I Like Your Sexy Lips

I Like Your Sexy Lips
Bab 79



"Eh, Lex? Mau kemana lagi? Aku udah ganti baju nih. Ayo kita ke rumah sakit," tegur Rose karena calon suaminya berusaha bangun dari kursi roda.


"Aku mau tidur! Kapan kapan aja buka gips sama jahitan di punggung ini. Aku pusing jadi enggak bisa jalan!" sahut Alex terdengar sangat ketus.


Rose pun dengan sangat berat hati membantu calon suami untuk berbaring di tempat tidur dan bersiap melepas sepatu yang sudah melekat di kedua telapak kaki Alex.


Ceklek


"Loh! enggak jadi pergi?'' tanya Nyonya Milea yang tiba tiba saja masuk ke kamar putranya.


"Anu, Ma. Alex----"


"Alex pusing, Ma! Biar aja gak usah dibuka gips sama jahitannya! Biar sekalian gak bisa ngapa ngapain selamanya! Sana keluar!'' sela Alex dan Nyonya Milea terbelalak.


"Lah! kamu gimana sih, Lex? Buka gips sama jahitannya dulu hari ini dong! Besok kan kamu ada kursus perkawinan di Gereja. Katanya mau cepat cepat menikah. Kok malah malas malasan?'' sahut Nyonya Milea, membulatkan kedua bola matanya pada Rose.


Namun, wanita dua puluh satu tahun itu hanya menggelengkan kepala, menjawab kode yang dilemparkan oleh sang calon ibu mertua.


"Enggak usah nikah aja! Kepala Alex pusing mau pecah! Keluar dari sini semua! Cepat keluar!'' teriak Alex dengan kedua mata yang tertutup rapat.


Alhasil, Nyonya Milea yang ingin berdebat pun bersiap keluar dari kamar putranya, tetapi ia tak lupa menyeret pergelangan tangan Rose untuk ikut bersamanya.


Alhasil, keluarlah kedua wanita berbeda usia itu dan Nyonya Milea membawa Rose menuju ruangan menonton yang ada di lantai dua.


"Jelaskan apa yang terjadi! Kamu bikin Alex bete apalagi, Rose? Kan saya udah ajarin kamu kalo mau istri itu harus menjaga omongan di depan suami, biar mood pasangan enggak buruk dan selalu bisa mesra sampai tua! Kenapa kamu cari masalah lagi? Lihat yang terjadi apa sekarang? Ngambek kan? Terus uang lima ratus juta yang barusan saya kasih ke Wedding Organizer untuk DP pernikahan kalian harus di buang percuma aja gitu? Terus nanti cucuku mau bikin akta kelahiran tanpa pernikahan, memangnya bisa? Cari masalah aja kerjanya!'' repet Nyonya Milea bertanya. Namun, rentetan kata mutiara lain tetap ikut serta dalam pertanyaan tersebut, sehingga Rose pun tak bisa segera menjawabnya.


"Maaf, Ma. Rose gak sengaja." hanya itu jawaban yang bisa ia berikan.


"Maaf maaf! Mama gak butuh hal itu! Yang mama maksud, Alex itu kenapa sampai bisa ngambek?!" tanya Nyonya Milea sekali lagi, ''Kamu semalam gak keluarin airnya dia?''


Bingo!


"Jawab, Rose! Kamu ini mau dicarikan solusi gak?! Kalo cuma diam aja kayak begini? Bagaimana mama bisa tau penyebab Alex ngambek kan? Terus kalo dia beneran gak mau nikahin kamu gimana? kamu pikir keluarga nanti gak malu kalo sampe ada orang yang tau Alex punya anak tapi belum menikah?!" sengit Nyonya Milea lagi, dan Rose pun akhirnya luluh, memberi penjelasan lengkap tentang sikap Alex barusan.


"Kamu jangan bohongin saya ya, Rose! Masa Alex batalin pernikahan cuma gara gara kamu gak mau ngasih itumu ke dia? Orang dari dulu dia lebih suka pake mouth kok! Masa sekarang harus nusuk punyamu dulu baru puas?!" kaget Nyonya Milea, menunjuk ke arah daerah terlarang sang calon menantu.


Rose pun kembali diam dan menunjukkan wajah muram, hingga Nyonya Milea yang geram pun akhirnya pasrah dengan kenyataan yang terjadi.


"Ya, sudah! Sekarang kembali ke kamar Alex. Kunci pintunya terus lakukan tugasmu sampai Alex bilang puas dan mau pergi ke rumah sakit!'' tegas Nyonya Milea melipat lengannya di dada, "Tapi jangan main lama lama sampai sore, karena setelah pulang dari rumah sakit, kita mau ngukur badan di butik buat gaun pengantin kalian. Ngerti, Rose?!'' lanjut Nyonya Milea dan Rose masih saja diam mematung di tempatnya.


Jelas Rose masih sangat tidak percaya dengan kenyataan, ia harus bercerita tentang hal tabu seperti itu pada ibu kandung Alex. Namun, apalah daya bila ternyata sang pemegang kendali dalam keluarga The Laode, memang masih didominasi oleh kata kata Nyonya Milea seorang.


"Ck! Kok masih disini sih? Apa harus saya anterin dan bantuin buka pakaian kalian berdua biar bisa mulai main tusuk tusukkannya? Sana bujuk calon suamimu!'' pekik Nyonya Milea dan Rose tersadar kembali.


Dengan langkah lebar dia menuju ke kamar Alex, masuk setelah berhasil memutar handel pintu dan mengunci pintu tersebut ketika sudah berada di dalam kamar.


Sedikit tergesa Rose langsung melucuti satu persatu yang digunakannya tanpa aba aba, wanita itu segera naik ke tempat tidur lalu duduk di atas Alex.


"Auw, Rose!''


Rose bahkan tak mau memedulikan rintihan Alex, dengan terus menggerakkan pinggul dan melepas yang masih digunakan si Jun di sana.


"Mama udah kasih ijin. Jadi kamu mau aku apain sekarang, hm? Mau out sampai berapa kali emangnya? Apa kamu aja yang mau dipuasin? Gimana kalo si dedek dulu yang kamu out in kayak dulu dulu itu, bisa gak!" kesal Rose langsung berdiri dan berpindah haluan untuk mengambil posisi.


"Hemph! Rose tung-- auw, Rose!"


Hal itu membuat Alex lantas kian terkejut, tetapi entah mengapa Rose tetap saja bertingkah seperti kuda yang lepas dari kandangnya di sana.


Rose tak mau bangun dari tempatnya dan terus saja melakukan reaksi olahraga, seperti aksi film dewasa yang dipertontonkan Alex padanya tadi malam.


"Aku gak mau bangun, Alex.... Cepat out in dulu punyaku, Tuan Pemaksa! Outin.... Ach.... Sssstt....."