
đź–¤Bab.72.
CIUMAN PERTAMA DY.
Malam ini Aby sangat tegang.
Matanya Tidak bisa tidur.
Sudah 3 hari Aby tidur dengan Dy, tapi tidak ada hal yang menarik, yang ada malah kejutan yang tidak di inginkan.
Masalah ini membikin Aby pusing.
Kalau bicara terus terang tentang sandiwara Aby, takutnya Dy mengusirnya dari Suite Room.
Tapi kalau tidak bilang jantungnya terus berdegup, takut ada yang datang dan menculiknya.
Ingat di film-film jadinya.
Mata Aby terus menatap Dy yang main handphone di pojok kanan.
" Yank, kenapa Kamu menatapku". Tanya Dy menoleh, Ponselnya Dy taruh dan mendekati Aby.
" Kamu cantik, tapi kapan ya Kamu mencintaiku ". Sahut Aby ngelantur.
Dy tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke Aby.
" Apa setelah Aku mati ". Kata Aby lirih.
Dy langsung memeluk Aby. Hatinya terenyuh.
" Yank, jangan ulangi lagi perkataanmu, bukankah Aku sudah jadi istrimu?".
Aby tidak menjawab tapi bibirnya langsung mengulum bibir Dy.
Dy gelagapan, merasa sesak.
" Kamu adalah istriku". Kata Aby tambah erat memeluk Dy.
Muka Dy langsung merah.
Perasaannya tidak menentu dan tubuhnya merasa bergetar. Dy tidak menyangka Aby akan menciumnya.
" Aku..Aku..merasa sesak ". Kata Dy masih gemetar.
Aby mengelus rambut Dy. Aby tahu Dy belum pernah berciuman makanya Dy merasa sesak.
" Makanya jangan dilawan, ikuti aja". Bisik Aby kembali mencium Dy.
Akhirnya Dy merasa ada suatu gairah yang tidak bisa Dy ucapkan.
Sangat lembut dan merasuk hatinya dan tembus ke sumsumnya.
Dy terbuai sesat.....
" Yank....". Bisik Dy sewaktu bibir Aby mau menyentuh gunung kembarnya.
Aby kemudian sadar.
" Jangan Kamu acak-acak yang lain ".
Kata Dy malu. Mereka lalu saling berpelukan.
" Yank, Aku mau ambil minum". Bisik Aby.
" Jangan..jangan... Aku saja". Kata Dy langsung loncat.
Dy merasa punya kesempatan mengatur nafasnya. Dy tersenyum sendiri membayangkan sentuhan Bibir Aby.
Kemudian Dy mengambil dua botol minuman ringan.
Kembali masuk ke Kamar.
Aby duduk di sofa yang ada di Kamar.
Bibirnya tersenyum melihat Dy masuk.
Dy menaruh minumannya di meja di hadapan Aby.
"Yank, duduk sini ". Kata Aby menyuruh Dy duduk di pangkuannya.
Dy dengan ragu duduk di pangkuan Aby, wajah Dy sejajar dengan wajah Aby.
Aby langsung memeluk Dy.
" Minum dulu". Bisik Dy.
Malam ini perasaan Mereka sangat bahagia. Pindah dari Sofa Mereka kembali ke tempat tidur.
Aby seolah-olah mendapat mainan baru yang enggan Dia lepas.
Rasa takutnya telah hilang, berganti dengan asratnya yang memuncak.
Tapi Aby harus bersikap dewasa dan tahu diri, kebebasan Beck memberi peluang kepada dirinya karena Dia pura-pura Amnesia dan yang kedua adalah karena Beck dan Papanya pernah berjanji untuk menjodohkan anaknya.
Aby sungguh beruntung karena Dia yang dipilih Beck, bukan Gama.
Padahal dulu sebelum ada peristiwa yang menimpa keluarganya Gama yang di gadang-gadang, makanya Mamanya berani menjodohkan Aby dengan Vivi.
" Yank, Aku mau tidur ". Kata Dy menyusupkan kepalanya ke dada bidang Aby. Perasaan Dy merasa nyaman.
Aby mengecup kening Dy dan membiarkan malam ini berlalu membawa impian Aby....
Apakah ini sebuah permulaan yang baik atau sekedar kesenangan sesat yang dirasakan oleh Dy.
Semua ini adalah pengalaman pertama dan nuansa baru yang Dy jamah dalam kehidupan remajanya.
Dy tidak mau buru-buru menghakimi dirinya, bahwa Dy telah membuka hatinya untuk Aby, karena sejatinya Dy tidak tahu dan tidak mengerti apakah Dy mencintai Aby atau tidak.
Tapi kalau kasihan Dy kasihan kepada Aby dan Gama.
******