Bougenville of Love

Bougenville of Love
45 - Bercerita.



Setelah Damia dan Alina mendapat makanan yang telah dipesan, keduanya pun mulai makan bersama. Setelah makan beberapa suap makanan, barulah pembicaraan mulai dibuka.


"Jadi, sekarang bagaimana? Ayo, mulai bercerita sama aku!" seru Alina


"Apanya yang bagaimana? Ya, seperti itulah ... " ujar Damia


"Ceritalah yang benar. Apa yang buat kamu dan Dokter Raffa bertengkar? Kenapa Dokter Raffa bisa marah sama kamu?" tanya Alina


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Sepertinya dia mengira aku berselingkuh saat kami masih pacaran dan tidak terima saat melihat aku dekat dengan lelaki lain," jawab Damia


"Bukankah kamu dan dia sudah putus sejak 3 bulan yang lalu?" tanya Alina


"Itu benar," jawab Damia dengan singkat sambil mengangguk kecil.


"Kalau kalian sudah putus, kenapa dia masih saja marah dan tidak terima jika kamu dekat dengan lelaki lain?" tanya Alina


"Aku juga tidak mengerti," jawab Damia sambil mengangkat kedua bahunya.


"Padahal Dokter Raffa pun sedang dekat sama Suster Lisa dan sepertinya mereka berdua sudah pacaran," kata Alina


"Benar juga. Dokter Raffa marah karena mengira kamu selingkuh saat kalian masih pacaran dan tidak terima saat kamu dekat sama lelaki lain karena dia melihat langsung sedang bersama lelaki lain, kan? Jadi, siapa dia ... lelaki itu? Apa dia itu adalah Angga, pasien sekaligus teman kamu? Apa kamu dan Angga sudah resmi berpacaran? Sejak kapan dan sudah berapa lama?" tanya Alina


"Kamu benar. Kami baru pacaran dan belum lama. Baru beberapa hari," jawab Damia


"Beberapa hari itu ... berapa hari? Seminggu?" tanya Alina


"Belum sampai seminggu. Baru 3 hari," jawab Damia


"Hei, yang benar saja?! Kamu dan Dokter Raffa sudah putus sejak 3 bulan yang lalu, tapi dia marah karena melihat kamu dekat sama lelaki lain yang sudah jadi pacar kamu baru selama 3 hari? Sebenarnya apa alasan Dokter Raffa sampai sebegitunya sama kamu? Apa dia tidak terima padahal kalian sudah putus dan dia pun sudah dekat sama perempuan lain?" tanya Alina yang merasa heran.


Damia hanya bisa menaikkan kedua bahunya sambil menggeleng pelan.


"Aku benar-benar tidak habis pikir. Atau jangan-jangan justru sebenarnya Dokter Raffa yang sudah lebih dulu selingkuh sama Suster Lisa saat masih pacaran sama kamu, makanya dia malah tidak terima saat melihat kamu dekat sama lelaki lain dan mengira kamu yang selingkuh saat masih pacaran sama dia sebagai bentuk dalih pembelaan diri. Kan, ada banyak tuh ... orang yang selingkuh malah menuduh pacar atau mantan pacarnya selingkuh," ucap Alina


Damia hanya diam dan fokus dengan aktivitas makannya. Tak bisa dipungkiri kalau Alina adalah tipe orang yang sangat peka dan dapat menebak semua dengan tepat.


Saat itu mata Alina menyipit sambil memfokuskan pandangannya mendekat ke arah Damia. Seolah sedang menelisik dan mencari kebenaran pada raut wajah Damia.


"Kenapa kamu malah menatap aku seperti itu? Kenapa kamu tidak melanjutkan makannya? Apa kamu tidak merasa lapar setelah lama bekerja?" tanya Damia yang merasa risih dengan tatapan mata Alina yang mengarah padanya.


"Kamu jangan mengalihkan topik pembicaraan. Damia, kamu tidak sedang menutupi sesuatu dari aku, kan?" tanya balik Alina


"Bukannya kamu minta aku untuk cerita? Dan itu sudah aku lakukan, aku sudah bercerita sama kamu," ujar Damia


"Tapi, tidak ada kebohongan dalam cerita kamu, kan?" tanya Alina


Saat itu, Damia hanya bisa tersenyum dengan lebar, selebar-lebarnya untuk menanggapi pertanyaan dari Alina agar temannya itu tidak lagi merasa curiga.


