
Tepat saat Adzan Dzuhur berkumandang, seorang pria dewasa dengan tampilan yang begitu karismatik membuat warga yang melintas dan beberapa anak yang sedang mengikuti belajar bersama di sebuah rumah begitu penasaran dengan sosok itu. Menyadari itu, Alir dan teman-temannya segera keluar untuk menyambut Dosen mereka yang sedang duduk menyapa warga sekitar.
"Selamat siang Pak, maafkan kami tidak menyambut Bapak tadi. Kami kira Bapak akan datang nanti sekitar jam satu." Sapa Alir merasa sangat tidak enak hati dengan Dosen pembimbing lapangan itu.
"Tidak apa-apa, lagipula saya juga baru saja sampai. Apa anak-anak yang sedang belajar itu termasuk proker kalian satu minggu ini ?" tanya Dosen itu sambil melangkah menuju sekolompok anak-anak yang sedang mengerjakan soal latihan yang sempat diberikan oleh Puri.
"Betul Pak, Alhamdulillah kami baru saja menerapkannya selama satu pekan ini."Ujar Alir menanggapi pertanyaan Dosennya.
"Alhamdulillah, kerja bagus untuk kalian" Alir mempersilahkan Dosennya masuk kedalam bersama teman-teman lainnya yang sedang menyiapkan jamuan untuk Dosennya. Sebelumnya, Puri dan beberapa teman lainnya mengendalikan Anak-anak yang sedang mengerjakan tugas untuk libur sementara. Kondisi rumah yang sempit membuat suasana sangat ramai dan tidak kondusif.
"Sebelumnya Terima kasih untuk Bapak yang telah meluangkan waktunya untuk mengontrol kami Pak." Ucap Alir mewakili teman-temannya sebagai kepala kelompok.
"Tidak masalah, Alhamdulillah saya ada waktu juga untuk berkunjung." Ujar Ricky sembari mencari keberadaan seseorang yang sangat dirindukannya."Apa kalian ada yang sedang keluar atau berkegiatan diluar ?" tanya Ricky menatap satu persatu Mahasiswa dihadapannya yang jumlahnya tidak terlalu banyak seperti saat mengantarkan mereka satu pekan lalu.
"Iya Pak, ada lima teman kami yang sedang menjalankan program individu masing-masing di luar. Semuanya sedang mengajar di salah satu sekolah di desa ini." Ricky mengangguk mengerti dengan senyuman khasnya. Billa seharusnya sudah sampai di posko. Namun, Kepala Sekolah dan para guru yang menyambut kedatangannya mengajak Billa mengobrol seputar kampus dan kegiatan KKN yang akan dilaksanakan Billa dan teman-temannya selama di desa. Kehadiran Billa untuk membantu mengajar tentu saja disambut baik oleh warga sekolah.
Ricky mulai menanyakan segala kegiatan tentang proker dan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan kelompok bimbingannya selama satu pekan ini, hingga saran dan pesan selalu diberikan olehnya agar kegiatan kedepannya menjadi lebih baik dan terarah.
"Assalamualaikum" sapa Billa setelah mengetuk pintu yang terbuka karena tamu yang sedang duduk lesehan bersama teman-temannya.
"Waalaikumussalam" jawab seluruh warga di rumah itu dengan tenang. Billa mengangguk hormat dan segera melipir ikut duduk bersama teman-teman lainnya yang sedang memperhatikan Dosen pembimbing lapangannya.
"Bagaimana program individu kalian, apa sudah berjalan juga seperti teman-teman kalian lainnya ?" tanya Ricky menatap lekat Billa yang kini menunduk mengecek ponselnya.
"Alhamdulillah sebagian dari kami sudah menjalankan program individunya Pak, kami akan fokus untuk proker kelompok setiap pekannya." Ujar Alir mulai menjelaskan masing-masing program individu teman-temannya dan program kelompok untuk kedepannya. Ricky menyimak dengan minat penjelasan dari ketua kelompok, netranya sesekali mencuri pandang dengan gadis yang sejak tadi hanya menunduk tanpa mau menatapnya.
"Baiklah, saya sangat mengapresiasi kerja keras kalian satu pekan ini, sebelum kita melanjutkan obrolan kita. Saya izin pamit sebentar, insyaallah nanti saya akan kembali lagi. Ada yang bisa tunjukan lokasi Masjid di desa ini ?" ucap Ricky sambil menengok kearah depan mencari rumah untuk kewajiban setiap muslim.
