
"Nanti kalau sudah sampai di kosan jangan lupa kasih kabar orang rumah ya" ujar Umma seraya memeluk putri bungsunya yang akan kembali ke kosan. Hari ini liburan Billa telah usai, gadis itu memilih berangkat pagi setelah sholat subuh untuk menghindari kemacetan dan terik matahari. Billa mengangguk patuh, meraih tangan Umma dan Buya dan menciumnya dengan takzim.
"Abang, Billa berangkat dulu ya.. Titip Umma dan Buya." Ucapnya sebelum menaiki motornya yang sudah dipanaskan oleh Kakaknya.
"Siap, Belajar dengan baik disana, kalau ada apa-apa kabari Abang." Billa mengacungkan jempolnya sebagai jawaban lalu mengambil tangan Abangnya untuk berpamitan dengan santun.
"Assalamualaikum" ucapnya sebelum melaju pergi meninggalkan halaman rumah ternyaman baginya. Gadis itu mengendarai motornya dengan santai, hari masih sedikit gelap. Udara yang sejuk karena belum ada polusi dan suasana subuh yang menentramkan membuatnya sangat menikmati perjalanan menuju kosan kecilnya. Billa sudah bertekad untuk fokus dengan pendidikannya terlebih dahulu. Hatinya terlalu sakit jika harus mencobanya kembali.
.
Seluruh Mahasiswa, setelah liburan di sibukkan dengan menyusun Kartu Rencana Semester untuk memulai Mata kuliah yang akan di tempuh pada semester lima ini. Begitu pula dengan Billa dan teman-teman sekelasnya. Bagi Billa semester ini adalah awal untuknya agar membuka lembaran baru dengan melenyapkan segala kisahnya dulu. Ratna selaku kosma kelas selalu memperingatkan dan memberi komando untuk teman-teman nya agar segera melakukan penyusunan sebelum masa waktu penyusunan habis.
"Kamu udah nyusun kan ?"
"Udah Alhamdulillah. Tapi belum di download semalem capek banget habis perjalanan jadi langsung tidur." Jawab Billa seraya mengeluarkan laptopnya dari tas.
"Sekarang download aja dulu, habis itu kita print biar cepet di serahin ke Pak Gufran." Ujar Ratna mengingatkan.
"Kamu udah ?"
"Belumlah, Aku nunggu kamu sama teman-teman yang lain. Males banget bolak-balik ke gedung Fakultas buat ngumpulin KRS." Billa tersenyum mendengarkan ocehan teman dekatnya yang selalu aktif dan cerewet itu.
"Kamu semalem udah liat kan, Mata kuliah kita di semester ini udah masuk pelajaran Metodologi Penelitian, katanya kalau kita sampai gak lulus di mata kuliah ini. Kita gak bisa ikut PPL dan KKN." Ucap Ratna seraya merapihkan berkas nya yang tercecer di mejanya.
"Wah, Berarti harus kerja keras dong semester ini" Ratna mengangguk pasti dan mengambil flashdisk milik Billa.
"Sekarang ayo kita print KRS mu, habis itu kita ke kantin. Aku lapar banget Bill". Billa mengangguk sambil tersenyum hangat. Keduanya berjalan ke arah gedung Perpustakaan pusat untuk print KRS Billa. Di gedung itu, tepatnya pada lantai satu digunakan untuk keperluan Mahasiswa dan Dosen yang ingin melakukan fotocopy atau print tugas dan lain sebagainya. Hampir seluruh Mahasiswa sedang sibuk untuk menyusun KRS yang sudah di jadwalkan oleh para petugas akademik kampus.
"Weits... Ada kabar baru nih," Ucap Ratna saat keduanya sedang duduk di kantin yang cukup ramai sambil menunggu pesanan Somay dan Mie Ayam pesanan kedua perempuan yang sangat dekat itu. Billa menoleh kearah temannya sambil mengernyitkan dahinya.
"Ada apa ?"
"Yakin belum tau ?" Tanya Ratna memastikan. Melihat gelagat Billa yang sepertinya memang belum mengetahui gosip yang sedang hangat di UKM yang mereka ikuti, membuat Ratna menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Kamu gak buka group UKM kita ?" Billa menggeleng cepat dan mulai melahap somay yang sudah lumayan hangat.