Alina pun menghela nafas panjang. Sepertinya rekan kerja Damia itu sudah cukup berprasangka.


"Damia, aku akan selalu dukung apa pun pilihan kamu asal kamu merasa bahagia. Lupakan saja masa lalu yang buat kamu merasa sedih," ucap Alina


"Terima kasih, Al," ucap Damia


"Sama-sama, Damia. Kan, kita teman ... kalau kamu mau, kamu bisa cari aku dan cerita apa pun sama aku. Jangan hanya aku yang minta kamu untuk cerita. Jangan memendam apa pun seorang diri," sahut Alina


Damia hanya mengangguk sambil tersenyum. Kedua suster cantik itu pun melanjutkan makan bersama.


"Sebenarnya aku tahu kalau kamu bohong dan ada yang ditutupi dari aku. Sudah cukup lama beredar gosip kalau Dokter Raffa selingkuh sama Suster Lisa. Dulu aku tidak ingin percaya sama gosip seperti itu, tapi dengan adanya masalah sekarang ini aku jadi yakin kalau Dokter Raffa memang selingkuh. Dan saat kamu sudah punya pacar baru, Dokter Raffa menyesal sudah selingkuh dan putus dari kamu, tapi karena tidak mau mengaku dirinya menyesal, Dokter Raffa malah jadi menuduh kamu yang selingkuh. Aku juga ragu kalau kalian berdua sudah putus sejak 3 bulan yang lalu, tapi kamu sudah benar mengambil keputusan untuk putus sama Dokter Raffa dan soal kamu yang punya pacar baru, kamu tidak salah. Karena kamu berhak untuk bahagia, Damia," batin Alina


Usai menyelesaikan makan bersama, Damia dan Alina bersiap untuk berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing yang berbeda.


"Kalau begitu, aku pulang dulu, ya, Al," ujar Damia


"Apa mau aku antar pulang sampai rumah kamu?" tanya Alina


"Tidak perlu. Rumah aku jauh," jawab Damia yang menolak.


"Tidak apa-apa. Kan, nanti kita naik motor punya aku," kata Alina


"Tidak usah. Kamu pulang ke rumah kamu saja dan langsung istirahat. Kamu pasti merasa lelah setelah pulang bekerja," ucap Damia


"Benar juga. Kamu pasti juga lelah dan ingin segera istirahat. Kalau aku datang ke rumah kamu pasti jadi mengganggu," ujar Alina


"Terima kasih sudah mau mengantar aku pulang, tapi aku terima niat baik kamu saja. Aku bisa pulang sendiri naik taksi online," ucap Damia


"Ya sudah. Kalau begitu, aku pulang dulu. Kamu hati-hati di jalan," ujar Alina


"Ya. Kamu juga hati-hati bawa motornya. Jangan ngebut," pesan Damia


"Apa mau aku tunggu sampai mobil pesanan kamu datang?" tanya Alina


"Tidak perlu, Alina. Kamu pulang saja dan sampai jumpa lagi nanti malam saat bekerja," jawab Damia


"Baiklah. Sampai jumpa nanti malam," kata Alina


Alina pun berlalu menuju ke tempat parkir motor, sedangkan Damia langsung memesan taksi online via aplikasi pemesanan.


Setelah memesan dan mobil datang menjemputnya, Damia pun beranjak naik mobil untuk kembali pulang menuju ke rumahnya.


Saat tiba di rumah, sang ayah sudah pergi bekerja dan tidak ada di rumah. Sang ibu pun sedang bersiap untuk pergi bekerja sebentar lagi.


"Pintu belum dikunci. Pasti ibu masih ada di rumah," gumam Damia


"Aku pulang!" seru Damia saat masuk ke dalam rumah.


