I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 54



Di dalam kamar, Alex mengambil koper besar miliknya yang sudah sangat lama tak terpakai. Ia mengisi pakaian dan beberapa barang barang keperluannya di dalam koper tersebut. Alex benar benar kehabisan rasa sabar, sehingga ia melupakan janjinya pada Rose yang ingin agar hubungannya dengan ibunya menjadi baik seperti sedia kala.


Alex kini benar benar pergi dari rumah mewah, tempat ia melewati masa kecil hingga remaja dan dewasanya. Tentu saja dengan banyak perasaan tidak baik yang berkecamuk dalam diri.


"Loh, Den! Aden mau kemana lag---"


"Tolong bilangin sama papa, Alex pergi dari rumah ini untuk selama lamanya, Mbak Pesta! Alex sudah muak sama semua sikap arogan mama yang gak bisa lagi diatasi!'' jelas Alex dan kedua bola mata asisten rumah tangga itu pun berair.


"Tapi, Den----"


"Sudah, Mbak. Alex capek. Pamit ya, Mbak? Tolong sabar lagi kalo diomeli mama," ucap Alex melangkah pergi menuju pintu keluar.


Demikianlah yang terjadi dalam hidup Alexander The Laode, bahwasannya ia memang tak lagi mampu menepis rasa cintanya pada Rose Van Houteen. Sampai samapi pilihan untuk terus bersama wanita itu sudah tak bisa lagi ditawar tawar, hingga kini keduanya telah tinggal dalam satu atap di Rusunawa Depok itu selama hampir tiga minggu lamanya dan tentu saja hal tersebut memancing kemarahan Nyonya Milea semakin membesar.


"Ikuti mobil Alex itu, Pak Toni! Mau kemana dia pulang kantor gini, hm? Dasar anak gak bisa diatur! Disuruh nikah sama artis yang cantik dan banyak duit malah milih pacaran sama cewek udik! Dia gak tau apa Shella itu Papanya punya perusahaan besar? kalau mereka menikah kan jelas dia yang dikasih mandate. Lah si Shella itu juga cuma anak satu satunya kok! Iya kan, Pak Toni?!"


"Hah? Apa, Nya? Ini saya lagi kejar beneran kok, Nya!" sahut Pak Toni dan Nyonya Milea kembali murka.


"Saya gak tanya itu, Pak Toni! Bapak itu tuli apa gimana?! Udah deh! Ikutin yang benar itu mobilnya Alex. Awas kalo sampe kehilangan jejak lagi kayak kemarin sore! Gaji Bapak saya potong setengah!''


Glek.....


"Si....siap, Nya! Enggak lagi lagi, Nya!'' sahut Pak Toni semakin fokus menatap mobil tuan mudanya di depan.


Lantas setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat puluh lima menit melalui jalan tol antasari yang merupakan tol baru di kota Jakarta, maka sampailah mobil sewaan Nyonya Milea itu ke pelataran kampus Gundar di Depok.


"Mau ngapain Alex kesini?'' batin Nyonya Milea terus mengamati pergerakan mobil anaknya dari kursi jendela di kursi bagian tengah.


"Mau turun seka---"


"Diem, Pak Toni! Berisik tau. Saya belum ngajak ngomong kali! Awas kalo nanti saya ajak ngomong malah Bapak tiba tiba jawab, Hah, kayak tadi! Gaji potong setengah!'' sela Nyonya Milea.


"Ya elah, si Nyonya. Sama aja kayak anaknya. Kalo gak potong gaji sedikit, ya potong setengah! Ckck...." batin Pak Toni bungkam, tak berani berbicara lagi.


Mata kedua orang di dalam mobil sewaan itu nampak sangat fokus terus memperhatikan mobil sport milik Alex.


Sampai saat Nyonya Milea sudah merasa lelah dan ingin mengambil air mineral yang tadi ia beli di pedagang asongan saat menunggu Alex pulang kantor, mata wanita paruh baya itu hampir terpelosok keluar karen a melihat Rose Van Houteen keluar dari pintu utama kampus dan masuk ke dalam mobil sport putranya.


