I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 55



Fajar menyingsing di ufuk timur kota metropolitan yang kala itu meneriakkan panggilan suci untuk para pemeluk agama islam agar segera bangun dan menjalankan ibadah mereka. Saat itu juga, Nyonya Milea juga ikut terbangun, tetapi bukan beribadah tujuannya terjaga dari tidur.


Hal tersebut tentu saja dari rencana yang sudah ada dalam kepalanya sejak pulang dari rusunawa tapos di Depok. Ia hendak melaksanakannya itu dan entah akan berhasil atau tidak.


"Pap? Papa....." tegur Nyonya menyakinkan penglihatannya. "Masih nyenyak bangat si Papa. Selamat..... Kalo gitu aku pergi sekarang aja. Biar gak kena macet di jalan." cicitnya turun dari tempat tidur.


Nyonya Milea masuk ke dalam kamar mandi, lalu mencuci muka serta menggosok giginya. Namun, Ia sama sekali tidak mengguyur tubuhnya dengan air akibat udara masih terasa dingin menurutnya.


"Pakai jaket deh. Biar gak kedinginan," batinnya mengambil jaket tebal hadiah dari sang suami.


Ketika resleting jaket telah sempurna membungkus tubuh bagian atasnya, maka pergilah Nyonya Milea dari sana dengan sedikit mengendap endap agar tidak berisik dan membangunkan Tuan Guen.


Sesampainya di lantai dasar, lagi lagi Nyonya Milea sama sekali belum mendengar aktivitas apapun. Maka dengan tergesa ia membuka pintu utama lalu berbelok ke arah dimana garasi mobil. Ia lantas masuk ke dalam salah satu mobil matic miliknya, dan pergi dari sana.


Nyonya Milea bahkan engga memanaskan mobil yang sudah lama tak dipakai, sekali lagi karena alasan takut rencananya gagal terlaksana.


"Tunggu kamu Rose Van Houteen! Kita lihat saja apa hari ini usahaku berhasil atau tidak?!" gumam Nyonya Milea di balik kemudi mobil.


Ibu satu anak itu terus menerobos jalanan pagi di kota Jakarta yang mulai ramai dan sibuk, bersama dengan rencana ciamik versi dirinya untuk membuat Rose patuh padanya seperti kemarin.


########


"Makasih, sayang..... Nasi gorengnya beda kali ini," celetuk Alex memasukkan satu suapan terakhir ke mulutnya.


"Iya, aku pakai seafood it----"


"Apa?!'' teriak Alex lekas meneguk air putih di gelasnya hingga tandas, "Seafood apa yang kamu pake sayang? Aku alergi ikan tenggiri sama udang!''


"Emang tadi ada kelihatan aku pakai udang? Itu pake kepiting kemasan yang kamu pesan dari instagram itu loh. Siapa juga yang jalan ke pasar nyari udang sama tenggiri? Orang aku kemana mana kamu yang anterin aku beberapa hari ini. Kulkas juga belum sempat diisi efek kita baru pindah. Benar kan?'' sahut Rose memajukan bibirnya.


"Iya, lupa! Aku kira pake udang atau tenggiri. Habis kan kamu suka sama pempek, Jadi ya gitu deh. Maaf ya, sayang?" kekeh Alex beringsut mendekati Rose yang sibuk menyiapkan kotak makan siang Alex.


"Ya sudah sana kamu mandi terus ke kantor, deh. Aku kuliahnya masih jam sepuluh. Ada 3 sks jadi kelarnya jam satuan. Nanti aku pesan taksi online aja."


"Maafin aku ya, Sayang? Si Jhonny emang kali ini harus bangat ke Sidoarjo. Dia pergi temani Pak Badron yang Manager produksi muda itu. Soalnya ini masih ada sangkut pautnya sabotase dan phk massal yang kemarin di sana. Aku takut aja si Badron dijahati pasukannya si empat manager itu aja, sih. Makanya aku suruh si Jhonny ikut buat jaga jaga," Alex kembali menjelaskan pada kekasihnya untuk yang kedua kali.


