I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 56



Sementara itu dari dalam mobil, dua orang wanita berbeda usia kini tengah duduk memandang lurus kearah jalanan kota Depok yang mulai ramai. Nyonya Milea sibuk menyetir mobilnya, sedangkan Rose Van Houteen sibuk meremas jari jemarinya yang mulai berkeringat.


Beberapa kali Rose menahan rasa mual yang ingin keluar dari mulutnya, karena memang saat ini ia mulai merasakan sakit seperti ditusuk pisau pada bagian dadanya.


"Kamu tahu kenapa saya bawa kamu ikut dalam mobil ini?'' akhirnya suasana hening yang sejak tadi tercipta, kini terpecahkan oleh suara Nyonya Milea lebih dulu.


"Tahu. Pasti gara gara Alex kabur lagi dari rumah kan, Bu?'' tebak Rose membuat ibu Alex itu geram bukan main.


"Dia bukan kabur. Tapi kamu yang pengaruhi dia biar mau tinggal di rusunawa tadi sama kamu! Seenaknya aja kamu bilang dia kabur! Anak saya dari dulu gak pernah bisa diajak hidup susah!''


"Tapi itu kenyataannya, Bu. Saya sudah suruh Alex pulang, Bu. Cuma katanya ibu malah tampar Alex makanya dia ngambek lagi dan belum mau nurut pas saya suruh pulang," jelas Rose.


"Ya karena dia menolak perjodohan yang sudah saya atur. Kamu tahu Shella Juarta yang artis dan orang tuanya punya perusahaan besar itu? Seperti itu wanita yang pantas untuk Alex, bukan kamu! Bisa gak sih kamu gak paksain Alex untuk terus lengket sama kamu?!" kesal Nyonya Milea semakin menambah laju kecepatan mobilnya.


"Saya sudah berulang kali coba katakan apapun sama Alex, Bu. Tapi saya tidak bisa menolak waktu batinnya kesakitan, karena jiwanya buruh saya. Apa ibu mau Alex bayar banyak wanita penghibur dan kembali seperti dulu lagi? Tolonglah, ibu mengerti kalo hubungan kami ini berlandaskan **** semata. Bukannya seperti itu yang ibu minta sama saya kemarin?'' ujar Rose untuk kesekian kalinya. Pada akhirnya, keluar juga unek unek yang terpendam dalam dirinya.


Namun, perkataan perempuan itu tak membuat Nyonya Mileapuas, hingga akhirnya ia memilih menepikan mobil setelah masuk ke dalam pintu tol antasari.


"Shella Juarta juga bisa memuaskan Alex, Rose Van Houteen! Kamu pikir hanya mulutmu sendiri yang bisa memuaskan hasrat seka anak saya? Asal kamu tau ya?! Kondisi keuangan perusahaan kami sedang goyang sejak peristiwa sabotase yang terjadi di Sidoarjo itu tercium ke media cetak, saya sudah mewanti wanti kamu dari kemarin kan?!'' kesal Nyoya Milea menatap ke arah Rose berada, "Di pabrik kedua saya itu, sekarang lagi ada demo mogok kerja! Makanya si Jhonny yang tinggal sama kamu di rusunawa itu juga disuruh pergi sama beberapa anak buah premannya. Ini bukan masalah main main, Rose! Kalo sampai indeks harga saham The Laode Corporation di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya menurun dratis, maka perusahaan butuh suntikan dana segar dari beberapa investor dan saya hanya berharap Ayah Shelle Juarta bisa membantu!''


Sekakmat!


Tentu saja Rose terdiam dengan penjelasan panjang lebar Nyonya Milea, sebab ada kemungkinan ucapan wanita itu benar, karena kemarin ia sempat mendengar ocehan Alex tentang mogok kerja massal yang akan terjadi di pabriknya. Sehingga, kini perasaan tak menentu pun berkecamuk dalam benaknya.


"Lalu apa yang ibu mau? Saya datang ke Jakarta dengan tujuan ingin bisa kuliah dan meraih cita cita saya, Bu. Oleh sebab itu saya menerima pekerjaan untuk memuaskan batin Alex dan buntutnya jadi seperti sekarang ini,'' pasrah Rose bercerita tentang kegalauannya.


"Serahkan semua sama saya kalo begitu, Rose! Saya kasih kamu dua ratus juta, tapi kamu harus pergi dari Jakarta dan melupakan Alex demi masa depan dia dan perusahaan saya. Bagaimana?''


Oh....Tuhan! Raja durajana telah bekerja dan dengan mudahnya ia berhasil memenangkan perang batin yang bergejolak dalam otak polos Rose kini.


"Kalo begitu, apa ibu bisa antar saua ke tempat teman saya yang tinggal di daerah kedoya? Setelah itu, saya akan menuruti semua kemauan ibu.'' Dan begitulah riwayat kisah kasih cinta tanpa restu itu kini.


Mobil yang dikendarai Nyonya Milea pun kembali melaju melewati tol antasasri menuju ke arah Jakarta dan hampir lima puluh menit kemudian, mereka sampai di depan rumah mewah milik seorang wanita yang beberapa hari ini sudah menjadi teman baik Rose.


"Saya pamit---"


"Tunggu, Rose. Saya gak mungkin berbohong dengan ucapan saya.'' cegah Nyonya Milea, ketika Rose hendak membuka sabuk pengamannya.


"Gak usah aja, Bu. Lupain apa yang saya bilang tadi. Saya janji bakalan pergi dari---"


"Ck! Sudah. Kamu jangan bantah lagi. Ini cek dua ratus juta yang saya janjikan ke kamu. Tolong kamu cairkan di Jakarta saja, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari Alex. Nanti saya yang akan mengakui uang itu untuk keperluan keluarga kami.''


"Tapi, bu----"


"Gak ada tapi tapian, Rose. Saya bukan monster yang terlalu kejam. Saya juga paham posisi kamu. Dan untuk urusan kuliahmu, ada adik saya yang bekerja di Universitas Trissakti. Jadi setelah pulang dari sini, saya akan bantu kamu untuk minta ulang surat pindah  kamu ke adik saya. Jadi setelah surat pindah  kuliah itu ada, tolong sore ini kamu sudah harus pergi dari Jakarta. Pergilah ke tempat yang jauh, Rose. Saya akan doakan kamu biar bisa kuliah dengan lancar tanpa hambatan. Saya yakin hidup kamu bisa berubah jauh lebih baik, tanpa harus bekerja seperti pertama kali kamu ketemu sama Alex dulu. Kamu fokus aja kuliah dan jangan percaya sama omongan laki laki dulu, Rose. Itu kunci utama kalo mau cepat jadi Sarjana. Saya yakin kamu pasti bisa, karena kamu sebenarnya adalah anak yang baik.'' ujar Nyonya Milea panjang lebar, bahkan kali ini ia ikut menangis dan membawa perempuan cantik itu ke dalam pelukannya.


Suasana haru beberapa menit terjadi di dalam mobil tersebut dan diakhiri oleh permintaan maaf Nyonya Milea, "Maafkan saya, Rose. Maaf jika saya harus menyakiti kamu. Ini demi Alex. Saya hanya ingin anak saya hidup bahagia, Rose. Tolong kamu jangan marah sama saya, ya?''


"Saya yang harus minta maaf, Bu. Saya mungkin juga akan seperti ini kalo berada di posisi ibu. Jadi saya pamit ya, Bu? Tolong jaga Alex baik baik buat saya.''