
"Billa...!" Teriak Ratna ditempat duduknya ketika melihat Billa berdiri di depan pintu masuk sambil menenteng Absen dan ranselnya. Gadis itu berlari dari arah parkir sampai ke kelas dengan tergesa-gesa. Billa sedang mengatur napasnya yang tersengal-sengal sambil melangkah masuk kedalam kelasnya.
"Dari mana saja Bill, untung Pak Doni belum masuk. Absen dong.." ujar salah satu teman Billa yang lumayan bawel dikelas. Billa mengeluarkan Absen Dosen dan kelasnya dengan tenang. Dibantu Ratna untuk menyiapkan keperluan Dosen agar teman dekatnya itu segera duduk untuk istirahat.
"Maaf ya teman-teman, aku ketiduran. Hehe" ucapnya tersenyum malu karena ulahnya bisa saja satu kelas dimarahi Dosennya.
"Santai Bill.., Pak Doni juga belum datang" jawab Riri tersenyum kalem sambil menandatangani Absennya pada mata kuliah Konsep Perkembangan Anak hari ini.
"Minumlah, sebelum Pak Doni masuk" Ratna memberikan botol air minum yang sudah dia buka untuk teman dekatnya. Billa mengangguk dan menerima air dari Ratna. Gadis itu jelas kehausan, setelah menangis dan tertidur dirinya bahkan belum makan siang.
"Gak biasanya kamu kaya gini. Selama ini kamu selalu disiplin. Ada apa boo ?" ucap Ratna memperhatikan teman dekatnya dengan lekat. Matanya yang sembab jelas menandakan Billa sedang tidak baik-baik saja. Billa segera tersenyum canggung dan mencoba beralih kearah lain ketika Ratna mencoba menyentuh matanya yang terlihat sembab.
"Aku hanya sedang kangen keluarga Rat, tadi ketiduran lupa ngatur alarm makanya telat." Ratna mencoba mengerti walaupun sebenarnya gadis itu jelas mengetahui bahwa Billa sedang ada masalah.
"Baiklah, lalu kenapa matamu terlihat sembab ?" pertanyaan Ratna jelas membuat Billa bingung sendiri. 'Maafkan Aku ya Allah,' batinnya gelisah karena akan berbohong kepada temannya.
"Tadi tidur lama, makanya sembab hehe. Memangnya ketara ya ?" Ratna mengangguk sebagai jawaban. Kelas yang ramai karena menunggu Dosen tiba-tiba tenang ketika mendengar salam dan ketukan pintu yang cukup kuat. Semuanya menjawab salam sambil beranjak kembali pada mejanya masing-masing dengan tertib.
"Selamat siang semua" ucap Pak Doni menyapa Mahasiswinya dengan ramah.
"Siang Pak.."
Aktivitas belajar dilanjutkan dengan kegiatan kelompok yang sudah diatur sejak pertemuan pertama saat perkuliahan berlangsung. Kelas begitu kondusif dengan presentasi yang dilakukan oleh kelompok yang menjadi pembawa materi hari ini. Dilanjutkan dengan diskusi serta tanya jawab dengan mahasiswa lainnya, tidak lupa arahan dari Pak Doni untuk melengkapi materi hari ini. Setelah kurang lebih sembilan puluh menit berlalu Pak Doni pamit undur diri dengan pesan kepada kelompok selanjutnya untuk mempersiapkan materi dan bahan diskusi pekan depan.
"Alhamdulillah.., akhirnya kelar juga kuliah hari ini" ucap Ratna sambil membereskan peralatan kelas. Kelas kembali ramai dengan aktivitas sembarang anak-anak.
"Wih.. Pak Ricky memang gantengnya gak ketulungan booo" ucap Riri ketika melihat dosen kalemnya sedang berjalan melewati kelasnya sambil membawa laptopnya dengan santai. Teman-temannya yang lain pun mengatakan hal yang sama bahkan ada yang memanggilnya sekedar menyapa.
"Siang Pak.. habis ngajar kelas sebelah ya.." ucap Sisil dari dalam kelas, membuat langkah Ricky terhenti dan menoleh sambil tersenyum kalem.
"Sore.., iya." Ucapnya mengingatkan dan menjawab pertanyaan dari Mahasiswinya. Netranya mencari keberadaan sosok perempuan yang sudah mencuri perhatiannya. Billa bahkan tidak menghiraukan celoteh teman-temannya. Gadis itu memainkan ponselnya dengan tenang. Billa bahkan sengaja tidak menoleh kearah pintu saat mendengar temannya menyapa Dosennya itu. Ricky kembali melangkah pergi setelah bersapa dengan Mahasiswinya.
