
Ratna dengan sigap mengambilkan minuman yang sudah tersaji dihadapan mereka untuk Billa.
"Minum dulu, ini Es Tehnya sudah datang. Lagian kenapa bisa sampai tersedak gitu sih. Aneh banget kamu." Gerutu Ratna melihat sikap teman dekatnya cukup membingungkan hari ini. Billa meraih Es Teh ditangan temannya dan segera meneguknya pelan setelah membaca bissmillah.
"Kamu kata siapa Pak Ricky calon pemilik kampus ini ?" tanya Billa penasaran.
"Yassalaam, itu bukan hal baru lagi boo, Ibu sama Bapaknya Pak Ricky adalah Dosen sekaligus pemilik kampus kita." Ucap Ratna sambil terus menyantap somaynya. Billa mendengarkan penjelasan temannya cukup terkejut.
'Astaghfirullah.., kalau begitu apa Ibunya yang memasak untukku juga mengajar di kampus ini ?' batin Billa sangat malu. Billa menatap temannya yang sedang asyik memainkan ponselnya sambil sesekali menyantap somay.
"Apa Ibunya juga mengajar disini Rat ?" tanya Billa dengan hati-hati. Ratna menatap temannya disertai anggukan yang menandakan jawaban dari pertanyaan Billa.
'Astaghfirullah' batin nya kaget. Billa memejamkan matanya sesaat lantaran begitu kaget dengan penuturan temannya.
"Kamu kenapa ?" ucap Ratna spontan saat tak sengaja melihat raut wajah teman dekatnya seperti tak nyaman.
"Tidak apa-apa. Ayo kita sholat di masjid, sebentar lagi kelas akan dimulai." Jawab Billa mengalihkan topik. Keduanya beranjak ke masjid untuk menunaikan kewajiban umat muslim, baru setelahnya berbalik ke kelas untuk perkuliahan Psikologi Anak. Perkuliahan berjalan dengan sangat baik dan kondusif, diskusi mengenai psikolog anak sangat menarik untuk kalangan mahasiswa. Berbagai teori mengenai tumbuh kembang anak tentu menjadi topik hangat untuk dibahas. Kelas berakhir dengan kegaduhan lantaran tugas makalah menjadi nilai plus untuk penambahan nilai mata kuliah masing-masing.
"Tugas lagi... numpuk lagi.. MaaSyaAllaah.." ucap Ratna sambil membereskan peralatan dosen. Billa membantu kosma kelas tersebut supaya segera bisa meninggalkan kelasnya. Teman-teman kelas lainnya sudah lebih dahulu meninggalkan kelas sesaat setelah Dosen mereka keluar ruangan.
"Mau jalan-jalan dulu gak Bill, kita jarang bareng loh keluar habis kuliah" tutur Ratna saat keduanya berjalan menuju parkiran.
"Tidak bisa Rat, aku hari ini harus mengisi holaqoh"
"Insyaallah pekan depan kita akan mulai kajian bulanan. Jangan lupa hadir ya. Kita berangkat sama-sama." Ujarnya sambil mengeluarkan kunci motornya dari kantung gamisnya.
"Insyaallah. Yasudah kita berpisah disini ya.. Selamat mendapatkan pahala boo" Billa tersenyum hangat membalas lambaian tangan Ratna. Gadis itu segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju taman Embung kampus yang terletak didepan gedung Fakultasnya sendiri. Sampai disana, ternyata kedatangan Billa sebagai tutor tentu saja sudah ditunggu oleh para kader yang akan mengikuti kajian kecil yang disebut sebagai holaqoh itu. Billa segara berjalan kearah sekumpulan muslimah yang sudah melingkar dengan tenang itu dan menyapa adik-adik binaannya dengan lembut dan hangat.
Sebagai tutor Billa sangat disiplin menerapkan berbagai amalan kecil untuk melatih para kader binaan UKM yang digelutinya dengan telaten. Contohnya saat ini, gadis cantik dan anggun itu sedang membiasakan adik-adiknya untuk membaca Alquran sebelum memulai masuk kedalam pembahasan materi kultum hari ini. Satu persatu para muslimah cantik itu melafalkan ayat demi ayat dengan saling menyimak dan memberikan arahan jika terjadi kekeliruan dalam melafalkan huruf dan bacaan. Billa sangat teliti dengan bacaan Quran, Ilmunya yang dia dapatkan dari pondok tentu saja diterapkan dalam membina dan membimbing adik-adik binaannya. Usai melakukan qiroah bergantian, kini Billa masuk kedalam materi pembahasan.
