
đź–¤Bab.13.
TEGURAN DARI BECK.
Sampai di rumah Dy langsung menuju kamar mandi.
Hari ini Dy mau berendam di Bathtub agak lama.
Untung tadi Dy cepat menghilang, kalau tidak Polisi akan menjadikannya sebagai saksi.
Kuku kakinya terasa perih, kena dongkrak Motor.
Biasanya Dia memakai sepatu PDL yang ujungnya ada besinya.
Selesai mandi Dy melanjutkan tugasnya, memeriksa beberapa rekaman dari berkas-berkas yang terdapat di Filling Cabinet Nyonya Ida.
Ada tiga buah Asset sudah balik nama atas nama Bapak Burhan Sumantri.
Harta yang tidak bergerak berupa Villa di Canggu dengan Luas 1 Ha.
Dan harta bergerak berupa dua buah mobil Expander warna putih dan hitam.
Harta itu di taksir senilai 500 miliar.
Dy menarik nafas panjang.
Target pertama Pak Burhan. Bhatin Dy.
GSM Dy menyala, ada pesan dari Beck.
-Kamu ceroboh. Jangan di ulangi. Lihat Instagram-
Kemudian pesan terhapus.
Cepat-cepat Dy mengambil ponselnya, Dy membuka Instagram.
Duhh....ternyata kejadian tadi sudah Viral. Tapi untung wajahnya tidak jelas kelihatan.
Tadi Dy bereaksi secara spontan .
Dia harus hati-hati karena masih ada kelompok sakit hati yang Dy kalahkan bersama XP.12.
Sekarang ini Dy berusaha istirahat total, besok paginya Dy harus bekerja lagi.
Pagi- pagi Dy berada di rumah Nyonya Ida.
Sebelum mengantar Nyonya Ida, Dy membantu Bi Inah di Dapur.
" Saya tidak berani ngiris bawang, lebih baik yang lain saja Bi ". Kata Dy ketika Bi Inah menyuruhnya mengiris bawang.
" Kalau begitu kupas wortel, kentang dan potong-potong sayur hijau". Bi Inah lalu menyerahkan bahan-bahan itu kepada Dy.
" Bi ajarin donk caranya ". Sahut Dy bingung. Dy belum pernah melakukan hal-hal itu.
Degg... dada Dy bergetar.
Apa Gama sudah tahu misiku. Pikir Dy.
" Dy kesini ingin menaklukan Aku". Sambung Gama mendekati Dy.
Oh..ternyata Gama bercanda.
" Tuan Gama mau sarapan sekarang?".
Tanya Bi Inah.
" Tidak Bi ". Sahut Gama ikut duduk disamping Dy.
" Tuan tidak kerja, sudah Pukul delapan lho". Kata Dy mengusir secara halus.
" Aku mau minta tolong sama Kamu, bisa tidak Kamu anterin Aku kerja".
" Tidak bisa, masalahnya Saya anter Nyonya pukul sembilan Tuan ".
Sahut Dy menolak secara halus.
" Kalau begitu Kita barengan.
Mama duluan baru Aku, nanti Aku bilang Mama ". Kata Gama tidak menyerah.
" Terserah Tuan ". Sahut Dy pasrah.
Gama lalu keluar dari dapur menuju Ruang makan.
Disana sudah ada Nyonya Ida dan Tuan Aby.
Dy membantu Bibi melayani Mereka, terpaksa Dy membuka masker nya dan mulai melayani keluarga itu.
Aby yang biasanya cuek mulai melirik Dy. Melihat kuku-kuku jari Dy yang bersih dan rapi, memandangi kulit Dy yang agak kecoklatan. Atau sembunyi-sembunyi menatap wajah Dy yang berhidung mancung, berbibir sexy.
Aby merasa jantungnya berdegub, karena semua yang ada di tubuh Dy itu mirip dengan Cewek yang di bilang Dimas itu. Walaupun Dy memakai kaca mata, Aby yakin mata itu pasti sama dengan Cewek itu. Aku harus terus memata-matai Dy, jangan- jangan Dy anak Papa dari selingkuhannya. Bisik Aby dalam hati.
" Dy, Kamu pintar memilih resep, Kamu belajar darimana ? ". Tanya Nyonya Ida spontan.
" Dari Google Nyonya ". Sahut Dy tersenyum.
" Ow...gitu ". Kata Nyonya Ida ikut tersenyum.
Suasana sarapan pagi ini sangat berkesan bagi Gama dan Aby, karena Mereka masing-masing mempunyai pemikiran yang berbeda.
Tapi intinya Mereka curiga, dengan keberadaan Dy di Rumah Mereka.
" Dy, Kita di antar pakai mobil Jazz saja, supaya bisa nyalip-nyalip kalau macet ". Kata Nyonya Ida, ketika Dy mau mengambil mobil.
*******