Bougenville of Love

Bougenville of Love
32 - Wahana.



Saat bermain dan menaiki wahana istana boneka, Damia kembali merekam suasana sekitar. Namun, tidak dengan Angga. Lelaki itu kini asik memandangi wajah senang suster cantik yang ada dan duduk di sampingnya sambil tersenyum.


Berada di samping Damia mampu membuat jabtung Angga terus berdegup kencang bahkan setelah ke luar dari wahana istana boneka.


"Setelah ini kita mau naik wahana apa lagi?" tanya Damia


"Ayo, kita naik komedi putar. Kita bermain wahana yang santai dulu, baru kita coba wahana yang agak ekstrem," jawab Angga


Damia dan Angga pun beralih ke wahana selanjutnya. Keduanya menuju ke wahana komedi putar yang bernama Turangga-Rangga. Masing-masing dari mereka berdua menaiki kuda-kudaan hingga beberapa kali putaran.


Kali ini Angga merekam diri Damia yang terlihat menikmati wahana tersebut. Suster cantik itu terus tersenyum hingga Angga tidak pernah merasa bosan mengabadikannya ke dalam rekaman video. Tak terasa putaran sudah berhenti hingga membuat Angga juga harus menghentikan rekamannya dan beranjak turun dari wahana komedi putar itu bersama Damia.


"Damia, kamu harus bersiap. Kita akan menaiki wahana yang agak ekstrem," ucap Angga


"Tidak boleh naik wahana yang terlalu ekstrem. Kamu harus ingat itu," tegas Damia


"Aku ingat kok," sahut Angga


Keduanya pun beranjak bersama. Kali ini keduanya akan menaiki wahana yang sedikit ekstrem. Itu adalah Kora-Kora.


Wahana berbentuk perahu yang mengayun pada ketinggian tertentu yang akan membuat semua orang berteriak kegirangan dengan histeris. Termasuk Damia dan Angga.


"Kita ke wahana selanjutnya," kata Angga usai menaiki wahana Kora-Kora bersama Damia.


Wahana ekstrem berikutnya yang dipilih Angga adalah Ontang-Anting.


Dengan kesan yang sama seperti wahana sebelumnya, wahana kali ini juga akan membuat orang berayun di atas ketinggian tertentu. Hanya saja laju geraknya bukan maju mundur melainkan berputar 360 derajat. Semuanya pun berteriak dengan girang saat naik wahana tersebut.


"Jangan terus menerus naik wahana yang ekstrem. Kita selingi juga dengan wahana yang santai," ucap Damia usai menaiki wahana Ontang-Anting bersama Angga.


"Baiklah. Kita sudah dua kali naik wahana yang santai, dua kali naik wahana yang agak ekstrem. Kita lanjut lagi pergi ke wahana santainya," kata Angga


Keduanya pun beralih menuju ke wahana Rumah Miring dan memasukinya.


Saat masuk, Damia dan Angga langsung terhipnotis dengan keadaan sekitar yang membuat indra penglihatan menjadi bingung karena rekayasa yang ada.


"Setelah terus diayun saat menaiki dua wahana sebelumnya, kamu malah memilih untuk masuk ke Rumah Miring ini? Apa kamu tidak merasa pusing setelah masuk ke sini?" tanya Damia


"Tidak kok. Entah ini terbilang wahana ekstrem atau tidak, kita bisa sedikit bersantai di sini sambil berfoto," jawab Angga


Rumah Miring memang sering dan cocok untuk dijadikan tempat spot foto yang unik dan menarik. Damia dan Angga pun banyak mengambil foto saat ada di sana.


Seakan tidak memberi waktu jeda untuk istirahat, Angga pun membawa Damia untuk bermain dan menaiki wahana selanjutnya.


