
Ricky keluar dari kamar mandi dengan pakaian style ala rumahan, pria itu memang memiliki kebiasaan tidur bukan memakai piyama pada umumnya, Ricky lebih nyaman dengan pakaian kaos putihnya dan celana pendek selutut. Billa yang memang sudah selesai membersihkan makeup dan riasannya lebih memilih memainkan ponselnya diatas sofa, perempuan itu langsung menoleh saat mendengar pintu kamar mandinya terbuka.
Keduanya saling menatap diam, sama-sama meneliti penampilan masing-masing. Billa yang selalu melihat suaminya dengan pakaian formal mengajar, dibuat tak percaya dengan sosok pria dihadapannya. Wajah Ricky memang terlihat lebih muda dan sangat tampan apabila sedang memakai pakaian ala rumahan.
"Sudah selesai ya, aku mau mandi Kak. Tadi Umma datang, Beliau membawakan cemilan dan susu hangat. Silahkan dinikmati" ujar Billa mengambil nampan yang berisi cemilan dan susu untuk disuguhkan kepada suaminya.
"Terima kasih, Dek boleh minta tolong ambilkan ponsel Kakak disampingmu ?" Billa langsung menoleh kearah ponsel yang ditunjuk oleh suaminya. Gadis itu segera mengambilnya dan berjalan kearah suaminya yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Jika boleh jujur, Billa sangat terpesona dengan sosok pria dihadapannya, wajahnya yang segar dan rambut basah membuat Ricky semakin gagah dan tampan.
"Ini" Billa meletakan ponselnya diatas tangan suaminya, namun. Saat akan pergi ke kamar mandi. tangan mungil yang masih dipenuhi oleh hiasan hena itu tiba-tiba ditarik dan tubuhnya menabrak suaminya.
"Indah, sangat cantik" gumam Ricky mencoba mencium mahkota Billa yang telah tergerai indah dihadapannya. Billa baru menyadari, dirinya saat ini tidak memakai hijabnya. Perempuan itu hanya berniat membuka hijabnya sebentar tanpa melepas keseluruhan karena panas. Namun, tanpa diduga ternyata dirinya lupa bahkan hijabnya telah jatuh di sofa.
"Kakak sangat menyukainya Dek, kamu merawatnya dengan baik" ujar Ricky memainkan rambut Istrinya yang menutupi sedikit wajah ayunya. Tidak ada yang mengetahui perasaan Billa saat ini kecuali dirinya sendiri. Gadis itu kini merasa seperti tersengat aliran listrik, wajah ayunya yang mulus tentu saja sudah seperti kepiting rebus. Merah menahan malu dan grogi, ditambah posisi keduanya yang nyaris tanpa sekat. Membuatnya sulit bernapas dan ingin segera kabur masuk kamar mandi.
"Aku mau mandi" jawab Billa singkat langsung berjalan cepat dan menutup pintu kamar mandinya sedikit kuat. Ricky yang menyadari Istrinya tengah malu dibuat semakin tertarik untuk menggoda Istrinya.
"Menyenangkan sekali punya Istri."Ujarnya tersenyum senang lalu duduk di sofa untuk menikmati susu hangat buatan mertuanya.
Cukup lama Billa didalam kamar mandi, perempuan itu sebenarnya tahu betul apa yang harus dilakukannya malam ini untuk suaminya, segala teori dan kajian mengenai hak dan kewajiban dalam pernikahan kepada suami sudah dihafalnya dengan baik. Namun, siapa sangka. Praktik lebih sulit dibandingkan hanya membaca dan berangan-angan.
"Bagaimana ini. Aku malu sekali" ucapnya berdialog sendiri berjalan mondar-mandir di ruangan sempit itu. Billa memandangi penampilan dirinya sendiri pada kaca yang terletak di kamar mandinya, gadis itu kini sudah memakai pakaian yang sangat minim bahan sesuai dengan arahan Kakak Iparnya dan juga buku-buku yang dibacanya. Gadis itu bahkan sudah melakukan perawatan satu pekan full sebelum hari H. Tak disangka, ternyata keluar dari kamar mandi ini butuh mental yang kuat dan mengesampingkan rasa malunya.
"Dek?" gedor Ricky saat menyadari Istrinya sudah hampir satu jam berada didalam kamar mandi. Pria itu mengetuk pintunya sedikit kuat khawatir Istrinya ketiduran atau lebih tepatnya menghindarinya. Saat akan mengetuk lagi, Ricky dibuat tak bisa mengalihkan pandangannya saat melihat gadisnya yang imut kini berubah menjadi wanita yang begitu dewasa.
Ricky tersenyum hangat menyambut Istrinya yang kini sangat jelas sedang menutupi rasa malunya.
"Maaf, pasti sangat sulit bagimu untuk memulainya. Seharusnya aku paham."Hibur Ricky menggandeng tangan Istrinya menuju ranjang. Billa hanya menunduk malu tanpa berani menatap wajah tampan suaminya yang sejak tadi menatapnya lekat.
"Boleh kan malam ini ?" tanya Ricky mencoba membuat suasana rileks dengan mengecup kening Istrinya cukup lama. Billa hanya mengangguk sebagai jawaban. Gadis itu tahu betul apa yang dimaksud oleh suaminya.
