Bougenville of Love

Bougenville of Love
17 - Mendengarkan Lagu.



Setelah cukup lama berkeliling sambil bersepeda di sekitar kompleks, Angga dan Damia pun berhenti untuk istirahat sejenak.


Keduanya sama-sama menenggak air di dalam botol untuk sekadar meredakan dahaga dan mengisi ulang tenaga.


"Sambil istirahat seperti ini, apa nungkin kamu mau makan sesuatu, Angga?" tanya Damia


"Bukankah kita pergi olahraga bersepeda agar sehat dan untuk membakar lemak? Bukannya kalau makan saat istirahat akan menambah lemak lagi?" tanya balik Angga


"Tidak semua makanan itu mengangudung dan dapat menambah lemak pada tubuh, apa lagi kalau kita hanya makan sedikit dan mampu mengatur pola makan dengan baik. Jadi, kamu tidak perlu khawatir," jawab Damia


"Memangnya kamu mau mengajak aku makan apa?" tanya Angga


"Kalau kamu memang mau makan, aku ikut dengan kamu saja. Itu, di dekat sini ada yang jual bubur kacang hijau. Kamu mau tidak?" tanya balik Damia


"Kamu sendiri, mau makan bubur kacang hijau di sana itu atau tidak?" tanya balik Angga lagi.


"Kalau kamu memang mau makan, maka aku akan menemani. Kenapa kamu malah bertanya balik padaku?" tanya balik Damia lagi.


"Sepertinya kamu tidak ada niat ingin makan bubur kacang hijau itu, maka aku juga tidak ingin makan," jawab Angga


"Padahal kamu tidak perlu mengikuti keinginan atau pendapat orang lain jika kamu memang ingin melakukan sesuatu," ujar Damia


"Damia, kamu hanya ingin menawarkan aku untuk makan bubur kacang hijau, tapi kamu sendiri tidak ingin makan ... apa karena kamu tidak suka makan bubur kacang hijau?" tanya Angga


"Ya, aku memang tidak terlalu suka dengan bubur kacang hijau," jawab Damia


"Begitu, rupanya ... " kata Angga


..."Kenapa aku selalu merasa seolah sudah familiar dengan apa yang disuka dan tidak disukai oleh Damia, ya? Seolah aku punya sangkutan dengan semua hal dengan Damia. Apa dulu pertemanan aku dan dia memang sangat dekat? Rasanya aku takut untuk bertanya terlalu banyak karena rasanya takut ditinggalkan," batin Angga...


"Angga, apa sudah ada sesuatu yang kamu ingat?" tanya Damia


"Sayangnya tidak ada," jawab Angga


"Tidak apa-apa, santai saja. Jangan terlalu dipaksakan," kata Damia


"Tapi, rasanya sangat tidak mengenakkan. Seolah aku seperti orangtua yang sudah linglung," ungkap Angga


"Aku mengerti perasaanmu itu. Maaf karena aku tidak bisa banyak membantu," sahut Damia


"Aku tidak bermaksud ingin menyalahkanmu, Damia. Kau tidak perlu bilang maaf karena ini bukan salahmu. Tidak ada orang yang menginginkan keadaan seperti ini. Salahku yang sudah terlalu banyak mengeluh. Harusnya aku bisa bersabar," ucap Angga


Damia hanya bisa tersenyum. Suster cantik itu pun menjulurkan satu tangannya.


"Apa kamu membawa HP? Apa aku boleh pinjam HP kamu?" tanya Damia


"Boleh saja, aku membawanya. Tapi, untuk apa? Apa kamu lupa bawa HP?" tanya balik Angga sambil merogoh saku dan memberikan ponsel miliknya pada suster cantik yang kini sedang menemaninya.


Saat menerima ponsel dari Angga, Damia langsung mengutak-atik ponsel milik lelaki itu seperti sudah hafal dan pernah menggunakannya sebelum ini.


"Tidak banyak yang berubah dari HP kamu ini. Sama seperti dulu kamu masih tidak menggunakan smart key untuk kunci layar HP demi keamanan," ujar Damia


"Apa dulu kamu juga pernah memakai HP aku? Kali ini kamu mau pakai untuk apa?" tanya Angga


"Ya, daftar lagu di HP kamu juga sama seperti dulu. Kali ini aku sengaja membuat daftar lagu baru dari lagu yang sudah ada di HP kamu. Aku memilih lagu yang bagus yang enak dan terdengar menyenangkan. Aku mau kamu mendengarnya sesekali. Lagu yang aku pilihkan adalah lagu yang suka kita dengarkan bersama dulu. Ini berguna untuk terapi menenangkan diri dan mungkin saja jika mendengar lagu yang sama seperti dulu dapat membuat ingatan kamu yang hilang jadi kembali pulih," jelas Damia yang lalu memberikan kembali ponsel yang ia pinjam sementara pada sang pemilik.