"Dia pasti malu jika bertemu denganku sekarang. Astaga.., kenapa aku tidak memikirkan hal ini sebelum melangkah jauh. Seharusnya nanti setelah akhir Semester." Ucap Ricky berbicara pada dirinya sendiri sambil terus berjalan menuju ruangannya. Dirinya jelas tidak enak hati ketika nanti mengajar dikelas itu. Sungguh pria dewasa itu lupa memikirkan kondisi Billa yang sejatinya masih anak didiknya pada mata kuliah yang sedang ditempuh semester ini. Tangannya merogoh ponselnya disaku, jarinya dengan lincah mengetik sesuatu pada layar handphonenya saat ini.
.
"Rat, ke kantin yuk, Aku lapar sekali. Belum makan siang." keluh Billa saat hendak berdiri dari kursinya.
"Hayuuuk..." Ratna merangkul bahu teman dekatnya itu sambil melangkah pergi meninggalkan kelas. Keduanya berjalan sambil merangkul satu sama lain menuju kantin kampus yang cukup sepi lantaran sudah menjelang ashar.
"Bu, Pesan Batagornya dua porsi sama es teh nya dua ya.." ucap Ratna setelah memastikan menu pada Billa.
"Kamu lemes banget sih, cerita dong kalo ada problem. " Billa hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Ratna. Baginya masalah seperti yang sedang dihadapinya tidak perlu diumbar atau di ceritakan. Karena sejatinya tempat paling tepat untuk mengadu adalah pemilik hati Allah Rabbul'alamin.
"Aku lemas karena belum makan siang." Ratna mendengus kesal mendengar jawaban temannya. Keduanya makan dengan mengobrol ringan.
Ding.
Billa hanya melirik notice yang tertera pada dinding layar ponselnya tanpa ingin membukanya.
"Ada notice tuh, siapa tau penting"
"Nanti saja, aku sedang lapar." Ucap Billa cuek. "Aku saja yang membayar" saat melihat Ratna hendak berdiri ingin membayar makanan yang sudah dipesan.
"Besok-besok lagi ya" ujar Ratna sambil kembali duduk.
Billa meraih ponselnya dan memeriksanya untuk melihat siapa yang mengirim pesan padanya tadi.
{"Maafkan saya jika membuatmu tidak nyaman. Tidak perlu sungkan nantinya ketika bertemu saat dikelas maupun diluar."}~Pak Ricky Dosen Mentopen.
{"Baik"}~Sekertaris Kelas A prodi paud.
Sungguh, Billa benar-benar tidak enak hati jika tidak membalas pesan dari Dosennya sendiri. Membuat moodnya kesal karena kondisi yang membagongkan baginya.
"Pulang yuk," ucap Ratna bosan karena sejak tadi Billa hanya melamun setelah membalas pesan di ponselnya. Mau ditanya juga pasti Billa tidak akan menjawabnya. Membuat Ratna memberikan ruang dan membiarkan teman dekatnya berfikir sendiri.
"Maaf ya Rat, aku tidak bisa menceritakan apapun padamu. Terima kasih karena sudah menemani makan siang." Billa sadar, Ratna pasti kesal karena sikapnya yang tidak mau terbuka dengan teman dekatnya.
"Santai, mungkin memang tidak harus dibagi. Tapi kalau butuh apapun jangan sungkan bilang padaku" ujarnya sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya pada Billa.
"Terima kasih Rat" Billa sangat bersyukur mendapatkan teman yang sangat baik seperti Ratna. Hal ini mengingatkan dirinya pada sahabatnya Ara yang juga sedang belajar di kota lain.
Keduanya berjalan sambil bergandengan menuju parkiran khusus mahasiswa. Ratna yang sudah duduk di jok motornya, siap melajukan motornya dan melambaikan tangan kanannya pada Billa.
"Duluan ya Bill, sampai bertemu besok" ucap Ratna sambil menghidupkan mesin motornya. Billa mengangguk pasti dan membalas lambaian tangan teman dekatnya. Langkahnya kembali berjalan menuju motornya yang terparkir paling pojok dekat sebuah mobil kawasan dosen. Gadis itu tengah mencoba mengambil motornya yang lumayan susah keluar karena dihimpit motor oleh pemilik motor lainnya.
"Butuh bantuan ?" suara yang cukup familiar ditelinga nya membuat Billa reflek menoleh kearah samping kanannya. Kedua netra itu saling menatap dalam tatapan yang berbeda. Billa lebih dahulu memutus pandangannya dan beralih menatap motornya yang sedang dia pegang untuk dikeluarkan. Gadis itu tidak menjawab pertanyaan dari Dosennya melainkan tetap mencoba berusaha mengeluarkan motornya yang terhimpit motor lainnya. Ricky membantunya dengan menggeser motor lainnya agar memudahkan Billa mengeluarkan motornya.
"Terima Kasih Pak" ucapnya sebelum meninggalkan Dosennya yang sedang menatapnya dalam diam. Ricky tersenyum hangat mendengar penuturan dari gadis cantik itu.
"Hati-hati" Billa mengangguk seraya melajukan motornya dengan kecepatan sedang.