minyak.


Tembakan kembali terdengar beruntun, target mungkin memakai senjata AK.47 dengan Magazine 30 peluru.


Dilan dan Dy lebih hati-hati.


Dilan tahu Dy adalah Sniper 1 km gugur...


Makanya Dilan akan memancing target supaya mau keluar.


Kemudian Dilan melempar bangku perlastik kedepan dan tembakan beruntun keluar dari target. Dy terus membidik menunggu target keluar.


Dilan lari menembak kembali, berusaha memancing target supaya mau keluar dan akhirnya target keluar sepersekian detik...


Duuaarrr.....


Dy menembak lawan dengan senjata otomatis SIG P226. Amunisi 9x19mm dan 357 SIG.


Terdengar suara mengaduh.


" Angkat tangan senjata lempar


kedepan". Teriak Dilan.


Tidak ada jawaban.


" Atau Kami akan menembak Kalian ".


Bentak Dilan lagi.


"don't shoot ( Jangan tembak )". Suara teriakan terdengar dari dalam.


Dan seorang Bule keluar.


Dy berlari dan menendang Bule itu sampai tersungkur, Dilan cepat bergerak memborgol target.


Kemudian Dy kedalam dan ada seorang target sudah tergeletak berdarah.


Dilan mengambil senjata target.


Dy menghubungi Beck untuk segera menghubungi Aparat dan Ambulans.


Dilan mengangkat Bule itu supaya berdiri dan berjalan ke teman-temannya.


Bule itu terus ngoceh dan memaki Dy.


"You have the right to remain silent. Anything you say can be used against you in a court of law". Kata Dy malas meladeni omongan Bule itu.


Mungkin Bule itu 'make". Pikir Dy.


Aparat sudah menangani masalah itu, banyak warga sekitar yang menonton kejadian dramatis itu.


Dilan dan Dy kembali ke Mobil.


Dy menyerahkan air Mineral ke Dilan.


Hari ini cukup sampai sekian, selanjutnya Beck yang melanjutkan laporan ke Aparat.


Dy meluncur menuju jalan Raya dan banting setir ke kanan mengikuti Jalur cepat.


Dy ingin cepat sampai di Rumah mandi dan minum sedikit, menghilangkan bayangan darah ..


******