Bougenville of Love

Bougenville of Love
98 - Pernikahan Dokter dan Suster [Buket Bunga Pernikahan.]



Obrolan masih terus berlanjut, meski makan malam telah usai.


"Angga dan Damia pasti akan menikah cepat atau lambat. Keduanya memang berjodoh," ucap Linda


"Mendoakan hubungan kami berdua memang hal baik. Kami juga mengucapkan terima kasih untuk itu, tapi bagaimana Kak Linda bisa bicara dengan sangat yakin seperti itu?" tanya Damia


"Bukannya kamu dan Angga sudah mendapat buket bunga dari pernikahan aku dan Vian? Lalu, Angga juga pernah bawa pulang setengah buket bunga setelah menghadiri acara pernikahan dokter dan suster rumah sakit. Mendapat buket bunga dari pernikahan orang itu pertanda baik dan berkah pernikahan akan menyertai. Apa lagi kalian berdua mendapatkannya dua kali berturut-turut," jelas Linda


Selain pernikahan Linda dan Alvian, Angga memang pernah menghadiri acara pernikahan lain bersama Damia. Dokter dan Suster yang dimaksud Linda adalah Raffa dan Lisa.


Flashback.


Suatu hari, Damia bersama rombongan suster rumah sakit menghadiri acara pernikahan rekan kerja mereka, yaitu Suster Lisa dan Dokter Raffa.


Di sana Damia bertemu Angga yang datang bersama Rena sebagai perwakilan dari dokter muda yang menjalankan program profesi di rumah sakit yang sama dengan tempat kerja kedua mempelai pengantin.


"Angga dan Rena, sudah datang ... " sapa Damia


"Iya, nih. Kenapa kamu tidak pergi sama Angga? Kalau begitu, kan, tadi kita bertiga bisa pergi bersama," ujar Rena bertanya.


"Aku datang sama rombongan suster rumah sakit. Tidak enak kalau harus pisah dari rombongan," kata Damia


"Tidak apa-apa, yang penting kita bisa bertemu di sini," sahut Angga


"Kalian berdua datang lebih dulu, sudah kasih selamat sama pengantinnya belum?" tanya Damia


"Belum. Kami berdua mau tunggu sampai kamu datang," jawab Angga


"Karena kamu sudah ada di sini, ayo kita beri selamat bersama-sama," ajak Rena


"Ya, ayo ... " sahut Damia


Akhirnya, Angga dan Rena memberi selamat pada kedua pengantin bersama Damia dan para suster. Mereka pun naik ke atas pelaminan bersama untuk menemui kedua pengantin.


"Selamat atas pernikahannya, Dokter Raffa, Suster Lisa. Semoga harmonis selamanya," ucap Damia


"Terima kasih, Damia ... " ucap Lisa


"Kita tidak sedang kerja atau ada di rumah sakit, jadi santai saja, Damia ... " kata Raffa


"Kalian berdua sudah seperti kakak bagi aku. Ingat, untuk jangan menyakiti Kak Lisa, Raff," ujar Damia


"Lisa dipanggil Kakak, masa aku tidak? Katanya, kami berdua adalah kakak kamu?" tanya Raffa


"Oke, deh, Kak Raffa ... " sahut Damia


"Kalau Kak Raffa berulah, bilang saja sama aku, Kak Lisa. Biar aku yang buat dia sadar," sambung Damia


"Siap!" seru Lisa


"Aku tidak akan seperti itu," kata Raffa


Setelah memberi ucapan selamat pada kedua pengantin secara bergantian, mereka pun kembali turun dari atas pelaminan.


Angga merasa senang dan lega saat melihat sang kekasoh yang tampak baik-baik saja meski kini sedang berada di acara pernikahan mantan kekasihnya. Sehingga lelaki itu tahu kalau sang kekasih sudah benar-benar tidak memiliki bekas rasa atau penyesalan karena memilih putus dengan mantan kekasih dan berpacaran dengan dirinya.


Rena menjadi lebih dekat dengan Alina dan keduanya terlihat lebih sering bersama di sana. Hingga Damia bisa lebih leluasa saat bersama dengan Angga.


Saat itu adik perempuan Raffa menghampiri Damia.


