
đź–¤Bab.50.
TEMBAKAN YANG JITU
Dy dan Brian bersembunyi di pinggir Pantai di balik rerimbunan pohon perindang.
" Apa Kita mengambil tindakan?".
Tanya Brian.
" Kita fokus ke Boat yang membawa "penganten". Kata Dy.
Senjata Light Fifty yang kalibernya 50 BMG (12,7mm) diarahkan ke Boat yang mulai bergerak.
Dy tahu efek dari tembakannya akan sangat bergemuruh, karena ada Bom di badan dua orang yang di Perahu.
" One shoot one kill...". Bisik Dy.
Brian memberi jempol.
Brian juga mulai membidik.
Pertimbangannya lebih baik sekarang di habisi dari pada nanti, banyak orang yang celaka.
Kira-kira Boat itu sudah berjarak 50meter baru Dy dan Brian melepas tembakan.
DOAARRR....
air Laut muncrat naik dan nyala api membuat di sekitar Pantai terang benderang.
Setelah itu Dy dan Brian cepat menghilang dari sana.
Suasana malam itu sungguh mencekam.
Orang-orang semua panik, karena belum tahu apa yang terjadi.
Dy dan Brian berboncengan ke pelabuhan.
" Kita lain arah, trimakasih kerja samanya". Kata Dy turun dari boncengan.
Mereka berpelukan dan kemudian Brian pergi.
Dy berjalan menuju Post Polisi KP.3.
Beberapa Polisi menghentikannya, Dy mengeluarkan tanda pengenalnya.
Polisi manggut-manggut.
Seorang Polisi mengantar Dy sampai di Kapal Penyeberangan.
Aby memandang Ponsel Dy yang di kirim oleh XPostOne.
Saat ini Aby tidak bisa menghubungi Dy karena Dy meninggalkan Ponsel barunya.
Ke khawatirannya yang amat sangat memenuhi perasaan Aby.
Tadi Mamanya menghubunginya tentang tindakan selanjutnya terhadap Dy.
Dan Aby terus terang tidak akan melakukan apapun terhadap Dy karena Aby sangat mencintainya.
Mamanya marah-marah tidak karuan.
"Apapun yang terjadi Aku memilih Dy". Kata Aby tegas kepada Mamanya.
Aby yakin Dy tidak mencintainya, tapi Om Beck sudah memberi sinyal ke padanya untuk mendekati Dy.
Sudah pukul 03.00 dini hari Aby mulai mengantuk dan Aby membiarkan matanya tertutup mencoba mencari mimpi indah bersama Dy yang ntah berada dimana.
Dy melawan ngantuk menyusuri jalan menuju Denpasar.
Bis-Bis Wisata berlawanan arah memadati jalanan.
Dy tersenyum sendiri melihat lampu-lampu Bis atau Truck yang warna warni.
Lamborghini itu terus melaju kencang melewati Kota Negara dan menuju Kota Tabanan.
Suara Sirene Polisi memecah keheningan malam.
Dy yakin rombongan Polisi itu pasti akan ke Gilimanuk.
Sampai di Denpasar sudah Pukul 06.00 pagi. Dy membelokkan Mobilnya ke Restoran cepat saji 24 jam.
Dy memesan Big Breakfest terdiri dari, setangkap roti muffin inggris tawar, scramble egg, chicken sausage patty, hash brown dan secangkir kopi susu panas.
Hari ini Dy merasa lega walaupun lelah tapi Dy bersyukur tugasnya cepat selesai.
Dy juga merasa senang tugas bersama Brian, orangnya cepat tanggap dan tidak neko-neko.
Dy tahu saat ini Beck pasti sibuk dengan tanya jawab dengan ke Polisian.
Semoga saja ini tugas terakhir. Bhatin Dy.
Beck akan membebaskannya setelah Dy punya pacar.
Aku harus cari pacar. Bisik Dy dalam hati.
Tapi siapa ya??
Belum ada bayangan seorang laki-laki di otak Dy.
Gama? atau si Drakula Aby? atau Christian?.... Dy menggeleng.
Belum ada yang sreg.,
Dy tidak bisa menghabiskan pesanannya dan membiarkannya begitu saja.
Tadi memang Dy lapar sekali, tapi baru diisi sedikit sudah kenyang, tadi seharusnya Dy memilih Bubur Ayam atau Soup jagung.
******