I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 80



"Aku gak mau bangun, Alex.... Cepat out in punya aku dulu, Tuan Pemaksa! Keluarin.... Ach, ssssttt...." erang Rose seperti seorang penunggang juda handal yang sedang berada di tengah pacuan.


"Hemph! Iy....a... Say....ang... Hemph! Tapi turun dulu aku gak bisa berna--- Hemph! Hemph!" sahut Alex menggeleng gelengkan kepala dan memberontak.


Sayangnya Rose tak mau ambil pusing dengan aksi penolakan Alex, dan terus saja menekan kepala sang CEO di area yang dia inginkan itu.


"Ugh, Alex.... Ini ternyata enak... Ough, Lex!" racau Rose, kini bergerak memutar di wajah Alex.


"Ough, ****! Kenapa kamu jadi panas gini, sayang? Tangan aku kan belum bisa ikutan pegang. Awas kamu, Rose! Tunggu pembalasanku!'' batin Alex sibuk membuka mouth nya.


"Pake tounge dong, Lex! Jangan di buka mouthnya! Kena gigi kamu sakit kali!'' amuk Rose, menjambak rambut hitam Alex.


"Ampun.... Cukup, sayang.... Kita pindah po---"


"Pindah apa? Aku gak mau! Aku mau kayak gini dulu baru masin tusuk tusukkan. Kamu pikir tiga minggu disuruh keluarin punya kamu sehari bisa sampai tiga empat kali itu enak?! Kamu sendiri yang mau puas, hm?! Ini tuh maunya anak kamu kali! Bukan maunya aku," ketus Rose, memotong rengekan Alex.


"Iya, kalo gitu pelan pelan dong! Kalo aku mati sesak nafas gimana? Yakin kamu gak nyesel karena kehilangan calon suami yang ganteng kayak gini?'' sahut Alex, ketika Rose sedikit memberi jarak dari wajah si tampan.


"Oke! Tapi beneran di out in kalo aku pelan pelan geraknya kan?''


"Iya, sayang... Apalagi kalo sekarang kita ke rumah sakit buat buka gips sama jahitan di punggungku, ugh.... Aku jamin kamu bakalan lebih puas karena tanganku juga ikutan bantuin, sayang," dan virus bujuk rayu mulai di tebar, "Kayak yang di film semalam itu loh, Sayang.... Pake hand baru enak sambil di obok obok si dedeknya. Enak kan?" lanjut Alex berjuang demi kebebasannya yang direnggut paksa.


Alhasil karena Rose yang polos memakan umpang silang si calon suaminya, maka ia pun secepat kilat bangkit dari wajah Alex dan turun ke lantai kamar.


"Jadi kita gak jadi main tusuk tusukkan nih, Lex? Tadi katanya mau?" tanya Rose dengan mata berbinar.


"Iya. Kita tunda dulu aja gak apa apa deh, sayang. Aku jadi pengen nyoba gaya yang kamu buat tadi. Cuma maunya pake my hand juga dong. Biar kesannya aku gak kayak mayat hidup gitu. Gimana? Seru kan pasti sayang?" jawab Alex sembari membersihkan bibirnya.


"Ih, jorok! Kok pake tounge sih bersihinnya?''


"Tangan aku belum bisa gerak, sayang. Lupa? Lagian masih nempel dikit nih air licin licin ya kamu. Jadi gak sabar....." sahut Alex kembali menjulurkan tonguenya.


"Ya udah kalo gitu aku naikin sekali lagi aj---''


"Egh, cukup! Cukup dulu, sayang. Nanti aja habis pulang dari rumah sakit. Oke?" sahut Alex dan Rose pun menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, janji tapi kan? Kalo gitu aku pake baju dulu deh," oceh Rose bersiap untuk bangun dari pinggiran tempat tidur yang ia duduki.


Namun Alex lebih dulu mencegah langkah Rose, dan wanita itu kini mengerutkan kening putihnya di sana, "Jangan, sayang! Tunggu lima menit bisa enggak? Soalnya aku mau..."


"Apalagi, Alex sayang? Katanya mau cepat cepat bisa puasin aku. Ingat loh ya? Ini maunya anak kamu nih!'' dan kata kata itulah yang keluar dari mulut sang ibu hamil.