"Damia, kamu sudah pulang. Ibu baru saja mau pergi kerja," ucap Ibu Rita


"Itu, di atas meja makan ada makanan yang Ibu buat untuk kamu. Kalau kamu tidak mau langsung makan, masukkan saja ke dalam kulkas dulu. Takut jadi basi," sambung Ibu Rita


"Padahal tadi aku sudah sempat makan dulu sebelum pulang, tapi tidak apa-apa. Bisa untuk makan siang aku nanti," kata Damia


"Kalau begitu, Ibu pergi kerja dulu, ya," pamit Ibu Rita


"Ya, Bu. Hati-hati di jalan," pesan Damia


Ibu Rita pergi bekerja dengan berjalan kaki karena tempatnya bekerja tidak jauh dari gerbang kompleks. Setelah memastikan Ibu Rita sudah pergi menjauh, Damia pun menutup pintu rumahnya dan beranjak untuk memasukkan makanan yang ada di atas meja makan ke dalam kulkas seperti yang dikatakan oleh Ibu Rita. Lalu, suster cantik itu pun beralih masuk ke dalam kamar tidurnya untuk istirahat.


Setelah berada di dalam kamar, Damia langsung mengambil ponsel miliknya untuk mengirim pesan pada sang kekasih.


^^^To: Angga.^^^


^^^Angga, aku sudah pulang dan sampai di rumah. Aku baik-baik saja dan akan langsung istirahat setelah ini karena lelah. Semangat kuliahnya.^^^


Setelah pesan berhasil dikirim, Damia langsung bersih-bersih termasuk mandi dan mengganti pakaian.


Sebelum istirahat, setelah mandi dan berpakaian, Damia lebih dulu menyempatkan untuk mengecek ponsel miliknya.


"Pesannya belum dibaca. Mungkin sudah masuk jam kuliah," gumam Damia


Setelah beberapa waktu istirahat, Damia pun beralih bangkit untuk kembali beraktivitas. Suster cantik itu lebih dulu mengisi perut.


Damia mengeluarkan makanan dari kulkas dan memanaskannya. Saat itu, terdengar suara ponsel miliknya, lalu ia pun memeriksanya.


Ada sebuah pesan masuk, berbunyi ....


From: Angga.


Damia, sedang apa? Apa aku mengganggu kamu yang sedang istirahat.


Suster cantik itu langsung mengetik pesan balasan dan mengirimnya.


^^^To; Angga.^^^


^^^Tidak, aku sedang masak. Sebentar, ya.^^^


Setelah mengirim pesan, Damia mengabaikan ponsel miliknya dan fokus memanaskan makanan.


Usai memanaskan makanan, Damia pun beralih menuju ke meja makan untuk menyantap makanan. Saat itu, barulah Damia meraih kembali ponsel miliknya untuk berkirim pesan.


^^^To: Angga.^^^


^^^Aku sudah selesai masak. Ada apa, Angga?^^^


Damia mengetik danengirim pesan sambil menyantap makanan. Rupanya, pesan darinya hanya dibaca dan tidak dibalas setelah beberapa saat. Suster cantik itu tidak terlalu banyak berpikir dan memilih untuk melanjutkan aktivitas makannya. Mungkin Angga sedang sibuk, begitulah pikirnya.


Tak lama kemudian, langsung ada telepon masuk berupa panggilan video. Setelah menelan makanan di dalam mulutnya, Damia pun mengangkat panggilan video yang masuk tersebut.


Begitu menggeser tombol berwarna hijau pada layar ponsel, layar ponsel miliknya langsung dipenuhi dengan gambar sang kekasih.


"Halo, Damia."


"Halo, Angga. Maaf, aku mengangkat telepon dari kamu sambil makan. Ada apa?"


"Apa aku mengganggu kamu?"


"Tidak kok. Apa kamu sudah makan?"


"Sudah, tadi."


"Ada apa? Kenapa kamu melihat aku seperti itu? Wajah aku terlihat jelek, ya? Aku sama sekali tidak berias setelah hanya membasuh wajah."


"Di mana jeleknya? Kamu cantik kok dan akan selalu terlihat seperti itu. Justru aku tidak pernah bosan melihat wajah kamu yang cantik itu. Aku merasa tidak cukup hanya melihat wajah kamu dari layar HP seperti ini. Bagaimana kalau nanti kita bertemu? Sebelum kamu pergi bekerja, supaya aku bisa mengantar kamu berangkat ke rumah sakit lagi."


"Memangnya kamu ada waktu? Bukannya kamu sedang kuliah?"


"Kuliah hari ini tidak sampai sore. Jadi, kita bisa bertemu dan pergi bersama sebentar sebelum kamu pergi bekerja."


"Apa kamu tidak merasa lelah? Kamu harus istirahat."