"Siap Pak, kebetulan kami juga belum sholat. Kita bersama-sama saja ke masjid. Pumpung belum Iqomah juga Pak." Ujar Alir yang langsung disetujui oleh teman-teman lelakinya.
"Apa beliau sudah lama datang ke posko ?" bisik Billa ditelinga teman dekatnya Tiwi saat keduanya akan mengambil wudhu di rumah.
"Belum, Adzan Dzuhur tadi beliau nyampek. Kamu cuma telat dikit kok" ujar Tiwi yang juga bisik-bisik ditelinga Billa. Keduanya tertawa bersama dengan tingkah konyol mereka.
"Bill, gantian lu yang nyiapin untuk makan siang Pak Ricky sama yang lainnya ya.." ujar Dita saat bertemu ingin mengambil wudhu.
"Siap," Billa dan Teman-teman yang tidak sempat ikut membantu memasak ditugaskan untuk menyiapkan jamuan untuk makan siang Dosennya dan membereskan sisa makanan bersama teman-teman lainnya yang juga tidak ikut membantu memasak. Setelah selesai sholat, gadis itu dan teman-temannya dengan cekatan menyiapkan nasi, lauk pauk, sayuran dan beberapa buah dimeja makan.
"Piring sama sendok garpu di lap dulu woy" Ujar Eka saat melihat Febri asal menaruh saja didekat nasi.
"Eh iya juga." Keduanya terkekeh bersama sementara Billa memilih menyiapkan minuman segar untuk menemani makan siang yang cukup terik itu. Tepat setelah selesai menyiapkan jamuan, Dosen tampan dan teman-teman lelakinya sudah sampai di posko sambil mengibaskan robekan kardus untuk menghilangkan keringat dan panas yang menyengat.
"Panas ya..," Ujar Billa pengertian dan langsung menghidupkan kipas yang terletak di sudut ruangan.
"Haduh.., neng Billa. Perhatian banget sama Abang, Makin klepek-klepek deh Abang Raka." Celetuk Raka begitu saja dan mengambil posisi duduk dekat kipas. Raka tidak sadar, sejak tadi Dosennya dengan raut kesal menatapnya karena sudah berani menggoda calon istrinya.
"Pak, mari kita makan siang bersama. Kami khusus memasak sendiri untuk menyambut kedatangan Bapak siang ini " Ujar Alir sopan dan langsung menggiring Dosennya menuju ruang makan. Karena ruang makan yang tidak cukup untuk semuanya ikut duduk, akhirnya Ricky mengusulkan untuk duduk lesehan di ruang tengah seperti saat tadi datang. Sementara untuk mengambil nasi dan lauknya di ruang makan. Usulannya tentu saja disetujui oleh Mahasiswanya. Keakraban antar Dosen dan Mahasiswanya itu tentu saja menjadi rasa tersendiri saat menjalankan KKN.
"Maaf ya Pak, kami cuma bisa menyediakan masakan ala kadarnya. Begini saja kami masih liat YouTube buat belajar masaknya. Jadi maaf kalau misalkan rasanya tidak sebagus tampilannya." Guyon Dita yang langsung membuat gelak tawa satu ruangan.
"Tidak apa-apa, tapi menu ini saya sangat menyukainya. Kebetulan Ibu saya sering sekali membuat menu ini. Wah, saya terharu ternyata kalian bisa mengetahui menu kesukaan saya" ucap Ricky yang langsung membuat beberapa Mahasiswi yang memasak memandang serempak kearah Billa.
"Eh, iya kah, terima kasih telah menyukai menu masakan kami Pak. Kalau begitu, kami akan menyajikannya kembali saat Bapak berkunjung." Ujar Dita yang kini kembali menatap Dosennya. Billa yang sejak tadi menyimak hanya tersenyum tipis tanpa sepengetahuan teman-teman lainnya.
"Kok bisa pas gini, sama usulan menu dari kamu Bill. Wah, jangan-jangan kalian jodoh." Bisik Tiwi menyenggol lengan Billa pelan. Billa hanya tersenyum tipis sambil menggerakkan kedua bahunya secara bersamaan. Tanpa dia sadari, Ricky melihat senyum tipis yang keluar dari sudut bibir miliknya.
'Apa ini semua ide masakanmu ?' tanya Ricky dalam hati menatap lekat gadisnya yang duduk jauh darinya.