"Enggak kok, sayang. Aku tadi cuma mau bilang kamu gantinya jangan lama lama aja. Ya kan, aku juga pengen nyobain gaya baru kayak di film semalam. Enak atau gak, gitu kan ya? Biar bisa tambah variasi gaya kita kalo lagi main tusuk tusukkan. Iya kan?''


"Dasar mesum! Aku kira mau ngomong apa. Ya udah tungguin. Aku mau bersihin diri dulu nih, udah gak enak rasanya. Tunggu ya, Papi..." jawab Rose sembari berlari kecil menuju kamar mandi.


"Ough, ****! Bokong si ayang makin gede aja pas lari tadi. Kalo gips sialan ini udah dilepas? Bakalan gue remas sampai puas!" gumam Alex mengigit bibir bawahnya.


Alhasil, acara bersiap kembali ke rumah sakit pun kembali di gelar oleh calon pasangan pengantin tersebut, dan tentu saja didominasi dengan suara Alex yang sudah lima menit menggerutu akibat pakaian kekasihnya.


"Itu potongan lehernya terlalu ke bawah, Sayang! Kenapa sih, kamu mau pas mama pilihkan baju itu? Ganti yang lain aja. Aku gak suka kamu jadi tontonan gratis orang orang di rumah sakit!''


"Ck! Ganti lagi aja terus! Kapan nih janji kau puasin aku ditepati? Ngabisin waktu aja! Jangan coba bohongin aku ya? Aku bakalan kabur lagi kamu maunya puas sendiri aja terus!" sahut Rose berbalik, lalu mengganti pakaiannya sesuai keinginan sang CEO.


******


"Aduh, Dok. Dari beberapa hari lalu tuh udah gatal gatal aja dua tangan saya ini. Tapi saya gak bisa mau ngapa ngapain efek dibungkus gips kayak gini," kekeh Alex yang sudah dapat menggaruk tangannya.


"Itu tanda tanda pemulihan, Pak Alex. Sering juga terjadi pada luka ringan yang kulitnya terkelupas. Hasil untuk lengan anda ini, sungguh di luar dugaan saya," ucap sang Dokter mengamati hasil dari tiga minggu pemakaian gips.


"Bagaimana dengan jahitan di belakang punggung saya ini, Dok? Saya sih sudah bisa duduk tegak seminggu yang lalu," sahut Alex dan dokter pun tersenyum.


"Lukanya sudah kering, Pak Alex. Apabila dibarengi dengan jarum jarum akupuntur. Harus saya akui jika tak lama lagi anda sudah bisa berdiri dua puluh empat jam di atas pelaminan untuk bersalaman dengan tamu undangan pada pesta pernikahan anda nanti," kelakar sang dokter dan Rose yang sejak tadi diam kini tertawa lepas.


"Terima kasih banyak ya, Dok? Memang beberapa minggu ini, saya merasa sangat tersiksa dengan keadaan fisik yang gak bisa berbuat apapun. Cuma kalo dipikir pikir dengan adanya kecelakaan, Saya bisa mendapat restu dari kedua orang tua saya untuk segera menikah dan mendapatkan dia kembali yang sempat kabur," ujar Alex menunjuk Rose dengan dagunya, "Rasanya ingin sekali mengulang momen super mengharukan itu," lanjut Alex dan dokter terkekeh.


"Inilah takdir, Pak Alex. Di setiap cobaan pasti ada hikmah yang ingin Tuhan sampaikan dan dapat juga kalian berdua jadikan pengalaman, ketika rumah tangga kalian nanti di guncang badai prahara," sahut dokter masih dengan seulas senyumannya, ''Harus selalu ingat. Oh, dulu juga susah bangat pas mau nikahin istri akibat mama gak kasih restu. Jadi saya sekarang gak boleh egois dengan berbuat sesuatu yang bisa menghancurkan biduk rumah tangga, karena perjuangannya hampir mengorbankan nyawa saya sendiri karena tabrakan di pintu tol demi cari dia yang kabur. Gitu kan ya?'' lanjut sang dokter bermonolog, dan keduanya tertawa lepas.


"Iya, Dok. Saya akan selalu berusaha untuk bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk Rose serta anak anak kami. Super sekali nasehatnya, gak bakalan dilupain deh," sahut Alex dan kelakar lainpun terjadi beberapa menit dalam ruangan tersebut, sebelum keduanya berlalu dari sana.