Kali ini Billa tidak membahas tentang tauhid, melainkan bercerita tentang keteladanan para sahabat Rasul dalam melaksanakan amalan ringan. Billa dengan lihai menceritakan kisah-kisah yang membuat jiwa bergetar untuk lebih memperbaiki amalan untuk bekal nanti diakhirat.
"MaaSyaAllaah.., TabarakaAllah, semoga kisah mereka kali ini membuat kita semua lebih giat dan terus Istiqomah untuk beribadah ya. Karena waktu sudah semakin sore, pertemuan kita pada pekan ini kita cukupkan dulu ya.. Semoga masih diberi umur panjang kedepannya untuk bisa saling bersua. Akhir kata mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bertutur kata, kepada Allah saya mohon ampun. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh" Ucap Billa mengakhiri pertemuan holaqoh mereka pada pekan ini. Setelah saling memeluk dan berjabatan tangan melepas perpisahan dengan salam yang bersahutan, para muslimah yang anggun itu beranjak dari tempat mereka berkumpul dan menyisakan Billa seorang diri. Gadis itu tengah merapihkan kitab Sirah Nabawi dan Al-Qur'an yang sempat dikeluarkan untuk mengisi materi. Tanpa Billa sadari aktivitas yang begitu hangat itu tengah diperhatikan oleh seorang pria dewasa yang tidak sengaja melihatnya sejak di parkiran motor gedung perkuliahan sampai ke gedung Fakultas tempat Billa mengisi kajian kecilnya. Pria itu mengikuti aktivitas Billa dengan memperhatikan dari dalam mobil. Dia bahkan sempat mengambil gambar perkumpulan Mahasiswi muslimah itu yang kini membuatnya begitu yakin dengan pilihannya.
"MaaSyaAllaah.. ternyata kamu begitu menarik, bukan hanya dengan hafalan yang kamu punya, tutur kata, sikap dan kecantikan yang kamu punya, tapi ilmu yang kamu dapatkan tidak kamu sia-siakan begitu saja. Benar-benar paket komplit." Gumamnya lirih sambil terus menatap wanita yang sudah mencuri perhatiannya. Dilihatnya Billa yang sudah berjalan kearah motornya untuk bergegas pulang. Gadis itu sama sekali tidak menyadari sejak satu jam yang lalu diperhatikan oleh Dosennya sendiri. Billa bahkan belum menghafal mobil milik Dosennya itu. Gadis itu melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sampai Billa tersadar ada sebuah mobil yang sejak dirinya keluar gerbang kampus mengikutinya sampai sekarang Billa berhenti disebuah konter untuk membeli paket kuota, persiapan nanti malam saat dirinya mengerjakan tugas dengan modem internetnya.
"Siapa sih, dari tadi ngikutin terus. Apa aku yang kepedean, tapi beneran ngikutin. aku berhenti ikut berhenti juga" gumamnya mengomel sendiri sambil memperhatikan mobil hitam yang berhenti dengan jarak beberapa meter dari konter yang sedang Billa singgahi.
Setelah memasukan kartu Internet yang sudah dibeli kedalam tasnya. Billa segara menghidupkan motornya untuk pulang ke kosan. Aktivitasnya yang padat tentu saja membuatnya begitu lelah dan lengket. Terlihat dari kaca spion motor miliknya, Billa dapat melihat mobil hitam yang cukup mewah itu kembali berjalan mengikutinya.
"Siapa sih." Ucapnya kesal karena benar-benar merasa sedang diawasi. Dalam benaknya jelas berfikir aneh-aneh. Gadis itu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar lekas sampai. Billa kembali mengurangi kecepatan saat merasa mobil yang mengikutinya sudah tidak terlihat sampai gadis itu memasuki halaman kosannya.
"Alhamdulillah selamat.." ucapnya lega saat sudah memasukan motor kedalam bagasi. "Apa mereka tadi sekelompok begal, tapi mobilnya jelas mewah. Kenapa harus begal. Aneh" ucapnya berdialog sendiri dan beranjak ke kamar mandi untuk bersih-bersih.