"Jadi ini masih mau diikutin nih, Nya?" tegur Pak Toni mengagetkan sang Nyonya.


"Ck! Pake tanya kagi! Iya iyalah, Pak. Cepat ikutin lagi mobilnya Alex itu! Jangan sampe hilang jejaknya. Ngerti enggak?!''


"Siap, Nya. siap.'' sahut Pak Toni dan aksi pun dimulai. Tak sampai dua puluh menit, lagi lagi keterkejutan melanda Nyonya Milea karena ternyata mobil Alex masuk ke pelataran parkir rusunawa tapos, yang masih berada di kota Depok.


"Astaga! Jadi Alex tinggal disini?!'' pekiknya membuat Pak Toni refleks menoleh kebelakang.


"Memangnya kenapa, Nya?"


"Diem, Pak Toni! Jangan banyak tanya! Saya Lagi sedih ngelihat Alex harus tinggal di tempat kecil kayak gini tau!'' berang Nyonya Milea akibat celetukan sopirnya.


"Bukan kali, Nya. Mungkin mereka mau ketemu Jhonny. Kan ini rusunawa tempat ibu dan adiknya Jhonny tinggal, Nya. Coba aja Nyonya turun terus----"


"Kalo gitu kenapa masih diam aja disitu?! Bapak dong yang harusnya berpura pura ketemu sama si Jhonny gila itu juga! Masa saya sih, Disini Bapak yang jadi majikan saya atau Bapak sebenarnya?" sanggah Nyonya Milea dan Pak Toni kikuk ditempat.


"Ma...maaf, Nya. Sekarang saya cek kesana deh," sahut Pak Toni terkekeh.


"Enggak usah sekarang! Tunggu lima menit lagi aja, Pak. Kalo bisa jangan cari si Jhonny deh. Bapak tanyain aja Pak RT Rusunawa ini ke orang orang, terus itu Bapak tanyain apa disini ada warga yang tinggal dengan nama Rose Van Houteen atau Alexander The Laode. Habis itu cepat kabarin ke saya ya, Pak? Ngerti kan?'' repet Nyonya Milea mengarahkan.


Alhasil Pak Toni pun mengikuti arahan sang majikan dan pergilah sopir pribadi itu mencari Pak RT di Rusunawa Tapos itu.


Kemudian setelah hampir tiga puluh menit menjalankan misi tersembunyi dari sang majikan, maka kembalilah Pak Toni ke tempat mobil sewaan di parkiran.


"Bagaimana, Pak? Apa kata Pak RT nya?" suara Nyonya Milea langsung bertanya ketika Pak Toni sudah berada di balik kemudi.


"Maaf, Nya. Tapi saya----"


"Ck! Apaan sih, Pak?! Jawab aja apa Alex sama cewek udik itu tinggal bereng disini atau enggak?! Mau dapet duit bonus gak dari saya? Nih, lima ratus ribu," sanggah Nyonya Milea menyodorkan lima lembar uang pecahan seratus ribuan. "Makanya ngomong cepat! Mereka ngapain disini?'' paksa Nyonya Milea lagi.


Hem.... Karena uang mengalahkan segalanya, maka sang sopir seperti Pak Toni pun akhirnya tergiur juga. Sehingga keluarlah penjelasan cerita yang ia dengar dari Pak RT tadi dan kabar tersebut sekali lagi sukses membuat Nyonya Milea murka di dalam mobil.


"Sialan! Benar benar gak tau diuntung itu si cewek udik! Sudah aku bilangin ke dia jangan ngelunjak dan berharap bisa jadi menantuku! Tapi masih aja diam diam dia buat anakku sampai rela tinggal di tempat kayak gini. Awas kamu, Rose. Alex gak boleh nikah sama cewek yang gak bawa untung sama sekali buat keluargaku! Enggak boleh!''