
đź–¤Bab.69.
MAlAM PERTAMA
Setelah capek berdebat dan mencari siasat untuk menghindari pemikiran egois Aby yang mengira dirinya adalah istrinya, Dy malam ini malah tertidur lelap dibawah dekapan Aby.
Kenapa begitu ?, bukankah semua omongan Dy tentang cinta hanya gombal belaka?, tapi kenapa malam ini bisa luluh di dekap oleh Aby?.
Siapakah yang lebih licik?, seorang Intelijen pemula yang baru berumur 20tahun, atau seorang JM genius yang berumur 26 tahun?.
Keduanya tidak termasuk hitungan licik, karena Mereka berdua tertidur dalam pengaruh obat tidur.
Bayangan itu melompat ringan ke suite Room, tidak melalui jalan biasa.
Tapi melalui pantai, kemudian merayap ke tebing. Melempar tali di atas teralis Living Room. Sempurna!!.
Kemudian dengan ringan melangkah ke kamar melewati ruang tamu yang sepi dan masuk dengan gampang, mencari koper Aby.
Mengacak-acak dan tidak satupun hasil yang di dapat. Semua nihil!!.
Bayangan itu melangkah ke Almari ke pakaian Aby, mencari sesuatu, tapi lagi nihil!!. Dan bayangan itu melompat dengan cepat, sebelum Dy bangun.
Pagi ini Aby berteriak kaget dan membuat Dy bangun.
Sesuatu telah terjadi.
Feeling Dy bergerak cepat. Dy menyadari terlelapnya Mereka berdua karena pengaruh obat tidur.
" Yank, katakan padaku apa yang Kamu sembunyikan". Kata Dy menatap bola mata Aby.
" Tidak ada, apa maksudmu?". Tanya Aby heran. Dy terhenyak, Dy baru sadar Aby masih Amnesia. Walaupun ada, pasti Dia tidak ingat.
Dy mengingat apa yang Dy minum sebelum tidur.
Yach...Dy ingat, seorang Waiter menambahkan Dessert nya dengan dua butir Coklat. Dy langsung melompat ke keranjang sampah.
Pembungkus itu....
" Yank, mau cari apa?". Tanya Aby tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya. Aby sudah rapi sehabis mandi.
" Yank, Kamu lihat bungkus Coklat yang dikasi Waiter tadi malam itu". Tanya Dy.
Aby mengangguk dan melangkah ke belakang TV.
Dua bekas bungkus Coklat yang bertuliskan "Alcatel " ada di tangan Aby.
" Trims sayank....". Dy mengambil bungkus Coklat itu dan tersenyum menatap Aby.
" I Love You ". Sambung Dy lalu masuk kedalam kamar. Aby mengikutinya dari belakang.
" Dy lalu merapikan koper Aby yang cuma berisi beberapa pakaian yang tersisa, karena sebagaian sudah di taruh di Almari.
" Yank, Ponselmu.... mana Ponselmu...". Tanya Dy menoleh kepada Aby.
Aby menggeleng. Dy yakin semua kejadian ini ada hubungannya dengan Ponsel Aby.
Dy lalu mengambil Ponselnya.
Mencari kontak Gama.
" Halo Dy..". Sahut Gama diseberang sana.
" Pagi Gam...., Kamu ada melihat Ponsel Aby?? ". Kata Dy langsung ke pokok persoalan.
" Tidak ada, waktu kecelakaan itu, orang lain yang membawa Aby ke Rumah Sakit.
Polisi yang menyerahkan barang-barangnya kepada Kita ". Sahut Gama.
" Dimana barang-barangnya itu?". Tanya Dy lagi.
" Barangnya semua ada di Kamarnu, tidak ada yang tersisa disini ".
Kata Gama kembali.
" Ya Gam...Trims ". Kata Dy menutup Ponselnya. Otak Dy berputar.
Dy memandang Aby dari ujung rambut
Sampai ujung kaki.
" Apakah Kamu ingin memakai Ponselku?". Tanya Dy menawarkan Ponselnya.
" Apakah Aku bisa meminjamnya?".
Aby balik bertanya. Dy tersenyum dan memberikan Ponselnya.
" Tidak bisa dibuka, pakai sandi ya". Tanya Aby. Dy mengangguk.
" Bukankah Kamu yang membuat Sandi di Ponselku". Kata Dia pura-pura sibuk membenahi koper Aby.
" Ow..Kukira Sandinya sudah berubah ".
Sahut Aby, tapi Dy duluan menyambar Ponselnya.
" Apa sih maksudmu?". Seru Aby kaget.
" Maaf... Aku lupa ngasi tahu Papaa, sebentar ya Sayank". Kata Dy keluar dari Kamar.
********