"Kalau begitu, biar aku dengarkan lagunya sekarang juga. Aku bawa headset kok," ujar Angga saat mendapatkan kembali ponsel miliknya dari tangan Damia.


"Oke, deh. Kalau begitu, tolong ceritakan sesuatu yang kita lakukan bersama saat dulu," pinta Angga


"Apa yang ingin kamu tahu?" tanya Damia


"Yang paling mudah dan ada di depan mata saja. Bagaimana saat-saat kita suka bersepeda bersama? Apa yang dulu kita lakukan saat sedang istirahat dari bersepeda seperti sekarang ini?" tanya balik Angga


"Tidak ada yang istimewa. Saat bersepeda, ya, kita mengayuh sepeda. Saat istirahat, maka kita akan berhenti sambil menepi seperti saat ini," jawab Damia


"Damia, aku serius ingin tahu," kata Angga


"Baiklah, aku ceritakan. Saat berjanji untuk bersepeda bersama, kita akan membawa sepeda masing-masing ke tempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu. Kalau ingin bersepeda tanpa janjian lebih dulu, terkadang kita menyewa sepeda di tempat kita bertemu. Terkadang kita juga naik saru sepeda berdua dengan cara berboncengan," ungkap Damia


"Saat sedang istirahat dari bersepeda, seperti yang kubilang tadi, kita suka mendengarkan lagu berdua. Terkadang kita juga membeli dan makan sesuatu, seperti es krim, donat, dan masih banyak lagi, tapi yang sering kita makan saat sedang bersama adalah bakso," sambung Damia


"Kedengarannya menyenangkan," kata Angga


"Tentu saja. Kita sangat menikmati waktu saat kita bersama dulu," sahut Damia


..."Sampai akhirnya semua jadi kacau karena aku yang membuatnya jadi seperti itu dan kita pun tidak pernah bertemu lagi," batin Damia...


..."Aku jadi ingin cepat dapat ingatanku yang hilang lagi supaya aku bisa mengingat kesenangan yang kita lalui saat kita bersama dulu," batin Angga...


Usai bercerita, Damia dan Angga pun melanjutkan bersepeda bersama hingga akhirnya kembali pulang ke rumah.


Setibanya di rumah, Damia dan Angga kembali memasukkan sepeda ke dalam garasi dan keduanya pun masuk ke dalam rumah.


Begitu masuk ke dalam rumah, Angga langsung terduduk di sofa.


"Aku mau istirahat dulu sambil duduk di sini," kata Angga


"Kalau begitu, aku akan ambil camilan dulu untuk kita makan bersama," ujar Damia


Sementara Damia beranjak menuju ke dapur, Angga mengeluarkan ponsel dan headset miliknya untuk mendengarkan lagu yang sudah dipilihkan oleh suster cantik di dalam ponsel miliknya.


Angga sangat menikmati saat mendengarkan lagu sambil memejamkan mata. Hingga lelaki itu tidak sadar jika Damia sudah kembali dengan membawakan camilan sambil memanggil namanya.


Merasa kesal karena tidak ada sahutan dari Angga saat terus menyerukan nama tersebut, Damia pun tidak punya pilihan selain melepas headset yang terpasang pada salah satu telinga lelaki yang sedang menikmati mendengar lagu itu dengan paksa.


"Sekencang apa kamu mendengarkan lagu sampai tidak dengar kalau aku sudah berulang kali memanggil kamu? Lagi pula, kita sudah berada di rumah, kenapa kamu tidak mendengar lagu secara langsung dari HP kamu saja dan malah menggunakan headset?" tanya Damia


"Maaf, Damia. Aku tidak tahu kamu sudah datang dari dapur," kata Angga


"Tentu saja, kamu tidak tahu. Aku sudah memanggil kamu berulang kali, tapi tidak ada satu pun sahutan. Aku sempat mengira sedang terjadi sesuatu denganmu, ternyata kamu malah sedang asik mendengar lagu sambil memakai headset," ujar Damia


"Sungguh, aku minta maaf dan tak akan aku ulangi lain kali .... " sesal Angga


"Sekarang lebih baik kamu duduk sama aku di sini. Ayo, kita makan bersama camilan yang sudah kamu bawa dan ambil dari dapur," sambung Angga


Angga pun menarik lengan Damia, meminta suster cantik itu untuk duduk bersama di sampingnya. Namun, Damia seolah enggan untuk ikut duduk dengan lelaki itu. Suster cantik itu masih saja setia berdiri tegak.


.


Bersambung.