
🖤Bab.25.
BERTEMU TEMAN LAMA.
Siang ini Dy kembali menyusuri jalan Toll Bali Mandara menuju Hotel Romero.
Jalan tidak begitu rame, Dy menjalankan Mobil dengan kecepatan sedang.
Dy tidak perlu buru-buru, supaya kelihatan seperti dari Jakarta.
Mobil berbelok ke Kawasan Hotel Romero, Dy menurunkan kaca Mobil seorang Scurity mempersilahkan Dy masuk.
Dari Basement Dy naik ke Lobby, Jannet sudah menunggu nya. Mereka berpelukan melepaskan rindu.
Seorang F.O menyodorkan buku tamu.
Dy langsung memperlihatkan Kartu Member.
Mereka mengangguk dan mempersilahkan Dy masuk.
Jannet dan Dy mempergunakan bahasa Inggris kalau bercakap-cakap.
" Apa rencanamu?". Tanya Dy setelah Mereka keluar dari Life.
" Ya, Aku ingin lebih banyak mengenal Bali.
Aku ingin Kamu mengantarku keliling". Sahut Jannet memandang Dy.
Jannet mengeluarkan Kartu Chip untuk membuka pintu Kamar.
Mereka berdua masuk ke Kamar.
Dy langsung duduk di kursi, matanya menyapu seluruh ruangan.
Ada tempat tidur satu bed, Bath Room, Almari pakaian, telepon, dressing table, Luggage rack atau Rak untuk meletakkan koper dan meja dengan dua kursi.
Lumayan nyaman.
" Disini ada Pantai Kuta tempat berjemur sekalian meliat Sunset atau Kamu mau ke Beach Club dengan Panorama lautnya yang Indah ". Kata Dy memandang Jannet.
Jannet adalah seorang gadis remaja masa kini, dengan beberapa Tatto menghiasi tubuhnya.
Badannya tidak begitu tinggi, tapi padat berisi. Dulu waktu Dy tugas di Aussie, Cover Dy adalah Personal Trainer di tempat Nge Gym nya Jannet.
Dy menyelidiki kasus perdagangan Organ Tubuh yang di dalangi oleh sebuah Club rahasia yang berkedok Usaha Fitnes Gym.
Dari sanalah Dy kenal dengan Jannet, karena Jannet sering menyewa jasa Dy sebagai Personal Trainer.
" Kamu mau mengajak Aku kemana, Aku akan senang". Sahut Jannet membuyarkan lamunan Dy.
Apalagi nanti malam Dy sudah berjaji menyambangi Kantor Pak Burhan.
" Ok. Tidak masalah...". Sahut Jannet kecewa.
' Aku akan mengirim orang nanti malam kesini, Dia akan menemanimu sampai hari Jumat, bagaimana Kamu setuju ??".
" Aku sangat setuju ". Jawab Jannet senang.
Siang ini Dy mengajak Jannet ke Restoran makan siang ala Buffet dengan konsep
“all you can eat".
Beberapa pilihan makanan Nasional sampai Internasional tersedia.
Dy lebih memilih makanan Jepang yang tidak terlalu berat, karena Dy sudah merasa badannya kurang enak, gara-gara Dy tidak sempat Nge Gym, semenjak Dy ada di Bali.
" Kamu nginap dimana? ". Tanya Jannet.
" Di rumah Saudaraku ". Sahut Dy bohong.
" Apa Sore ini Kamu bisa berenang denganku ?". Kata Jannet.
" Tidak, Aku ada kerjaan. Hari Sabtu Aku kesini, Kita akan bersenang-senang seharian ". Kata Dy serius.
Kemudian Jannet banyak cerita tentang segala macam.
" Kamu sudah punya pacar?". Tiba-tiba Jannet bertanya.
" Jangan tanyakan itu, Privasi...". Sahut Dy tersenyum. Jannet ikut tersenyum.
" Jan.. Aku akan membayar semua
tagihanmu di Hotel ini. Aku punya Kartu Member Hotel ini ". Kata Dy membuat Jannet heran.
" You Crezy.... Aku disini seminggu dan semalam harga Kamarku Enam Juta rupiah. Belum Bill makanan
dan minuman ".
Sahut Jannet berusaha menolak. Tapi Jannet bungkam ketika melihat ATM Dy yang Unlimited....
Selesai makan Jannet kembali ke Kamar.
Mereka berbincang-bincang dengan segala topik anak muda.
Dari masalah Artis Idola sampai masalah Narkoba.
*******