"Semalam kan udah kamu kasih tau, Lex. Kenapa sekarang cerita lagi dan minta maaf terus? Orang kampus aku dekat kok dari sini. Lagian supir taksi online itu pak Dudung yang di lantai satu kan? Jadi gak mungkin sama kayak si Bo---"


"Udah ah, Udah! Bahas yang lain aja. Jadi ceritain si gila itu kan? Males aku dengarnya," potong Alex dan Rose lekas menarik hidung mancung kekasihnya.


"Makanya kamu itu sekarang pergi mandi dan buruan siap siap. Masa Bos ke kantor terlambat terus? Lagian aku mau makan nih, dari tadi sibuk ngurusin kamu aja. Isi tenaga dulu dong aku. Kali aja habis keluar kamar mandi minta morning **** lagi. Gak lucu kan kalo aku nanti serapan itunya kamu duluan baru serapan nasi goreng?" sahut Rose dan Alex pun terkekeh sembari menghadiahi seluruh wajah wanitanya dengan kecupan kecupan kecil di wajah.


"Sayangnya, aku sekarang udah mulai pintar, ya? Ketularan mesumnya aku atau gimana nih? " jawab Alex semakin keras terkekeh.


Alhasil, Alex pun melenggang ke kamar mandi dan Rose melanjutkan sarapannya.


Selesai mandi, Alex bersiap ingin menambah jatah untuk si Jun seperti yang Rose katakan sebelumnya. Sayang sekali si cantik dan si bibir seksi tebal itu tak juga ia temukan, sehingga dirinya pun sedikit kelimpungan di sana.


"Rose?!'' teriak Alex terburu buru memakai kaos dan celana boxernya. "Sayang.... kamu dimana?!" lanjut Alex berteriak. Ia kini sudah berada di koridor lantai lima, tempat rusunawa mereka berada. Namun, sejauh mata memandang, sosok Rose tak terlihat juga di sana.


Seribu langkah pun segera Alex lakukan dan tujuan utama Alex adalah Badriah, Adik Jhonny yang tinggal di lantai empat.


Tok tok tok tok.....


Alex sekuat tenaga mengetuk pintu, ketika sudah sampai di depan hunian Badriah.


"Sabar! Ya salam.... siapa sih pagi pagi udah bikin rusuh aja!'' teriak suara dari dalam.


Tok tok tok tokkk....


Namun, Alex tetap saja mengetuk pintu itu dengan begitu menggebu, sehingga penghuninya ikut tergesa gesa berlari ke arah pintu dan membukanya.


"Loh, Bos Alex?! Kok ada disi---''


"Rose mana?" sanggah Alex tak mau berbasa basi.


"Hah? Rose? Kok tanya ke Badriah, Bos? Kan ini masih pagi banget. Ya di lantai lima dong, lupa ya, Bos?''


"Gak lupa, Bad. Maksud gue tuh barusan lo lihat Rose gak? Atau dia main kesini gak?" Alex mulai panik dengan jawaban Badriah yang tidak ia inginkan.


"Badriah baru aja mau tidur habis ngaji dikit tadi, Bos. Lagian ini baru jam enam lewat, Ya gak mungkinlah Rose main kesini,"


Deg!


Jantung Alex serasa dicabut paksa mendengar ocehan Badriah yang memang sangat masuk diakal pikirannya.


"Ya udah, Bad. Gue kebawah aja deh. Kali aja ada di warung kopinya si Jen---"


"Belum buka kali, Bos. Bukanya jam sembilan gitu," sahut Badriah keluar dari pintu huniannya. "Ayo kita cari sama sama aja deh, Bos. Kali aja ada yang lihat di bawah tadi. Heran deh, masa pagi pagi gini Rose bisa hilang? Kalo malam malam hilang, baru tuh ada kemungkinan di gondok setan!"


"Hus! Jangan sampai gitu dong, Bad. Gue gimana nanti?''


"Ya makanya. Ayo buruan cari deh, Bos." keduanya bergegas menuruni anak tangga, guna mencari keberadaan Rose yang tiba tiba menghilang.