I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 86



Sitha termenung di dalam mobil, air matanya tak berhenti mengalir. Kenapa suaminya Mas Reza tega mengkhianatinya, apa salahnya. Sitha selalu berusaha menjadi istri yang baik. Hatinya sakit sekali lagi ternyata suaminya Reza berselingkuh dengan Adiknya sendiri Mila.


Terlebih lagi, Sitha mendapati adiknya dan bersama suaminya lagi berduaan di rumahnya sendiri dan lebih parahnya, ia mendapati mereka berdua di dalam kamarnya sendiri bersama adiknya dan melakukan hal tak senonoh itu.


Hatinya begitu hancur berkeping keping. Dunianya runtuh dan hancur seketika.


Nantikan novel terbaru Author ya semuanya, mohon dukungannya buat Author juga juga.


Happy Reading I Like Your Lips 🔥


"Mas suami..... Tolongin dong...." rengek Rose, saat Alex baru saja menutup pintu kamar.


"Kenapa, Sayang? Kok dari tadi miscall miscall aku terus sih? Kan aku masih bantuin mama ngitungin duit dari amplopnya tamu tamu yang datang ke acara resepsi kita tadi." sahut Alex mendekat ke arah sang Istri.


Namun, saat ia semakin dekat dengan tempat tidur, satu pemandangan panas yang tergambar akibat kain tebal di tubuh Rose membuatnya menjadi panas dingin seketika.


"Sayang, kok kamu tumben pakai lingerie? Dapat dari mana? Mama yang kasih ya?" tanya Alex begitu bersemangat dan hendak mendaratkan bokongnya di pinggiran tempat tidur.


"Eits! Mandi dulu dong, Mas suami. Kamu tuh masih bau keringat," cegah Rose mendorong bokong Alex.


"Iya. Tapi aku---"


"Enggak ada tapi tapian. Habis itu tolong pijitin kakiku sebentar, soalnya betisku ini kenceng gitu. Nih, coba kamu pegang. Kencang kan?''


"Iya, kencang bangat deh. Kok bisa sama ya betis kamu sama kayak ini, Sayang?" sahut Alex membawa telapak tangan Rose menuju ke tempat si Jun, "Ini juga si Jun tiba tiba kencang bangat deh gara gara lihat kamu pakai lingerie, Sayang. Gimana dong?'' sahut Alex.


"Dasar, Mas suami otak mesum! Makanya buruana di terus pijitin dulu betis aku dua duanya kalau mau dapat jatah! Enak aja main tusuk aja. Nanti habis keluar, yakin gak langsung tepar? enak di elo gak enak di gue dong judulnya!''


Astaga! Alex benar benar termangu untuk beberapa detik, sebelum akhirnya terpingkal akibat kalimat terkahir yang dikeluarkan oleh istrinya.


"Sejak kapan kamu bisa ngomong lo gue, Sayang? Medok Surabaya nya kok masih ngikut?" kekeh Alex semakin keras.


"Malam ini gak jadi dapat jatah! Aku mau tidur aja titik!''


Rose yang tersinggung pun secepat kilat naik ke atas tempat tidur lagi, dan Alex tentu saja kelabakan seketika.


"Yah, jangan dong.... Ini aku mandi, Sayang. Maaf, ya? Aku kan cuma bercan---"


"Ich, bau! Jangan sentuh aku, kamu bau keringat!'' teriak Rose membekap hidung dan mulutnya.


"Ya ampun, Sayang..... Baunya dimana sih?" sahut Alex mengendus ketiaknya di kiri dan kanan, "Masih wangi kok perasaanku, Sayang. Emang aku pernah burket gitu? Aneh deh kam--"


"Oh, jadi kamu mau bilang anak dalam perut aku aneh? Semakin gak akan aku kasih kamu jatah malam ini!'' kesal Rose turun dari tempat tidur.


"Aku mau tidur sama mama aja! Minggir!" teriak Rose tak kalah kerasnya.


