I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 56



đź–¤Bab.56.


KERUMAH SAKIT


Hari ini Dy memakai Outfit Casual, kombinasi dari black top dengan mini skirt dan black boots.


Rambutnya di gerai dan kaca mata hitam menutupi mata indahnya.


Aby diam-diam sangat kagum atas penampilan Dy.


Dalam perjalanan ke Rumah Nyonya Ida, Mereka berdua tidak banyak berbicara, penyebabnya adalah kejadian tadi pagi.


Kalau lagi tidur orang tidak ingat apa-apa


begitupun Mereka berdua.


Pada saat Mereka terlelap bantal pembatas sudah tidak ada artinya.


Ntah Mereka mimpi apa, di dalam tidur lelapnya Mereka sudah berpelukan erat, saling mengkait.


Mungkin AC terlalu dingin atau selimut yang terlempar jatuh.


Dan Mereka kaget setelah bangun pagi.


Kejadian yang tidak di sengaja, tidak ada yang bisa di salahkan.


Tapi bagi Dy tidur berpelukan dengan Aby adalah suatu hal baru, yang membuat dadanya berdebar.


Sangat berbeda rasanya kalau Dy tidur ramai-ramai dengan teman laki-laki nya apabila lagi bertugas.


" Kita ke Rumah dulu atau langsung ke Rumah Sakit?". Akhirnya Dy bertanya karena Rumah Aby sudah dekat.


" Ke Rumah aja, siapa tahu Mereka belum berangkat". Sahut Aby pendek.


Lambhorgini itu masuk ke pekarangan Rumah Aby. Tidak ada Satpam yang jaga.


Aby dan Dy turun disambut dengan ketiga Bibi dengan muka muram.


" Bi Inah apakah Mama ada?". Tanya Aby.


" Mereka semua pergi di jemput Polisi. Kata Bi Inah sedih.


" Bibi Aku Dy...". Sapa Dy ketika ketiga Bibi tidak menyapanya. Mereka jelas kaget.


Dan perasaan tidak percaya tergambar dari wajah Mereka.


Tapi kesempatan untuk berbincang tidak ada karena Aby sudah menarik tangan Dy.


" Lebih baik telepon Gama sebelum Kita memutuskan ke Rumah Sakit". Kata Dy memandang Aby.


Akhirnya Aby menurut, dan berusaha menghubungi Gama.


" Kita ke Kantor Polisi, semua sudah ada disana. Jadwal Autopsi Verbal ". Kata Aby, Dia merasa bersalah karena terlambat datang.


Apalagi kalau ada Vivi disitu, Aby terlihat gelisah.


Dy menggemgam tangan Aby ketika Mereka sudah turun dari Mobil.


Aby dan Dy meninggalkan kaca matanya di Mobil.


" Kamu jangan gelisah, khan ada Aku". Kata Dy menguatkan Aby.


" Aku tidak kuat kalau Kamu nanti di caci maki sama Mereka". Sahut Aby memeluk Dy. Aby takut Dy marah dan meninggalkan dirinya.


Dy sangat tersentuh dan membalas pelukan Aby.


" Tenang saja Aku anak Beck quay". Sahut Dy tersenyum tipis.


Mereka masuk ke Kantor Polisi dengan bergandengan tangan. Tante Tami dan Admesh menyambut kedatangan Mereka.


Disini terbentuk dua kelompok.


Tante Ida, Gama, Vivi duduk berderet di sebelah kanan.


Tante Tami, Admesh, Ardi dan istri-istri Mereka duduk melingkar di pojok agak jauh.


Tante Tami memeluk Dy dengan kasih.


Kemudian Aby menggamit tangan Dy, mengajak Dy menemui Mamanya.


Senyum terpaksa dari Gama menyambut Mereka.


Caci maki dari Nyonya Ida menghujani Dy.


Aby memeluk erat Dy ketika Vivi mencoba memukulnya.


Admesh cepat-cepat datang menenangkan Nyonya Ida dan Vivi.


Aby terpaksa menjauhi Dy dari Mamanya.


Airmata Dy keluar membasahi baju Aby.


Dengan lembut Aby membelai rambut Dy.


Tante Tami memberi Aby tissue.


Aby terus memeluk Dy, pemandangan itu membuat Nyonya Ida dan Vivi semakin marah.


Dy merasa sangat terpukul ketika Nyonya Ida mengatakan Ibunya ***** dan Dy anak haram.


Aby menghapus air mata Dy dengan kasih.


"Jangan Kamu ambil hati omongan Mama, Kita maklumin saja. Nanti semuanya akan baik-baik saja". Kata Aby mengecup kening Dy.


*******