I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 84



"Wah, cantik bangat! Kayak kamu dulu waktu muda ya, Mam? Pasti Alex bakalan kaget lihat Rose di make over begini," ujar Tuan Guen begitu antusias, tetapi Nyonya Milea hanya memutar bola matanya.


"Papa itu kan emang mata keranjang. Enggak bisa bangat lihat cewek cantik. Udah sama tuh kayak pengacara kondang di instagram. Untung aja mama galak! Coba kalo gak? Udah lepas kendali pasti deh," sahut Nyonya Milea mencibir suaminya.


"Enggak karena mama galak kok. Papa kan pecinta wanitanya pas masih bujang dan belum ketemu mama aja. Waktu kita udah pacaran sampai menikah, emang ada papa lirik lirik cewek lain? Belum lagi papa kena varises kelamin, mana bisa bikin puas wanita. Mama aja tiba tiba berubah jutek terus sama papa. Itu pasti Karena mama gak pernah merasa puas lagi kan?" sahut Guen membuat suasana hening seketika.


Wajah Nyonya Milea pun seketika berubah sangat muram, terlebih lagi apa yang Guen katakan di dengar oleh calon menantunya yang siap ia antar menuju ke altar Tuhan.


"Papa tau gak ini dimana dan kuta lagi ngapain? Tolong jangan rusak suasana dan riasan di muka mama ya, Pap? Apa yang papa pikirkan itu salah besar! Mama begini karena papa itu terlalu memanjakan Alex. Terlalu lembek dalam mengambil keputusan dan begitu down setelah penyakit itu ada di tubuh papa!" sahut Nyonya Milea berbalik dan bersiap menuju ke kursi paling depan, setelah ia selesai mengecek kondisi Rose sekali lagi.


"I love you, Milea. janji ya kamu gak bakalan nangis dengar Alex ngucapin sumpahnya nanti?'' celetuk tuan Guen yang sukses membuat Nyonya Milea mematung di tempat.


"Heh, itu udah dikasih kode tuh. Sana kalian berdua jalan gih, ke altar. Ribut aja gombalin mama! Nanti malam aja kata kata mutiaranya. Dasar bule nyebelin!" ujar Nyonya Milea menunjuk ke arah fotographer yang memberi kode untuk segera melangkah.


Alhasil, tuan Guen oun meletakkan tangannya di pinggang, lalu memberi aba aba pada Rose agar wanita itu segera mengapit lengannya.


Setelah itu keduanya pun melangkah di atas karpet merah yang panjang dan bertabur bunga, tetapi hal buruk tiba tiba terjadi di tengah perjalanan dan tentu saja itu karena ulah dalam anak kandungan Rose Van Houteen.


"Hoek! Hemph! Hemph!"


"Astaga, Nak! Tahan mulut kamu. Jangan sampai muntah nanti si mama bisa heboh besar. Apalagi acaranya sudah dimulai ini. Tahan dulu ya?'' bisik Guen terkejut dengan morning sickness yang Rose dapatkan.


"Maaf, Pa. Rose gak tahan sama bau parfumnya papa." Namun, Rose yang polos menjelaskan secara jujur dan wajah Guen tiba tiba saja memerah seperti tomat yang siap di panen.


"Maaf ya, Rose. Ini tuh parfum baru oleh oleh dari kolega Papa. Kata mama aromanya enak kok, cuma papa gak tau aja kalo bikin kamu---"


"Hoek!''


"Astaga!'' pekik beberapa tamu undangan yang duduk dibarisan depan kursi gereja.


"Aduh, Nak.... Tahan.... Jangan mual lagi. Itu tuh muka mama udah berubah jadi kayak monster tiba tiba. Tahan ya?" lirih tuan Guen hampir tak terdengar.


Rose pun berusaha menggosok gosokkan tangannya yang memegang buket bunga ke arah perut dan bersamaan dengan itu, mereka sudah mulai melangkah di atas anak tangga menuju ke altar.


"Duh, Papa.... Apa apaan sih tadi? Bikin heboh aja sepanjang jalan kesini." bisik Alex bersiap menerima telapak tangan Rose.


Maka setelah itu, tuan Guen pun turun dari atas altar dan melangkah menuju kursi terdepan lalu duduk di samping Nyonya Milea.


Namun, baru saja bokong pria bule itu mendarat dengan sempurna di atas kursi Gereja, Nyonya Milea sudah lebih dulu meremas pangkal pahanya hingga membuat ia terbatuk.


"Ukhuk ulhuk...." lalu menjadi pusat perhatian beberapa umat, tak terkecuali Pastor yang menengadahkan ke atas dan bersiap untuk berbicara.


"Awas kamu ya, Guen! Bikin malu aku aja sepanjang jalan bisik bisikan sama Rose. Dasar keganjenan! Udah tau anaknya mau nikah, malah bikin heboh dalam gereja. Tunggu aja nanti sampai di rumah!'' batin Nyonya Milea yang saat itu sudah bergerak untuk berlutut, sesuai arahan Pastor.


Alhasil, satu persatu seremoni penerimaan sakramen perkawinan menurut tata perayaan umat katholik itu pun terjadi di sana, dan kini sampailah sang Pastor mengarahkan Alex dan Rose untuk mengucapkan janji suci pernikahan.


Pastor meminta Alex meletakkan telapak tangannya di atas Alkitab dan Alex pun mengikuti arahan tersebut. Tak sampai tiga detik kemudian janji pun diucapkan dengan lantang oleh sang mempelai pria terlebih dulu.


"Di hadapan Tuhan, Imam, para Orang Tua, lara saksi, saya Alexander The Laode, dengan niat suci dan ikhlas hati memilihmu Rose Van Houteen menjadi istri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, diwaktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi ayah yang baik bagi anak anak yang dipercayakan Tuhan kepada saya dan mendidik mereka secara Katholik. Demikian janji saya demi Allah dan injil suci ini, semoga Tuhan menolong saya."


Selanjutnya giliran Rose yang mengucapkan janji pernikahan juga setelah meletakkan tangan kanannya di Alkitab.


"Di hadapan Tuhan, Imam, para Orang Tua, lara saksi, saya Rose Van Houteen dengan niat suci dan ikhlas hati memilihmu Alexander The Laode menjadi suami saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, diwaktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku. Saya bersedia menjadi ibu yang baik bagi anak anak yang dipercayakan Tuhan kepada saya dan mendidik mereka secara Katholik. Demikian janji saya demi Allah dan injil suci ini, semoga Tuhan menolong saya."


Setelahnya, Pastor kembali menengadahkan tangan dan mengucapkan berkat, mengesahkan sakramen perkawinan tersebut.


"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat diceraikan oleh manusia kecuali maut yang memisahkan."


Perayaan pernikahan itu dilanjutkan dengan bertukar cincin disertai oleh kata kata keharuan yang harus diucapkan oleh kedua mempelai. "Kusematkan cincin ini sebagai lambang cinta dan kasihku kepadamu."


Maka cincin pun sudah disematkan di jari manis masing masing mempelai, dan tak lama kemudian Pastor memberi arahan lada Alex untuk mengecup kening Rose.


"Aku sangat mencintaimu, Rose Van Houteen." ujar Alex sebelum melakukan apa yang diarahkan Pastor.


"Woah.... Suit suit!''


Akan tetapi Alex bukannya mengecup kening Rose, melainkan ******* bibir wanitanya dengan begitu berapi api, hingga membuat umat yang hadir di acara pemberkatan pernikahan itu pun heboh di tempatnya masing masing.