I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 73



"Pasang seat belt mu itu. Nanti diomelin sama pramugarinya. Kamu tahu gak caranya?'' tegur Nyonya Milea, saat mereka berdua sudah duduk di dalam sebuah pesawat komersil.


"Maaf, Bu. Saya gak pernah naik pesawat." jujur Rose dengan cengiran khasnya.


"Gitu kok diam aja dari tadi, sih? Tanya dong! Jangan diam atau main nyelonong aja kayak tadi di rumah sakit itu. Saya gak suka ya, punya mantu yang gak bisa diatur. Kalo mau jadi istrinya Alex, kamu harus nurut apa kata saya, ngerti?'' ujar Nyonya Milea, memasangkan seat belt pengaman di tempat duduk pesawat ke tubuh Rose.


Sang wanita hamil pun hanya bisa menganggukkan kepala, dan sangat merasa kikuk dengan perbuatannya yang sedari tadi menjengkelkan di mata Nyonya Milea. Itulah mengapa setelah meminta maaf sekali lagi, Rose hanya bisa duduk diam, melihat ke arah luar dan berharap tingkahnya tak membuat ibu kandung Alex itu marah padanya.


Namun, baru saja lima menit ketenangan itu terjadi diantara keduanya, satu insiden tak terduga kini terjadi akibat ulang seorang Rose Van Houteen.


"Huek huek huek!''


"Ampun.... Kenapa kamu malah muntah ke arah saya, sih! Bau!''


Hal itu tentu saja disebabkan oleh Rose yang kembali mendapatkan morning sickness dan karena tidak menyiapkan kantong plastik seperti di rumah sakit tadi, maka tubuh bagian depan Nyonya Milea pun harus terkena sasaran akibat dari ketidaksengajaan calon menantunya.


"Aduh, Bu! Ma....maaf... Sa...saya...eng...enggak sengaja..."


"Kamu! Argh!"


********


" Papa yakin mama udah on the way ke rumah sakit ini, Pap? Bawa Rose?" semangat Alex dengan mata berbinar binar.


"Iya. Katanya sih begitu. Tapi pakaian mama itu katanya bau karena pacarmu itu muntah muntah di baju Mam---"


"Hah?! Yang benar aja, Pap?!" kaget Alex terkekeh.


"Serius, Lex. Kamu malah ketawain lagi." sahut Guen ikut terkekeh.


"Iya kali. Kata mama pacarmu itu mau ditinggal aja sama mbak Pesta. Enggak mau mamamu bawa kesini tadi."


"Eh, gak bisa gitu dong! Orang Alex kangen sama mau ngelus perutnya Rose kok. Masa ditinggal di rumah sih, Pap?! Alex mau nyapa calon anak Alex juga." rengek Alex berusaha menggerakkan tubuhnya juga.


"Jangan bandel! Dibilangin jangan gerak kok kamu malah usaha bangun lagi sih, Lex! Kapan sembuhnya kalo gitu!'' kesal Guen memarahi sang putra.


Namun, alih alih mendengar perkataan sang ayah, Alex malah semakin keras berteriak dan menumpahkan emosinya. "Papa jawab dulu! Cepat telepon Mama biar Rose sekalian kesini juga!''


"Enak aja! Kamu tadi janji di depan papa sama dokter bilang apa, hm?! Mau ikut sandiwara papa sama dokter itu kan? Ya mana bisa kamu dua duaan dulu sama pacarmu, karena papa bilang ke mama kamu belum sadar! Gimana sih?!" sahut tuan Guen ikut bersuara tinggi, ''Papa itu kesini karena mau kasih tau kamu, kalo sebentar lagi mereka mau pindahin kamu ke kamar di lantai paling atas rumah sakit ini. Udah gitu harus pura pura pakai oksigen yang kayak mangkok di tutup ke mulutmu itu. Kalo sampai mama diijinkan masuk, kamu jangan bergerak sama sekali, apalagi buka mata! Ngerti enggak?!''


"Enggak mau! Alex mau ketemu Rose. Mau ketemu calon anak Alex juga." rengek Alex persis seperti balita meminta susu.


"Kalo kamu gak nurut, papa gak mau kasih restu kamu nikahin pacar kamu! Sudah janji kok diingkari, sih?! Kamu itu laki laki atau bencong, hm?! Nanti malam kalo mamamu Udah tidur, papa janji bakalan suruh Jhonny yang antar Rose kesini. Hari ini kan tim yang dari Jakarta ke Sidoarjo udah pulang tuh. Nah, si Jhonny pasti ikutan pulang juga. Benar kan?'' ujar Guen membujuk anaknya.


"Beneran, Pap?''


"Iyalah, benar. Emang papamu ini bencong kayak kamu. Ngomong janji kok malah diingkari. Asal----"


"Asal apa, Pap?" sanggah Alex tak sabaran.


"Asal kamu balikin pacar kamu sebelum subuh! Kasih tau Jhonny jangan sampai ketahuan!" sahut Guen dan Alex terkekeh.


"Beres itu, Pap! Alex gak bakalan bohong kok. Asal Alex bisa ketemu Rose sama bisa nyapa calon bayi Alex aja kok, Pap," semangat Alex menampilkan senyum sumringah.


Namun, yang Guen tangkap dari senyum di wajah putranya adalah senyuman dengan arti lain, dan ia pun lekas mewanti wanti anaknya. "Kamu jangan suruh Jhonny keluar dari kamar itu juga ya, Lex? Kamu harus ingat kalo badanmu itu barus habis operasi. Jadi jangan buat keanehan sampai berhubungan badan di kamar barumu nanti! Dengar enggak?!''


"Idih, Papa! Pikirannya jorok aja!" celetuk Alex dan keduanya pun tertawa sangat lepas.