I'M Number Six

I'M Number Six
Eps. 18



đź–¤Bab.18


GAMA PUTRA KEDUA


Pak Adi tersenyum melihat kedatangannya, setelah membayar Ojek Dy mendekati Pos Satpam.


Dy memberikan Pak Adi sebuah bungkusan berisi kudapan.,


"Nona Dy, ini hari Minggu kenapa datang?". Kata Pak Adi heran.


" Saya mau mencuci Mobil ". Sahut Dy tersenyum.


" Oh begitu, trimakasih Nona kudapannya". Kata Pak Adi senang.


Hampir setiap hari Dy membawakan Pak Adi Snack. Lumayanlah untuk menemani minum kopi.


Dy masuk ke Rumah Nyonya Ida langsung menuju Garasi.


Matanya memperhatikan debu yang menempel di body Mobil.


" Ngapain Kamu melototi Mobil Mamaku".


Kata Gama mendekati Dy.


" Mobilnya berdebu Gam.. ". Sahut Dy.


" Cuci donk, itu tugas Sopir ". Kata Gama enteng.


" Itu dia....Aku tidak bisa cuci Mobil ". Sahut Dy tersenyum.


" Gampang, bawa saja ke tempat cuci Mobil ". Kata Gama.


" Temani ya....".


" Kamu gak bercanda bukan?". Tanya Gama ragu.


" Tapi tunggu dulu disini Aku mau mengambil barangku di dalam ". Kata Dy masuk kedalam. Dy mau menengok Aby.


Semoga tidak ada yang melihat Aku ke Kamar Aby. Bhatin Dy.


Dy melangkah pelan tanpa suara menuju Kamar Aby. Dy mengetuk pintu Kamar Aby pelan.


Dy menunggu agak lama, baru Aby membukakan pintu. Dy cepat masuk.


Aby heran melihat Dy datang.


Dy menaruh telunjuknya di bibir supaya Aby jangan ribut.


" Hari ini Kamu ada pusing?". Bisik Dy.


" Aku mandi dulu...".


" Hee..jangan dulu, Aku cuma sebentar.


Aku hanya memastikan Kamu hari ini sehat?". Tanya Dy menarik Aby.


":Tunggu Aku, kalau gak mau Aku teriak ". Ancam Aby.


" Aku ikut!!". Sahut Aby bandel.


Dy membiarkan Aby masuk ke Kamar mandi setelah itu Dy cepat turun.


Setidaknya Dy sudah tahu keadaan Aby, supaya Dy bisa memberitahu Beck.


Dy naik ke Mobil, di sampingnya sudah ada Gama menunggunya.


" Tuan ganteng, apa calon Papamu tidak datang hari ini ". Kata Dy mulai membuka percakapan ketika Mereka sudah berada di jalan puputan.


" Tidakk". Sahut Gama singkat.


" Aku melihat Pak Burhan calon Bapak yang baik ". Dy mulai memancing emosi Gama.


"Aku benci dengannya. Mama saja matanya buta, tidak tahu apa yang Pak Burhan ingini". Sahut Gama emosi.


" Memang nya dia ingin apa??".


Tanya Dy


" Harta, semua itu gara-gara Mama orang Kaya. Aku pernah melihat Pak Burhan dengan perempuan lain, kalau di kasi tahu Mama gak pernah percaya ".


" Ku rasa jalan satu-satunya Kamu harus bertindak. Lindungi hartamu.


Misalnya Kamu mencari tahu apa saja Pak Burhan sudah rebut dari Nyonya, Kamu harus berani dan tegas ". Kata Dy.


" Susah, masalahnya Aby tidak mendukung". Sahut Gama kesal.


" Kamu pernah kerumah Pak Burhan?".


" Pernah semasih Papa hidup, setelah itu tidak pernah".


" Waktu Papamu meninggal Kamu tahu?".


" Tahu, sebelumnya Papa memergoki Mama berselingkuh dengan Pak Burhan.


Mereka bertengkar hebat, setelah itu Papa meninggal. Dokter bilang Papa sakit Jantung".


" Kami sangat berduka, mulai itu Aku benci sama Pak Burhan. Gara-gara Dia Papaku meninggal".


" Yeah...sabar, semoga ada jalan untuk membuka kedok Pak Burhan ". Kata Dy.


" Aku sangat mengharapkan hari itu ".


sahut Gama menarik nafas panjang.


" Gam, gimana hubunganmu dengan Vivi?".


" Aku hampir tidak pernah bicara dengannya.


Vivi itu orangnya sombong, Aku betul-betul muak melihatnya ". kata Gama kesal.


*******