
Pagi itu, suasana rumah keluarga Buya Reyhan begitu hangat,kedua anaknya telah memiliki pasangan masing-masing. Menantu perempuannya Winda begitu lembut dan sangat pengertian cukup cekatan dalam membantu Umma menyiapkan sarapan pagi. Sedangkan Billa, perempuan itu sebenarnya ingin mambantu menyiapkan sarapan, tetapi sang Ibu yang mengetahui kondisi putrinya baru saja melewatkan malam pertama tentu saja faham, tubuh anaknya sedang tidak baik-baik saja. Itulah sebabnya Billa hanya dibolehkan untuk duduk sembari mengupas bumbu.
"Dek, kalau gak nyaman lebih baik istirahat saja. Toh, nanti siang juga kamu harus menempuh perjalanan cukup jauh." Ujar Winda pengertian saat melihat gelagat Billa yang kurang nyaman ketika duduk.
"Hehe, enggak kok Mbak. Lagipula Billa dari tadi juga cuma duduk." Kilah Billa tak ingin merepotkan Kakak Iparnya dan Ibunya menyiapkan sarapan pagi.
"Benar sayang, Umma tahu betul bagaimana tidak nyamannya tubuh kita setelah melewati malam pertama. Lebih baik kembali ke kamar, Kamu juga sebentar lagi safar Nak." Bujuk Umma pada akhirnya, Billa hanya mengangguk malu lalu beranjak pergi ke kamarnya secara perlahan.
"Dek ?" panggil Ricky saat berpapasan dengan Istrinya yang sedang menuju kamar.
"Iya ?" Ricky mendekat dan langsung mengangkat tubuh Istrinya untuk segera masuk ke kamar. Billa yang kaget dengan tindakan suaminya hanya mampu diam dan menatap suaminya dari gendongan.
"Sakit ya ?" Billa hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan Ricky. Perempuan itu segera duduk ditepi ranjang setelah diturunkan oleh suaminya dengan lembut.
"Lain kali jangan seperti tadi Kak, untung saja gak ada orang." Ujarnya sedikit kesal. Ricky tersenyum lucu saat menatap wajah ayu Istrinya kesal karena digendong.
"Memangnya kenapa ? toh kita sudah halal. Mereka juga faham kita ini pasangan." Ucapnya simple lalu beranjak berdiri "Lebih baik sekarang kita siap-siap, sebentar lagi orang suruhan Ayah akan datang." Billa mengangguk lemah sembari beranjak menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Sementara Ricky hanya tersenyum geli melihat tingkah Istrinya yang masih sangat malu seolah enggan untuk dilihatnya. Billa bahkan masih mengenakan kerudungnya walaupun di dalam kamar sejak menunaikan sholat subuh.
"Kakak udah ganti ? Dimana ?" tanya Billa saat keluar dari kamar mandi melihat suaminya sudah rapih dan sangat tampan.
"Disini" Jawabnya singkat sembari berjalan kearah Billa.
"Aku suamimu, tidak perlu canggung ketika didalam kamar, aku berhak melihat rambut indahmu bahkan seluruh tubuhmu aku sudah melihatnya dan itu halal Billa." Ricky terpaksa mengatakan hal itu lantaran melihat sikap Billa yang masih canggung bahkan menutupi mahkotanya padahal hubungan keduanya sudah halal.
"Maaf, aku hanya belum terbiasa dengan kehadiranmu Kak" Ricky mengangguk pelan seraya memeluk Billa dengan sayang.
"Aku mengerti, semoga seiring berjalannya waktu nanti. Kamu benar-benar bisa bersikap normal layaknya pasangan." Keduanya keluar kamar dengan pakaian yang rapih bahkan terlihat serasi.
"Wih, beneran jadi liburan Ky" celetuk Reza saat melihat Adik Iparnya yang keluar duluan dari kamar Adiknya.
"Hem, kami butuh pengenalan lebih dekat" Ricky menggandeng tangan Billa sembari melangkah menuju ruang makan. Reza hanya tersenyum lucu melihat sahabatnya kini benar-benar sudah menjadi Adik Iparnya.
Sarapan pagi itu terasa sangat hangat, terlebih kombinasi keluarga yang lengkap dan begitu ceria membuat suasana semakin terasa. Billa melayani suaminya layaknya Umma melayani Buya ketika makan. Perempuan itu bahkan tak segan menawarkan lauk kepada suaminya karena paham posisinya saat ini telah menjadi Istri.
"Dek, mentang-mentang sudah punya suami Abang gak ditawarin kah ?" ledek Reza yang langsung dicubit oleh Istrinya.
