Habibillah Hawaari

Habibillah Hawaari
Siapa Wanita ini ?



"Kamu yakin bisa menyetir sendiri ?" Billa memastikan teman dekatnya yang sudah duduk diatas motornya untuk pulang ke rumah. Kedua perempuan itu baru saja menyelesaikan perkuliahan hari ini.


"Hem, terima kasih Billa, kedepannya mungkin aku akan sering merepotkan mu. Maafkan aku" ucap Ratna sendu mengelus perutnya yang masih rata.


"Tenang saja. Insyaallah aku sangat tidak merasa direpotkan. Hati-hati dijalan. Jangan ngebut ya.. " Billa benar-benar khawatir akan kondisi temannya. Entah Ratna sudah mengandung atau belum. Tadi saat ditawari ingin mengeceknya Ratna justru menolak. Dia ingin mengecek sendiri. Billa mulai menghidupkan motornya dan bersiap untuk melaju pulang ke kosan.


Gadis itu sampai di kosan belum terlalu sore. Kumandang adzan ashar yang baru saja selesai terdengar di penjuru jagad bumi Pertiwi. Billa segera mengambil wudhu dan menunaikan kewajibannya sebagai muslim.


Ding.


{"Assalamualaikum Dek, bisa tolong kirim file rekap hafalan teman-temanmu. Lusa harus segera saya kirimkan pada sekertaris saya untuk direkap."}~ Pak Ricky Dosen Mentopen.


Billa tersenyum hangat ketika membaca pesan dari Dosennya, ada yang aneh disini. Gadis itu tidak keberatan saat Dosennya memanggilnya dengan kata Dek, sepertinya gadis itu mulai membuka diri untuk Dosennya. Billa hampir lupa kalau dirinya sudah berjanji segera mengirimkan laporan melalui email.


{"Waalaikumussalam, baik Pak."}~


{"Sudah pulang ke kosan ?"} ~


{"Baru saja sampai "} ~


Ricky tersenyum senang saat membaca pesan milik gadisnya, pria dewasa itu benar-benar merasa bahagia, Billa sudah mau membalas pesannya tanpa harus berkaitan dengan tugas. Belum sempat membalas pesan milik Billa, dering notice ponselnya kembali berbunyi.


{"Sudah saya kirim Pak. Silahkan dicek. "}~


{"Terima kasih Dek."} Billa tersenyum tipis setelah membaca pesan dari Dosennya. Gadis itu segera melesat ke kamar mandi untuk bersih-bersih setelah aktivitas padatnya.


*


Hari berlalu begitu cepat, tanpa sadar perkuliahan semester lima kurang dari dua pekan akan menghadapi Ujian akhir semester pada pekan terakhir bulan ini. Ratna sama sekali tidak mengalami mabok pada kehamilannya yang sudah memasuki bulan kedua. Perempuan itu sudah memberitahu kepada teman-teman sekelasnya prihal dirinya yang sudah menikah pada liburan semester lalu. Tidak ada yang mencemooh atau menjauhinya, lantaran pertemanan yang terjalin dikelas itu benar-benar sangat erat. Justru dukungan dan kekompakan semakin terjalin untuk membantu kosma kelas yang sedang mengandung.


"Bill, butuh bantuan kah ? Ratna diem aja deh. Lo gak usah banyak gerak. Biar Billa kita yang bantuin buat ngurus UAS kali ini. Kasian nanti lo capek" ujar Sisil menawarkan bantuan pada Billa yang tengah merekap absen Dosen dan Mahasiswa untuk disetorkan pada bagian akademik.


"Haduh... thanks banget ya.. aku jadi pengen nangis. Kalian baik banget sih. Mana semester besok kita bakal gak belajar lagi dikelas. Secara kita KKN. Kemungkinan kecil kalo kita sekelompok nantinya."


"Iya juga ya.., semoga aja kita gak jauh-jauh ya boo KKN nya.. mudah-mudahan ada dari kalian yang satu kelompok sama gue" balas Sisil ikutan heboh saat mendengar penuturan Ratna. Kelas kembali ramai membahas mengenai perkuliahan yang akan dilaksanakan membaur bersama masyarakat.


"Rat, aku ngadep Pak Ghufron dulu ya.. Pekan depan sudah UAS. Ini harus segera dikumpul. Biar aku ditemani Sisil saja. Kamu istirahat saja " ujar Billa yang langsung disetujui oleh Sisil. Billa dan Sisil keluar kelas menuju gedung Fakultas keguruan untuk menemui petugas akademik.


