I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 23



đź–¤Bab. 23.


PERUBAHAN SIKAP ABY.


Aby mengganti bajunya dengan Pakaian Kantor. Matanya selalu melirik Dy yang duduk terpekur.


Kemudian Dy berdiri menjawab beberapa panggilan yang kesemuanya memakai bahasa Asing.


Aby memencet Intercom, menyuruh Managernya memimpin Morning Briefing, Menggantikan dirinya.


Aby juga menyuruh mengantarkan Breakfest ke Ruangannya.


Dy langsung menuju ke Sofa dan duduk bersandar. Kaca matanya Dy buka.


Ingatannya kembali kepada XP.12. Walaupun Dy tidak begitu mengenalnya tapi rasa persahabatan dalam satu wadah XPostOne membuat perasaan Dy sedih.


Seorang Waiter datang membawa pesanan Aby.


" Sarapan dulu ". Kata Aby setelah Waiter itu pergi. Aby duduk disamping Dy.


" Makasi " sahut Dy pendek. Mereka mulai sarapan. Dy cuma mengambil Sandwich dan secangkir Teh hangat.


" Mengapa Kamu tidak membangunkan Aku tadi malam?". Tanya Aby.


" Karena Kamu sudah ngorok". Jawab Dy bohong.


" Bohong .... Kamu selalu bohong ". Sahut Aby mukanya berubah kecut.


" Ya Aku bohong. Kalau Aku bangunin, Pagi ini Kamu tidak akan bisa kerja, karena ngantuk ". Jawab Dy cepat, takut Aby kembali ngambek.


" Nanti malam Kamu datang lagi khan?".


Tanya Aby menatap Dy.


" Tidak..". Jawab Dy pendek. Muka Aby terus berubah sedih.


" Kita akan menginap disini ". Bisik Dy tersenyum.


" Aku sangat senang mendengarnya ". Sahut Aby. Mata Aby bersinar.


" Katakan kepada Gama bahwa Kamu akan menginap di Rumah teman".


" Aku akan katakan Kita menginap berdua di Hotel ". Kata Aby.


" Jangan, Mamamu akan marah, panjang urusannya nanti ".


" Yaya.....". Sahut Aby pendek.


Kemudian Aby diam. Dy memandang Aby.


" Kenapa Kamu tahu Aku datang tadi malam?". Kata Dy pelan mencairkan suasana.


" Karena Topimu dan bau badanmu di Sofa ". Sahut Aby acuh.


" Gitu ya, berarti Kamu hafal bau badanku donk".


" Ya lah, siapa yang tidak hafal bau badanmu, Gama juga hafal". Saut Aby ketus. Nah mulai lagi. Pikir Dy.


Ruangan JM persis seperti Kamar Hotel, lengkap dengan Sofa panjang tempat istirahat. Hanya tempat tidur saja tidak ada, di ganti dengan Meja kerja dan peralatan Kantor.


Dy berdiri menuju Sofa panjang dan merebahkan tubuhnya. Aby heran karena Dy tetap memakai sepatu.


Sekarang Dy memakai baju kaos hitam agak ketat dan celana panjang Tactical dan sepatu boots hitam.


Sungguh menawan, seperti Tentara. Bisik Aby mengagumi penampilan Dy.


" Aby Aku mau tidur ". Kata Dy memejamkan matanya.


" Yeahh...tidurlah". Sahut Aby senang.


Aby memandang Dy yang cepat sekali tidurnya. Untung Dia minta diantar Dy Tadi, kalau tidak, Dy bisa tidur di tempat Gama.


Aku harus tiap hari minta diantar. Kata Aby dalam hati.


Dia juga ingat Dimas yang selalu menanyakan khabar Dy.


Bagaimana Aby tidak esmoni, kalau semuanya balapan mencari perhatian Dy.


Kalau Dimas, bisa Aby sisihkan, tapi Gama?, Dy sangat akrab dengan Gama.


Dan Mereka kelihatan nyambung.


Aby kembali ke Mejanya dan mulai bekerja.


Sesekali matanya melirik ke Dy.


Hatinya merasa nyaman kalau Dy sudah ada di dekatnya. Tidak perlu Aby berpikir keberadaan Dy.


Aby merasa aneh, siapa sebenarnya Dy dan untuk apa Dy menjadi Sopir.


Ingin rasanya Aby mengungkap siapa Dy, tapi bagaimana caranya?.


Dy kadang-kadang baik dan kadang galak tergantung Angin Mamiri...


*******