Habibillah Hawaari

Habibillah Hawaari
Gara-gara Salad



Billa melipat bibirnya kedalam menahan kesal pada dirinya sendiri, karena hampir saja keceplosan mengatakan Ibu dari Dosennya yang membuat salad buah enak itu. Sementara Ratna tengah sibuk mengunyah buah yang baru saja masuk kedalam mulutnya sambil menanti jawaban dari teman dekatnya.


" Dari Ibu kosanku, kebetulan Pak Raden baru saja pulang dinas." Ucapnya berbohong dengan tangan yang sudah panas dingin.


"Wah.., kalau Ibu kosannya kaya mereka mah betah ya.." Billa mengangguk pasti dengan penuturan Ratna. Yang terpenting Ratna jangan sampai mengetahui tentang Pak Ricky mulai mendekatinya. Setelah membereskan bekas makan Ratna, kedua gadis itu keluar dari kosan Billa dengan santai. Baru saja Billa ingin naik ke jok motornya. Tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan suara yang sangat familiar di telinga mereka.


"Nak Billa dan Nak Ratna sedang tidak ada kuliah pagi ya...?" ucap Ibu Nana lembut seraya menghampiri keduanya.


"Iya Bu.., kebetulan nanti siang baru masuk. Ini mau ke perpus soalnya tugasnya numpuk hehe" Jawab Ratna dengan tawa kecil khasnya.


"Owalah..., semoga cepat kelar ya tugasnya. Nak Billa Ibu minta maaf atas kejadian tadi ya.., Besok lagi kalau ada Pak Do-..."


"Eh iya Bu. Tidak Apa-apa, kami sudah mau terlambat Bu.. takutnya nanti perpus keburu tutup hehe. Maaf ya Bu.. Permisi. Assalamualaikum" ucapnya tergesa sengaja memotong pembicaraan yang akan dikatakan oleh Ibu Kosannya. Gadis itu jelas peka dengan arah pembicaraan yang dimaksud oleh Ibu Kosannya. Dengan berat hati Billa harus memotong pembicaraan dari Ibu kosannya yang baik sekali.


"Baiklah... Semoga belajar kalian hari ini menyenangkan." Ucap Bu Nana dengan raut muka yang bingung dengan sikap anak kosannya itu.


"Alhamdulillah..." ucapnya tanpa sadar, Ratna menautkan kedua alisnya dengan menatap lekat netra teman dekatnya yang nampak melihat kearah lain saat ini.


"Ada apa ?" Billa tersenyum hangat sambil berjalan menghampiri Ratna yang sudah duduk di jok motornya.


"Tidak ada apa-apa. Hanya Kasian kepadamu lantaran ditinggal masuk saat berbicara haha" ucap Billa dengan semangat dan tertawa lepas melihat ekspresi wajah teman dekatnya.


"Apaan sih. Ayo naik, aku hitung sampai lima kalau belum duduk di jok aku tinggal ya.." Billa berlari sambil menenteng laptopnya dan segera naik ke atas jok motor teman dekatnya.


Ding.


Billa mengernyit heran saat mengetahui Dosen Mentopen nya terus menghubunginya lewat wa. Gadis itu benar-benar mengabaikan pesan dari Dosennya lantaran berniat menjaga jarak dengannya. Billa memasukan handphonenya kedalam tasnya dengan mode silent. Sementara Ricky yang sudah keluar kelas dari jam mengajarnya menghela nafasnya pelan lantaran gadisnya mengabaikan lagi pesan darinya.


"Susah sekali mendekati gadis unyu sepertmu Billa. Semoga Allah meridhoi niatku. Aamiin" ucap Ricky berdialog sendiri didalam hatinya.