"Bill, pengen deh aku nanti sekelompok bareng kamu. Sebenernya aku pengen banget hijrah, ngeliat kamu pakai gamis sama hijab lebar itu adem aja dipandangnya" tutur Sisil saat keduanya sedang berjalan beriringan menuju gedung Fakultas Keguruan.


"Kenapa musti menunggu sekelompok KKN denganku Sisil. Apa kamu mau belajar bersama denganku mulai sekarang ?" tanya Billa menatap sekilas teman kelasnya yang begitu antusias itu. Sisil mengangguk semangat dan mempererat rangkulannya pada lengan Billa.


"Besok, ikut aku kajian ya.. kita mulai pelan-pelan. Akan banyak ilmu disana. Semoga Allah mudahkan niatmu ya.."


"Baiklah. Terima kasih Billa."


"Sama-sama" ucapnya tersenyum menggandeng tangan teman kelasnya untuk mengikutinya memasuki ruangan petugas akademik untuk prodinya.


Billa dan Sisil berjalan kembali ke kelas untuk menemui teman-teman kelasnya yang lain.


"Teman-teman, tugas dari Pak Ricky sudah semua kan ? Ada lagi yang belum mengumpul ?" Billa memastikan kembali kepada teman sekelasnya sebelum mengumpulkan tugas akhir sebelum Minggu tenang.


"Sepertinya sudah. Kamu cek lagi sudah lengkap belum." Billa mengangguk pelan sambil mengecek satu persatu nama teman sekelasnya yang sudah mengumpulkan di flashdisk pada laptop yang sudah menyala sejak tadi.


"Aku harus menemui Pak Ricky hari ini. Beliau sudah kembali belum ya ?" gumam Billa yang didengar oleh Ratna.


"Sepertinya sudah. Mau aku temani ?" Billa tersenyum menatap teman dekatnya dan mengelus perut Ratna yang masih rata.


"Ruangan beliau lumayan jauh, nanti kalau Ibunya kecapean, keponakanku jadi rewel. Ayahnya jauh, kasian nanti Ibunya kalau kerepotan." Cicit Billa yang langsung terkena cubit kecil pada lengannya oleh Ratna.


"Aku sehat Bill. Hamil itu bukan sakit, aku juga harus gerak, aku temani saja ya.. maaf ya.. kamu jadi repot karena merangkap tugas kosma dan sekertaris jadi satu" Billa mencubit pipi chubby milik teman dekatnya lantaran gemas karena selalu meminta maaf setiap hari.


"Aku sampai bosan dengarnya" keduanya tertawa ringan karena kekonyolan mereka.


"Teman-teman kalian pulanglah, selamat pekan tenang. Kita bertemu lagi saat UAS. Selamat rehat dan selamat belajar. " Ucap Ratna yang langsung disetujui oleh teman sekelasnya.


"Pulanglah.., sudah pesan taksi ?" Ratna mengangguk pelan seraya memeluk Billa. semenjak mengetahui dirinya hamil kedua orangtuanya dan suaminya melarang Ratna untuk menggunakan motor saat pulang pergi ke kampus.


Billa melangkah gontai menuju ruangan Dosen yang sudah lama tidak bertemu. Cukup lama keduanya tidak bertemu bahkan tidak berkabar ria. Billa yang memang tidak pernah memulai untuk komunikasi dan Pak Ricky mencoba memuliakan perempuan untuk menjaga martabatnya dengan menjaga komunikasi. Gadis itu mengetuk pintu ruangan dan mengucapkan salam dengan tenang. Ada rasa yang tidak biasa saat dirinya menginjakkan kembali kakinya pada ruangan sebelum Dosen Mentopen nya pamit keluar kota.


Cukup lama gadis itu menunggu, hingga akhirnya pintu terbuka dari dalam dan seorang perempuan dewasa keluar dengan senyuman ramah menyapa Billa.


"Anda mencari Pak Ricky ya..?" tanya perempuan dewasa itu tak luput dari senyumnya yang manis. Billa mengangguk pelan seraya tersenyum canggung lantaran gagal fokus dengan kemeja yang dikenakan wanita dihadapannya terlihat kusut pada bagian atas dan lipstik yang terlihat tidak rapih pada bibirnya.


'Siapa wanita cantik ini' batin Billa meneliti wanita yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis.


"Maaf Bu.. apa beliau ada didalam. Saya harus menyerahkan tugas akhir perkuliahan sebelum UAS pekan depan."


"Masuk Dek, yang tidak ada kepentingan lain tolong keluar sebelum saya panggilkan bagian keamanan." Ucap seorang pria yang sudah membuka pintunya lebar dengan tatapan dingin mengarah pada wanita yang sejak tadi tersenyum manis.