"Apa kamu yakin mau naik wahana ini? Bukan yang lain, tapi Histeria?" tanya Damia


"Aku yakin kok. Atau kamu mau pilih? Mau naik Histeria, Halilintar, atau Tornado?" tanya balik Angga


"Tiga wahana yang kamu sebutkan itu sama saja. Sama-sama wahana ekstrem," jawab Damia


Histeria adalah wahana yang membuat siapa pun yamg menaikinya berteriak histeris karena merasakan sensasi diterbang dan dijatuhkan pada ketinggian tertentu. Sedangkan, Halilintar adalah wahana bagai kereta yang juga disebut roal coaster dengan jalur yang berkelok-kelok dan naik turun. Sementara, Tornado adalah wahana paling ekstrem yang membuat siapa pun yang menaikinya merasa diputar-putar sekaligus dibolak-balikkan di atas ketinggian.


"Ini akan jadi wahana ekstrem terakhir yang kita naiki. Aku janji," kata Angga


"Apa kamu adalah tipe orang yang sulit dilarang?" tanya Damia


"Berarti kamu setuju, kan? Ayo, kita naik Histeria!" seru Angga


"Damia, apa kamu suka bermain ke tempat ini?" tanya Angga saat petugas masih sibuk mengatur para pengunjung lain yang juga akan menaiki wahana histeria.


"Aku suka kok dan sangat menikmatinya," jawab Damia


"Aku juga suka, apa lagi saat pergi sama kamu," kata Angga


Petugas pun mulai bersiap mengaktifkan wahana tersebut.


"Damia, aku suka sama kamu." Tepat saat Angga mengungkap tentang perasaannya, semua orang berteriak karena wahana tersebut diterbangkan ke atas.


Tampaknya Damia tidak mendengar apa yang Angga ucapkan.


"Apa? Tadi kamu bilang apa, Angga?" tanya Damia dengan sedikit berteriak.


"Tidak ada," jawab Angga juga sambil berteriak dan menggeleng kecil dengan mengulas senyum tipis.


Angga menghela nafas.


..."Apa aku ini termasuk beruntung atau tidak? Aku mengungkap perasaan, tapi Damia malah tidak mendengarnya. Aku menyatakan perasaan begitu saja tanpa persiapan lebih dulu. Sepertinya aku memang belum siap," batin Angga...


Damia tampak termenung usai naik wahana Histeria. Suster cantik itu terus terdiam.


"Ada apa, Damia? Kenapa kamu diam saja?" tanya Angga


"Tidak apa-apa kok. Aku hanya sedikit pusing. Kamu sendiri bagaimana? Kamu baik-baik saja setelah naik Histeria tadi, kan?" tanya balik Damia usai menjawab.


"Ya. Aku baik-baik saja," jawab Angga


"Setelah ini kita mau naik wahana apa lagi?" tanya Damia


"Ayo, kita naik wahana Poci-Poci!" seru Angga


Damia dan Angga pun beralih ke wahana selanjutnya. Itu adalah wanaha Poci-Poci. Permainan berbentuk gelas, cangkir, dan teko besar di atas meja raksasa yang diputar-putar.


"Apa kamu yakin mau naik wahana ini setelah naik Histeria tadi?" tanya Damia


Angga pun mengangguk kecil.


"Wahana ini bentuknya lucu sekali! Ayo, kita naik!" seru Angga


Akhirnya, Damia hanya bisa mengikuti Angga menaiki wahana Poci-Poci bersama.


..."Hari ini aku benar-benar bersenang-senang dan menilmati jalan-jalan kali ini hingga bisa melupakan kesedihan kemarin. Aku harap akan terus seperti ini. Semua ini berkat Angga," batin Damia...


"Ayo, kita naik wahana terakhir," ajak Angga usai naik wahana Poci-Poci.


Wahana terakhir yang menjadi pilihan Angga adalah Bianglala. Wahana ini adalah wahana yang santai meski harus terus berputar 360 derajat ke atas dan ke bawah.


Di dalam gerbong bianglala, Damia bisa beristirahat sambil duduk bersandar dan melihat pemandangan sekitar saat gerbong berputar dan tepat berada di puncak teratas.


Sedangkan Angga terus menatap ke arah Damia yang ada dan duduk tepat di depannya. Namun, lelaki itu tampak sedikit gusar dan gugup.


.


Bersambung.