Alex yang kaget dengan tingkah tak biasa Rose pun mulai memutar otak, dan dengan gaya memelas, ia pun beraksi di sana.


"Sayang, jangan gitu dong.... Ini kan malam pengantin kita. Masa kamu biarin aku tidur sendiri dan mengabaikan tugasmu sebagai seorang istri, sih. Aku janji deh bakalan ikutin semua maunya kamu yang naik naik ke mukaku itu. Mau ya, Sayang?'' rengek Alex memainkan puppy eyes nya.


Alhasil, Rose pun seketika memicingkan mata ke arah Alex, dan ide gila akibat satu set kado laknat pemberian dari Riri muncul seketika.


"Benar nih kamu mau ikutin semua apa maunya aku?" tanya Rose menarik kedua sudut bibirnya.


"Iya dong, masa aku bohong? Lihat kamu puas sampai jerit jerit itu kan kesukaanku bangat," jawab Alex menampilkan senyum nakalnya. "Apalagi pas kamu teriak teriak namaku. Ugh.... Berasa terbang tinggi ke surga tau, Sayang," gombal Alex bersama cengiran khasnya.


"Oke! Kalo gitu mandi dulu sekarang. Aku kasih kamu waktu untuk mandi satu menit dan itu dimulai dari sekarang!'' tegas Rose dan Alex kembali membuka lebar mulutnya.


"Sayang, itu gak sal----"


"59, 58, 57, 56 ...." potong Rose menghitung mundur.


Denhan gaya layaknya maling ayam yang sedang dikejar hansip, Alex pun secepat kilat menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya di sana.


Rose yang melihat hal itu lagi lagi dibuat terkekeh, tapi ia juga segera bergerak dan masuk ke walk in closed.


"Hm, aku kira peralatan aneh ala ala Christian Grey di film Fifty Shades ini gak bakalan ada gunanya. Eh, ternyata langsung dipakai juga sekarang. Udah kayak dukun aja si Riri. Tau bangat aku bakalan butuh ini," gumam Rose segera mengambil sebuah borgol dan tongkat bulu dari kotak persegi panjang tersebut.


Rose sebenarnya penasaran dengan fungsi besi kecil berbentuk kerucut dengan bulu panjang seperti ekor kelinci dan cambuk berwarna hitam yang juga ada di dalam kotak tersebut.


Namun, Rose tak jadi menyentuhnya, setelah ia mengirimkan pesan dan foto disebuah aplikasi chatting kepada Riri untuk bertanya fungsi dari kedua barang tersebut.


Sebab jawaban Riri sungguh sangat mengejutkan, karena dua barang laknat itu jelas hanya akan membuat ia dan Alex kesakitan.


"Amit amit jabang bayi! Lubang bokongku masih steril kali. Alex kan gak pernah aneh aneh tusuknya. Ngapain juga aku harus masukin barang aneh ini ke tubuhku," ujar Rose bermonolog dan memegang besi dengan ujung seperti ekor kelinci tersebut. "Apalagi cambuk ini! Emangnya si mas suamiku itu kedelai jadi aku harus cambuk segala? Dasar Riri sakit jiwa! Awas----"


"Siapa yang sakit jiwa, Sayang? yuk, kita mulai main tusuk tusukkannya," celetuk Alex tiba tiba masuk tanpa permisi ke dalam walk in closed.


"Jangan dekat dekat! Cepat angkat tangan atau aku bakal tusuk tanganku sampai luka!" sahut Rose mengambil pisau yang ada di dalam kotak dan berbalik.


Tadi Riri sudah menjelaskan jika satu set kado laknat yang ia berikan itu adalah peralatan **** ala penjahat wanita yang hendak tertangkap basah sedang sebuah mencuri dokumen penting, sehingga gadis asal dari Betawi Solo itu menyuruhnya berakting dengan menodongkan pistol mainan ke arah Alex terlebih dahulu.


Sayangnya, Rose yang gugup dengan kehadiran sang suami pun salah mengambil pisau lipat, sehingga ia mulai kikuk seperti itu.


"Sayang, apa apan ini?! ....."