"Bukankah seharusnya kita tunaikan dua rakaat dahulu ?" ujar Billa mencoba berani mengingatkan dengan membalas tatapan suaminya.
"Kalau begitu Kakak sekarang ambil wudhu" ucap Billa cepat memotong ucapan suaminya dan beranjak menuju lemari untuk mengambil mukena dan sajadah. Perempuan itu dengan cekatan menutupi tubuhnya yang terbalut pakaian minim. Ricky tersenyum lucu melihat tingkah Istrinya. Dengan segera pria itu beranjak untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat berjamaah dengan makmum halalnya untuk pertama kalinya.
Keduanya melaksanakan sholat Sunnah dua rakaat sesuai dengan petunjuk Rasulullah dengan khusyuk. Suara merdu milik Ricky dalam melafalkan ayat demi ayat Allah membuat yang mendengarkan menjadi tenang dan sangat sejuk. Billa meraih punggung tangan suaminya dengan takzim setelah keduanya merampungkan sholatnya. Ricky tersenyum hangat saat merasakan Istrinya yang tengah mencium punggung tangannya begitu lembut dan sangat sopan. Membuat Pria itu kembali teringat dengan impiannya mempunyai Istri Sholihah kini telah terwujud.
"Dek" panggil Ricky lirih meraih tangan Istrinya yang begitu mungil dan cantik dihiasi dengan ukiran hena yang begitu indah. Billa memberanikan diri menatap suaminya yang kini telah begitu dekat dengannya. Jarak keduanya tidak ada sekat, membuat deru napas keduanya dapat dirasakan oleh wajah masing-masing. Ricky mencium tangan Istrinya dengan lembut, melepas mukena Billa yang masih terpasang rapih, dan membuangnya dengan asal.
"Kak"ujar Billa lirih begitu grogi dan takut menjadi satu.
"Insyaallah, aku bakalan pelan-pelan. Bissmillah" Ricky mencium kening istrinya dan menyempatkan doa kebaikan sebelum melakukan aktivitas ranjang. Keduanya larut dalam buaian indah dan asmara yang kini tengah diraihnya dengan halal. Pria itu benar-benar memperlakukan Istrinya dengan lembut agar membuat Billa tidak takut untuk melakukan lebih.
Ricky mencium bibir ranum milik Istrinya dengan lembut, merasakan sensasi panas yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya. Pria itu dengan lembut menggendong Istrinya untuk direbahkan diatas ranjang tanpa melepaskan tautan bibirnya.
"Kak" ujar Billa menahan tubuh Ricky yang begitu dekat dengannya. "Pelan-pelan"Ricky mengangguk pelan sebagai jawaban. Pria itu kembali ******* lembut bibir Istrinya yang begitu menggoda, tangannya dengan lihai melepaskan kain tipis yang dikenakan istrinya untuk melihat tubuh mulus Billa yang halal untuknya.
"Cantik"gumamnya lirih mengabsen setiap jengkal kulit putih Istrinya yang kini polos tanpa penutup.
"Ahh" desah Billa menikmati sentuhan suaminya yang begitu lembut membuatnya melayang. Suara merdu milik Billa jelas membangkitkan gairah Ricky untuk melakukan lebih. Pria itu kembali membungkam bibir Billa lebih dalam sembari memainkan aset Istrinya yang begitu menantang.
"Kak..emmph..!" Billa yang merasakan sensasi panas dan geli menjadi satu dibuat semakin melayang saat Ricky mencoba ******* habis kedua gundukan aset miliknya. Pria itu benar-benar merasa haus dan begitu semangat, dirasa puas dan melihat Billa yang juga telah siap. Dengan lembut pria itu mulai menyatukan tubuhnya dengan milik Istrinya.
"Kak, sakit.. Kak!" teriak Billa menjambak rambut suaminya untuk berhenti melakukannya. Sesuatu yang keras dibawah itu benar-benar membuat Billa merasakan sakit yang luar biasa.
"Aku akan melakukannya pelan sayang.. percayalah.." Ricky kembali mencium bibir Istrinya untuk membuat Billa kembali rileks, Pria itu kembali mulai menyatukan diri untuk mencapai puncak kenikmatan.
"Sakit" lirih Billa mengeluarkan air matanya merasakan sensasi yang begitu sakit namun juga nikmat.
"Lihat aku Sayang.., setelah ini tidak akan sakit. Aku mencintaimu Annisa Habibillah Hawaari" Billa menatap netra suaminya yang kini tengah menatapnya dengan minat. Setelah mendapatkan izin dari Istrinya, pria itu dengan lembut mengarungi nikmat surga dunia. Keduanya terbuai nikmat merasakan sensasi yang luar biasa pada titik sensitif mereka.
"Maaf" Ricky memeluk erat Istrinya setelah menuntaskan aktivitas panas keduanya. Billa hanya mengangguk lemah tanpa ingin membuka kedua matanya. Perempuan itu dibuat tak berdaya dengan kebrutalan suaminya yang begitu semangat. Noda merah yang begitu jelas menempel pada selimut dan seprai ranjang menandakan Billa telah utuh sebagai perempuan.