"Memangnya kamu tidak tahu? Melepas rindu dengan bertemu sama kamu adalah cara aku untuk melepas rasa lelah."


Damia langsung terkekeh kecil dan itu membuat Angga tersenyum senang.


"Kalau begitu, jangan terlalu awal. Istirahat dulu saja setelah pulang kuliah, setelah itu baru kita bertemu. Kalau memang merasa lelah, jangan memaksakan diri untuk bertemu. Kamu lebih baik istirahat di rumah."


"Aku mengerti. Aku akan mengabari kamu sebelum datang untuk bertemu dan setelah itu, aku akan mengantar kamu pergi bekerja ke rumah sakit lagi seperti kemarin."


"Baiklah. Kamu boleh bertanya tentang apa pun saat kita bertemu nanti."


Saat Damia berkata seperti itu, tandanya suster cantik itu siap untuk bercerita apa pun termasuk soal pertengkarannya dengan sang mantan pacar pada sang pacar. Dan Angga mengerti hal itu.


"Aku jadi sangat menantikannya. Sampai jumpa nanti, Damia."


"Sampai jumpa lagi."


Setelah saling melambaikan tangan sebagai salam perpisahan, telepon pun terputus dan panggilan video telah berakhir.


Damia pun meletakkan kembali ponsel miliknya dan melanjutkan aktivitas makannya.


Usai makan, Damia menyempatkan untuk bersih-bersih rumah.


Saat sang ibu pulang dari bekerja di sore hari, Damia sudah selesai membersihkan rumah dan sudah saatnya bisa untuk kembali bersantai.


Hingga saat hari mulai gelap, Damia mendapat pesan ajakan untuk bertemu dan pergi bersama dari sang kekasih. Suster cantik itu pun langsung bersiap.


Bertepatan dengan saat sang ayah pulang dari kerja, Damia pun berpamitan untuk pergi.


Melihat sang ayah pulang bekerja, Damia langsung mengambil segelas air putih untuk diberikan pada sang ayah. Setidaknya sang ayah bisa menghilangkan dahaga setelah lelah bekerja dan melalukan perjalanan untuk kembali pulang ke rumah.


"Ayah, ini ... minum untuk Ayah. Diminum dulu," kata Damia


"Terima kasih," ucap Ayah Dodi


"Sama-sama, Ayah ... " balas Damia


Ayah Dodi pun menerima segelas air putih dari tangan Damia dan langsung meneguknya sampai habis.


"Damia, sudah rapi saja? Mau ke mana? Bukannya jam masuk kerjanya masih lumayan lama?" tanya Ayah Dodi usai meminum air putih.


"Iya, Damia. Kamu mau oergi ke mana masih jam segini?" tanya Ibu Rita yang ikut menghampiri.


"Damia mau pergi, Ibu, Ayah. Ada janji mau ketemu dan pergi sama teman," jawab Damia


"Apa kamu tidak mau makan di rumah dulu, Damia?" tanya Ibu Rita


"Ibu dan Ayah saja yang makan. Mungkin nanti aku makan di luar saja," jawab Damia


"Ini sepertinya sudah 3 kali kamu bilang mau pergi sama teman. Sebenarnya siapa teman kamu itu?" tanya Ibu Rita


"Iya, Ayah juga jadi penasaran. Siapa teman kamu itu?" tanya Ayah Dodi


"Aku ceritanya nanti, ya, Ibu, Ayah. Aku pamit pergi dulu," kata Damia berpamitan.


"Ya sudah // kalau begitu, hati-hati," pesan Ibu Rita dan Ayah Dodi secara bersamaan.


Usai berpamitan oada kedua orangtua, Damia pun beranjak pergi dan ke luar dari rumah.


Sebelumnya saat berkirim pesan, Angga bilang akan menjemputnya. Namun, Damia bilang untuk bertemu di gerbang kompleks saja.


Saat Damia berjalan menuju ke gerbang kompleks, rupanya mobil Angga sudah melaju nendekat dan berhenti tepat di pinggir jalan tak jauh dari posisi Damia berjalan kaki.


Saat itu juga, Damia langsung membuka pintu mobil milik sang kekasih untuk masuk ke dalamnya. Mobil tersebut pun kembali melaju setelah berbalik arah.


.


Bersambung.