
Tok tok tokkk tokk.....
"Permisi, Bos. Ini Ipeh sama Emak nih. Ada yang penting soal si Rose, Bos....''
Ceklek....
Pintu pun segera dibuka ketika Alex mendengar nama Rose disebutkan.
"Katakan! Dimana Rose, Ipeh? Mak Rape, dia dimana?'' lekas Alex menarik tangan Mak Rape.
Suara Jhonny bahkan masih terdengar di ujung handphone sang CEO, tetapi ia tak memusingkan anak buahnya itu ketika ternyata di depan matanya kabar Rose siap didapatkan.
"Bos, Emak masuk baru ngomong aja ya? Soalnya takut kenapa napa. Serem emak sendiri dekat teras sambil bicara soal penting kayak gini. Jadi----''
"Oh iya. Ayo masuk, Mak,'' seru Alex membiarkan Mak Rape dan Ipeh masuk ke dalam, "Jadi gimana, Mak?'' cecarnya lagi ketika mereka baru saja duduk.
Alhasil, Mak Rape pun menceritakan sati per satu hal yang ia ketahui dan ketika cerita usai, Alex dengan cepat meraih kunci mobil sport miliknya dan segera melajukan kendaraan mahal itu menuju ke tempat dimana ia dibesarkan selama ini.
"Mama brengsek! Argh! Gue udah duga ini pasti ada kaitannya sama Mama! Argh!'' teriak Alex memukul setir mobi; beberapa kali.
Pikirannya kalut dan benar benar tak isa dipakai berpikir jernih, tetapi satu panggilan di ponsel membuat ia harus meredam sedikit emosinya.
"Halo, Pap?"
"Pulang sekarang juga! Kamu apakan mama sampai kakinya luka luka dan di perban model gini, hah?! Papa kasih restu buat kalian berdua! Tapi bukan dengan cara kamu menyakiti ibu kamu, Alexander The Laode! Pulang atau papa yang akan cari kamu di sana!'' dan sambungan telepon pun terputus.
"Argh, Brengsek! Apa lagi drama yang mama buat, hah?!'' teriak Alex sekali lagi memukul setir mobilnya sekalil lagi, "Gue bakal ceritain semuanya sama papa! Gue gak boleh biarkan mama berhasil pengaruhi papa! Ini bahaya dan ini gak bisa dibiarkan! Rose, kamu dimana sayang? Tunggu aku, sayang. Aku akan datang selamatin kamu dari mama, Rose. Aku bakalan lakukan apa pun!''
"Sial! Ini lampu merah kok lama bangat, sih?! Brengsek! Argh!'' teriak Alex frustasi, akibat terjebak kemacetan kota Jakarta setelah keluar dari pintu tol Antasari.
Namun, tak sampai beberapa lama kemudian lampu lalu lintas pun berubah menjadi hijau. Karena mobil ALex berada di barisan paling depan, maka dengan tergesa pula tangannya menyentuh persneling dan kakinya menekan pedal gas. Tujuan sang CEO muda itu hanya satu, apalagi kalo bukan rumah yang selama ini ia tinggali bersama kedua orang tuanya.
Alhasil, setelah tiga puluh menit berjibaku dengan jalanan ibu kota, kini sampailah Alex di depan pintu pagar tinggi rumah mewahnya.
Tin tin tin tinnnn,,,,,,
Klakson dari mobil sport yang masih Alex kemudikan itu bahkan ikut menjadi saksi bagaimana rasa emosional dalam dirinya, ynag tentu saja semakin bergejolak ketika sedikit lagi wajah sang ibu berhasil dilihatnya.
"Maaf, Den. Saya buang air kecil tadi,'' ucap security yang kini sudah membuka pintu pagar.
Namun, Alex tak mau repot repot membalas perkataan tersebut, selain terus melajukan mobilnya mendekat ke teras rumah.
"Mama! Mama! Mama dimana, hah?! Cepat kelu---"
"Siapa yang suruh kamu teriak teriak Alexander The Laode?! Mau jadi jagoan lagi kamu?! Enggak puas udah bikin kaki mamamu luka kayak gini?'' amuk Guen ketika Alex sudah masuk ke ruang tamu. Sebab di sanalah kedua orang tuanya berada, sehingga teriakan kerasnya sangat mengganggu di pendengaran.
"Dengerin, Pap! Mama bisa luka kayak begini jelas semua bukan ulah Alex! Mama sendiri yang menarik tangan Alex dan paksa paksa untuk pulang ke rumah, padahal Alex lagi sibuk cari Rose, dia diculik, Pap. Mama yang culik Rose!''
"Apa?! Mama yang culik cewek udik itu kamu bilang, Lex? Atas dasar apa kamu tuduh mama seperti ini? Lihta, Pap? Benar kan apa yang mama bilang tadi? Orang itu sudah membutakan maya anakmu, sampai sampai dia rela tinggal di rusunawa tapos dan durhaka sama Mama begini!'' cerocos Nyonya Milea menunjuk lututnya yang sudah di balut perban.
"Alah, Mama gak usah ngeles lagi! Mama kira gak ada yang lihat?! Ada, Ma!'' sahut Alex tidak memedulikan kata sopan lagi di sana, "Mobil yang mama bawa tadi itu ada sehabis subuh di sekitar komples rusunawa dan Ibunya Jhonny sendiri yang lihat! Jadi mama mau ngeles apa lagi, hah? Mama kan yang dari dulu ngebet banget aku pisah sama Rose?!''
"Tapi bukan mama yang buat cewek udik itu pergi, Alex! Kamu memangnya punya bukti kalo mama yang culik dia? Kamu kira ada untung apa sampai mama harus capek capek culik cewek enggak berguna seper---''
"Cukup, Ma! Dia punya nama dan dia bukan cewek gak berguna!'' teriak ALex begitu berapi api, "Alex cinta sama dia, Ma! Rose Van Houteen itu calon istri Alex dan juga akan menjadi ibu dari anak anak Alex yang juga cucu Mama! Jadi bilang sekarang, Ma! Bilang ke Alex dimana mama sembunyikan Rose! Alex mohon, Ma.... Bilang di mana dia!''
"Mama gak tau dan mama gak mau tau, Alex! Jangan tuduh mama kayak gini, karena mamamu ini bukan penjahat! Mama yang melahirkan kamu, Alex! Mama cuma mau yang terbaik buat kamu!'' sahut Nyonya Milea berteriak keras, lalu terisak setelahnya.
Perdebatan tersebut benar benar membuat Guen The Laode tak dapat berkata apa apa. Selama ini ketika kedua orang yang pria itu sayangi bertengkar, dirinya hanya diam dan mengamati dan kali ini ia sudah tahu jawabannya.
Prang!