"Memangnya ada apa ?"
"Zafran pamit untuk keluar dari grup" ucap Ratna jelas. Billa menghentikan tangannya yang sedang mengaduk bumbu somay di piring nya dan langsung menoleh ke arah teman dekatnya yang sedang meminum es dan asyik memainkan ponsel di tangannya. Gadis itu sedikit terkejut dengan berita tentang seseorang yang pernah memintanya untuk menikah muda itu.
"Kenapa ?" Ujarnya sambil melanjutkan memakan somay di dihadapan nya dengan pelan.
"Katanya pindah kampus." Ratna menoleh ke arah Billa yang saat ini sedang tersedak dan batuk karena ucapannya. Ratna dengan sigap menepuk punggung Billa dengan gerakan pelan dan meraih minum milik Billa untuk disodorkan kepada teman dekatnya.
"Minum nih, Sampek batuk gitu. Kaget banget ya ?" ucapnya mengomel sambil terus menenangkan Billa yang masih batuk. Billa tidak menjawab pertanyaan Ratna. Gadis itu jelas sangat kaget mendengar penuturan teman dekatnya. Billa segera mengecek ponselnya dan melihat ratusan pesan menumpuk di grup UKM yang tidak dia lihat sama sekali saat liburan semester lalu. Billa terlalu larut dengan rasa kecewanya dengan Syafik sampai enggan memainkan ponsel atau sekedar melihat grup UKM yang sedang dia ikuti. Gadis itu bahkan jarang membalas pesan teman-teman nya saat liburan. Ratna sering mengomel karena pesan nya dibalas tidak pada hari yang sama. Billa membaca seluruh pesan yang di tulis dari Zafran untuk semua teman-teman nya yang berada di grup itu. Tidak ada kejelasan dimana Zafran akan melanjutkan studinya setelah keluar dari kampus yang sama dengan Billa. Sebenarnya Billa penasaran dengan pria yang sempat mengusik nya itu, keduanya terakhir berkomunikasi dengan cara baik-baik. Zafran hanya berpesan jika nantinya kekuasaan Allah yang berkehendak, jangan menolak ketika Dia akhirnya berjodoh dengannya.
"Bill ?" panggil Ratna untuk kedua kalinya karena melihat temannya hanya menatap makanannya setelah melihat pesan Zafran di group. Billa tersadar dan menoleh kearah temannya yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang berbeda.
"Ada Apa ?"
"Seharusnya Aku yang tanya ada apa, Kamu kenapa melamun ?" tanya Ratna menatap heran kepada teman dekatnya yang mulai terlihat kikuk saat ini.?
"Tidak, Apa Kamu tau dimana Zafran melanjutkan kuliah nya ?"
"Haha, Astaga.." ucapnya sambil terus tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Billa.
"Kenapa tertawa ? Apa ada yang salah ?" Billa mencubit tangan halus milik Ratna karena tak kunjung menjawab pertanyaan justru mentertawakan dirinya.
"Jadi kamu dari tadi melamun karena kepikiran Zafran ?" Ratna benar-benar menikmati ekspresi Billa saat ini. Gadis itu ingin membantah tapi memang itu yang sebenarnya terjadi saat ini padanya. Membuat Billa kikuk saat ingin menjawab pertanyaan teman jahilnya itu.
"Baiklah jika tidak ingin menjawab, Aku akan tanya sendiri" ucapnya ragu sambil mengaduk somay yang sudah dingin di hadapannya. Ratna menyenggol bahu temannya dan menatap teman dekatnya itu sambil tersenyum.
"Dia melanjutkan kuliahnya di luar negeri." Ucapnya jelas. Billa menghentikan aktivitas mengunyah makanannya dan beralih menatap temannya yang juga sedang menatapnya.
"Jauh sekali" ucap Billa tanpa sadar. Melanjutkan melahap somay yang saat ini sudah bergeser tempat di hadapan temannya.
"Apaan sih Rat, Kamu mau ?" Ratna tidak menggubris pertanyaan Billa melainkan menunjukan handphone miliknya yang sedang tersambung dengan Zafran.
"Astaghfirullah... Kamu -?"