"Kak Damia, apa kabar?" tanyanya, adik Raffa. Verra.


"Vera, aku baik. Kalau kamu, apa kabar? Bagaimana dengan kuliahnya di luar kota?" tanya balik Damia


"Aku baik dan kuliah juga aman terkendali. Kak Damia, ke mana saja selama ini tidak kelihatan?" tanya Verra


"Aku hanya sibuk bekerja," jawab Damia


"Maaf, Verra. Aku tidak ingin mengganggu kuliah kamu di luar kota," kata Damia


"Aku sangat kaget saat ada keluarga pacar Kak Raffa datang ke rumah, tapi itu bukan Kak Damia. Padahal selama ini aku sudah sangat setuju kalau Kak Raffa menikah sama Kak Damia. Malah sampai hari ini pun aku masih berharap yang jadi pengantin Kak Raffa itu Kak Damia," ujar Verra


"Hal seperti itu tidak bisa dipaksakan, Verra. Kami sudah membuat keputusan," kata Damia


"Sepertinya Kak Damia memang tidak merasa menyesal," sahut Verra


"Meski keinginan kamu yang satu itu, tidak bisa terwujud, kita masih bisa berhubungan baik. Kita masih bisa jadi adik dan kakak," ujar Damia


"Benarkah? Meski, Kak Damia bukan jadi kakak ipar aku?" tanya Verra


"Tentu saja, kenapa tidak?" tanya balik Damia


"Asik!" seru Verra


"Karena kak Lisa sudah resmi jadi kakak ipar kamu, kamu harus baik-baik sama dia, ya ... " pesan Damia


"Hmm ... aku juga masih berusaha untuk bisa suka dan akrab sama kak Lisa kok," kata Verra


Angga yang masih berada di dekat Damia, bisa mendengar dengan jelas percakapan antara sang kekasih dengan mantan calon adik iparnya.


"Omong-omong, Kak Damia, lagi sama siapa, nih? Pacar baru, ya?" tanya Verra


"Benar. Nama pacar aku, Angga ... " ungkap Damia


"Betulan pacar baru, toh ... maaf, ya, Kak Angga," kata Verra


"Ya, tidak apa-apa kok," sahut Angga sambil tersenyum tipis.


Saat itu, Lisa yang sedang turun dari pelaminan untuk berbincang dengan para sahabatnya pun melihat dan mendengar saat adik iparnya sedang bicara dengan Damia.


"Verra masih tidak suka sama aku dan bahkan dia lebih mendengarkan kata Damia, tapi syukurlah kalau dia mau berusaha untuk suka dan akrab sama aku. setidaknya itu sudah lebih baik," batin Lisa


Lisa pun menghampiri Damia dan Verra.


"Kak Lisa ...."


"Kak Lisa, sudah seperti kakak bagi aku, boleh, kan, kalau aku menganggap adik ipar Kak Lisa seperti adik aku sendiri? Karena aku adalah anak tunggal, aku ingin sekali punya adik. Tidak masalah, kan, kalau kita berbagi satu orang adik dari sekian banyak adik Kak Lisa?" tanya Damia


"Ya, tidak masalah. Aku juga mengerti kalau kamu sudah lebih dulu dan lama kenal sama Verra dari pada aku," jawab Lisa


"Terima kasih, Kak Lisa ... " ucap Verra sambil bersorak girang.


Tak lama setelah itu, Lisa kembali naik ke atas pelaminan bersama Raffa. Itu adalah persiapan untuk melempar buket bunga.


Seorang MC pun mulai berhitung mundur. 3 - 2 - 1!


Buket bunga pun dilempar!


HAP!


Yang menangkap buket bunga pernikahan itu adalah seorang gadis dan seorang lelaki secara bersamaan. Mereka berdua adalah Damia dan Angga.


"Selamat untuk pasangan yang mendapat buket bunga pernikahan!"


Flashback: off.


Damia ingat dengan momen saat dirinya berhasil menangkap buket pernikahan bersamaan dengan Angga saat acara pernikahan Raffa dan Lisa. Itu tidak jauh berbeda dengan keduanya yang juga berhasil mendapatkan buket bunga saat pernikahan Linda dan Alvian.


.


Bersambung.