
đź–¤Bab.9.
MELAYANI TUAN MUDA.
Dy bersyukur Gama mau membiarkan Dy pergi. Sekarang Hari Sabtu berarti Mereka semua akan ada di rumah seharian. Tugasnya terhalangi.
Dy lalu ke Dapur.
Gama kembali memasukkan mobilnya ke garasi, Dia tidak jadi olah raga.
Dengan bersiul-siul Gama pergi ke dapur.
Gama masih penasaran dengan Dy.
Bau badan Dy yang wangi menandakan Dy bukan sembarang Sopir.
" Tuan mencari apa, tumben datang ke dapur". Kata Bi Inah.
Semua mata memandang Gama penuh curiga.
" Aku cuma ingin duduk-duduk, ngelihatin kalian masak ". Sahut Gama melihat ke arah Dy. Gama mendekati Dy yang duduk dekat Jendela dapur.
Gama memandangi Dy dari ujung Rambut sampai ujung Kaki. penampilan Dy tidak layak menjadi Sopir atau pembantu.
Dy seperti Artis India Katrina Kaif yang sexy itu.
" Begitu ya Tuan, Kami sudah selesai memasak nasi goreng, apa Tuan mau sarapan? ". Tanya Bi Ijah.
" Tidak ..tidak . Aku mau disini dulu". Kata
Gama menatap Dy yang lagi membersihkan bawang.
Gama memperhatikan kuku Dy yang terpotong rapi, dan kulit tangannya yang halus licin. Rambutnya juga panjang dan wangi. Pakaiannya walaupun murahan, tapi bersih dan harum.
Ini pasti cewek orderan High class.
Atau cewek ini sengaja kesini jadi sopir supaya bisa menjebak Putra Nyonya Ida. Pikiran Gama berkecamuk .
" Dimana Kamu tinggal?". Tanya Gama mulai menginterogasi Dy .
" Apa Tuan petugas Sensus?". Tanya Dy balik.
" Serius lho, Aku ingin tahu Rumahmu".
" Sanur Tuan, pinggir Pantai, tidak ada nomor, maklum Rumah Nelayan". Sahut Dy mulai sebel.
" Aku tidak percaya, titik! ".
" Kamu Orang Jawa atau Bali ". Kembali Gama bertanya.
" Indonesia". Sahut Dy pendek.
Ketiga Bibi yang ada disitu merasa lucu.
Tumben ada yang berani dengan Tuan Gama. Biasanya Mereka takut berkata salah.
Aby masuk ke Ruang makan, Nyonya Ida tidak ada, mungkin tidak ikut makan.
Dy membantu Bibi mengatur makanan di Meja. Aby duduk dengan cuek.
Setelah itu Dy berbisik kepada Bibi untuk pergi ke bengkel.
" Dy, sarapan dulu...". Kata Bi Inah sebelum Dy pergi.
" Tidak Bi, nanti Aku beli nasi jinggo aja".
Bisik Dy.
" Hee....mau kemana, temani Tuanmu makan ". Kata Gama menarik tangan Dy.
" Lepasin Tuan, Saya harus ke Bengkel".
Kata Dy berusaha sabar.
" Tidak, Kamu harus disini duduk".
Dy mengalah duduk di samping Gama.
Hatinya kesel dengan tingkah Gama yang menganggap dirinya cewek murahan.
Jangan-jangan Gama ini penjahat kelamin. Pikir Dy membuat matanya melotor melihat Gama.
" Layani donk Kita berdua ". Kata Gama lagi. Dy berdiri mulai mengambilkan Gama makanan.
Dy menata makanan seperti orang makan di Hotel.
Tentu saja Gama dan Aby bingung melihat Dy.
" Kamu pikir Kita makan di Restoran ". Kata Gama protes.
" Maksudnya, makanannya kurang enak?".
Sahut Dy tidak mengerti.
" Ngapain Kamu menata piring lengkap begini seperti di Hotel". Kata Gama menunjuk sendok, garpu, pisau dan lain-lain. Dy diam, kalau di rumahnya memang begitu.
" Terus harus bagaimana, Aku khan Sopir jadi tidak mengerti ". Sahut Dy merasa heran.
" Cukup sendok saja, ini taruh semua. Kamu dulu pernah sekolah di SMK?".
Tanya Gama.
" Aku gax sekolah ". Sahut Dy. Kembali merapikan semua peralatan tadi.
" Bohong Kamu". Kata Gama, tangannya mau menarik Dy. Cepat-cepat Dy berkelit mundur, membelakangi Aby.
Bau farfum Dy menyapu hidung Aby.
Ini bukan farfum murahan. Pikir Aby.
Tapi Aby diam saja.
Dy langsung cepet-cepet lari keluar.
******