
🖤Bab.43.
GALAU
Sebagai JM di Hotel ini, tentu ke datangan Aby bersama dua orang gadis cantik membuat semua Karyawan kalang kabut.
Aby duduk di kursi panjang di pinggir kolam menunggu Dy dan Jannet berganti pakaian.
Jantung Aby hampir copot melihat Dy dan Jannet keluar dari kamar ganti menuju kolam renang.
Yang membikin Aby kesel adalah Dy, karena Dy memakai Bikini merah yang sangat minim.
Ingin Aby melabrak Dy, tapi Aby lebih memilih pergi dari kolam renang ketimbang membuat kegaduhan.
Untung juga tidak banyak yang berenang.
Sehingga marah Aby lebih terkendali.
Hampir satu setengah jam Aby menunggu, tapi Dy belum juga datang.
Perasaan marah semakin mengganggunya.
Tapi akhirnya Dy menelponnya.
" Aby Kamu dimana??, Aku sudah menunggumu di Mobil ". Kata Dy.
" Ya Aku turun ". Sahut Aby ketus lalu menutup Ponselnya.
Dy sudah duduk di belakang setir mobil ketika Aby datang dengan muka cemberut. Sepanjang perjalanan ke Hotel Uvassa, Aby tidak mau bicara.
Dy merasa aneh dengan sikap Aby, tapi Dy tidak perduli.
Sampai di Hotel sudah Maghrib.
"Kamu mau pulang atau mau masuk? ". Tanya Dy sambil menempelkan kartu Chip nya. Aby tidak menjawab tapi nyelonong saja masuk keruang tunggu.
" Kenapa sih, dari tadi Kamu aneh ". Sambung Dy lagi.
" Kamu hidup dimana?". Tanya Aby suaranya meninggi. Tentu saja Dy kaget.
" Maksudmu apa? ". Tanya Dy heran.
" Kamu bukan Bule, pakai pakaian yang pantas. Aku tidak senang Kamu pakai Bikini berenang. Apa kata Karyawanku kalau melihat Kamu cuma pakai Bikini?.
Kamu seharusnya mengerti sudah dewasa, mana yang pantas dan tidak pantas ". Kata Aby berapi-api.
" Kamu aneh...". Kata Dy heran. Tumben ada yang memarahinya memakai Bikini di Kolam renang.
" Kamu kenapa marah, Aku biasa memakai Bikini kalau berenang ". Kata Dy heran.
" Aku tidak suka, itu tidak pantas". Kata Aby setengah teriak.
" Kenapa Kamu yang marah, Beck saja tidak pernah memarahiku.
Sahut Dy kesal.
" Tapi Om Beck menyuruh Aku menjagamu". Kilah Aby.
" Aku bisa jaga diri, Aku tidak perlu bantuanmu ". Kata Dy masuk ke Kamar.
Aby merasa Dy sombong.
Tapi mengapa juga Aku marah kepadanya. Pikir Aby.
Tidak berapa lama Dy keluar dari Kamar dan sudah memakai pakaian sexy dan berdandan cantik.
" Mau kemana berdandan begitu ". Kata Aby berdiri.
" Aku mau keluar ". Sahut Dy tenang.
Kemarahan Aby sudah diambang batas, dengan kasar Dy menyeret tangan Dy masuk Kamar dan mengunci pintu Kamar.
" Aby!! apa-apaan Kamu!! ". Bentak Dy mencoba merebut kunci dari tangan Aby.
Mereka jadi guling-gulingan di lantai seperti anak kecil.
Akhirnya Dy mendapat kuncinya, tapi Aby tidak tinggal diam.
Aby langsung memeluk Dy dan menibannya.
" Aby Kamu menibanku ". Kata Dy berontak.
" Aku tidak mengijinkan Kamu keluar".
Kata Aby tambah erat memeluk Dy.
" Aku akan menggigit lehermu kalau Kamu tidak melepaskanku ". Bisik Dy di kuping Aby. Bibir Dy sudah di leher Aby.
" Tapi Kamu janji tidak keluar khan". Kata Aby pelan.
" Aku janji...". Sahut Dy.
Badan Aby yang tinggi tegap mulai menggeser kesamping.
Perasaannya bergejolak mesra memandang tubuh Dy ýang memakai pakaian acak-acakan.
" Kau berubah sekarang, Aku lebih senang Kamu jadi Sopir ". Kata Aby lalu berdiri.
" Dari dulu Aku begini, Kamu saja gak tahu.
Makanya Kamu bilang sama Papaku, untuk mengundurkan diri. Gak usah mengajariku". Sahut Dy.
Aby diam memandang Dy. Hatinya galau antara perintah Mamanya atau perintah Beck.
******