"Mas mau apa.. biar Winda yang ambilin." Jawab Winda sengaja agar suaminya tidak menganggu hari pertama Billa menjalani perannya sebagai Istri. Reza tersenyum lembut memegang tangan Istrinya.
"Tidak usah repot, cukup kamu persiapkan tiga hari kedepan. Kita juga bakalan fokus buat Reza Junior" Bisik Reza yang langsung membuat wajah Istrinya bersemu merah.
Buya dan Umma yang menyaksikan keharmonisan keluarga kecil anak-anaknya hanya mampu tersenyum haru, merasa bersyukur akhirnya kedua anaknya telah menempuh hidup baru dengan pasangan masing-masing.
"Hem, semoga kau juga" Keduanya tersenyum lucu lalu beralih berpamitan kepada Umma dan Buya. Sementara Billa yang sejak tadi merasa takut dan cemas menjadi satu hanya diam berada dalam pelukan Ibunya.
"Sayang.., jika ada hal yang mengganjal dihatimu, bicarakan dengan suamimu Nak. Semuanya akan baik-baik saja jika komunikasi kalian terjalin cukup baik." Billa hanya mengangguk mengerti lalu meraih tangan Ibunya untuk dicium dengan Takzim.
"Tolong jaga Billa Nak Ricky, Buya dan Umma mempercayaimu." Ricky mengangguk pasti lalu mencium punggung tangan mertuanya dengan Takzim.
Pasangan pengantin baru itu kini berada didalam mobil milik Ricky yang baru saja diantar oleh suruhan Ayahnya. Ricky sengaja menyuruh supir Ayahnya untuk pulang lantaran tidak ingin bulan madunya diganggu oleh siapapun. Pria itu bertekad untuk mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir.
"Dek?" panggil Ricky lirih ketika memperhatikan Istrinya hanya diam menatap keluar jendela mobilnya.
"Kak" jawab Billa sendu memberanikan diri menatap suaminya yang kini tengah fokus menyetir. Keduanya saling menatap sekilas namun Ricky segera mengalihkannya untuk tetap fokus menyetir.
"Ada apa.. kalau ada yang ingin disampaikan, bicaralah Dek" ujar Ricky halus menggenggam tangan Istrinya yang sejak tadi dipangku oleh Billa.
"Nanti saja, setelah kita sampai" Ricky menatap sekilas Istrinya yang kembali menatap keluar jendela. Ada yang aneh pada Billa, sejak tadi saat berpamitan. Perempuan itu tiba-tiba diam tanpa minat untuk memulai obrolan. Bahkan hanya menanggapi singkat saat suaminya mulai mengajak mengobrol.
"Kita berhenti sejenak ya.., didepan ada sebuah minimarket, apa kamu butuh sesuatu ?" tawar Ricky memarkirkan mobilnya tepat di halaman tempat belanja tersebut.
"Boleh aku ikut ?" Ricky mengangguk pelan seraya tersenyum hangat menatap Istrinya.
"Tentu saja"
Keduanya turun dari mobil tersebut dan beranjak menuju minimarket setelah Ricky menggandeng tangan Billa. Ricky kembali meneliti wajah Billa saat keduanya tengah mengambil beberapa Snack cemilan dan minuman untuk menemani perjalanan mereka.
"Sudah ? ada lagi ?" ujarnya memastikan agar Istrinya nyaman saat perjalanan.
"Cukup Kak, aku tunggu dimobil ya.." Ricky menatap kepergian Istrinya yang begitu saja tanpa menunggu jawabannya. Pria itu menghela napasnya pelan mencoba berfikir positif dengan tingkah Billa yang sejak tadi berubah.
"Minumlah, supaya lidahnya tidak kaku dan kering karena sejak tadi hanya diam." Sindir Ricky saat memasuki mobilnya dan meletakan belanjaannya tepat di samping Billa.
"Maaf" ujar Billa lirih mengambil minuman segar yang sempat diambilnya tadi saat belanja.
"Apa kamu tidak bahagia saat ini kita akan liburan ?" Ricky sengaja belum menghidupkan mobilnya lantaran tidak ingin kehendaknya membuat Istrinya tidak senang. Billa hanya diam tanpa berani menatap wajah suaminya yang bisa dipastikan saat ini tengah menatapnya lekat.
Suasana semakin sunyi manakala baik Ricky maupun Billa tidak ada lagi yang berupaya untuk memulai obrolan, Ricky bahkan saat ini tidak berniat untuk meneruskan liburan yang sudah direncanakan dari jauh hari sebelum menikah bersama Ibunya.
"Kak.."Panggil Billa lirih memberanikan diri menatap suaminya setelah beberapa menit diam tanpa menjawab pertanyaan dari suaminya bahkan enggan menatapnya.