Bougenville of Love

Bougenville of Love
16 - Bersepeda.



Saat Angga berada di dalam pelukan suster cantik yang berusaha untuk membuatnya ksmbali merasa tenang, tiba-tiba saja Mama Yuli muncul karena baru pulang bekerja.


"Angga, Damia, apa yang sedang kalian berdua lakukan?" tanya Mama Yuli


Angga tersentak kaget saat mendengar suara sang mama dan lelaki itu pun segera melepaskan diri dari pelukan Damia yang membuatnya merasa tenang itu.


"Mama, tumben sekali jam segini sudah pulang?" tanya Angga


"Kerjaan Mama hari ini lebih cepat selesai, makanya Mama langsung pulang. Memangnya tidak boleh kalau Mama pulang cepat?" tanya balik Mama Yuli


"Tidak, bukan seperti itu. Hanya saja biasanya Mama pulang malam karena selalu kerja lembur," jawab Angga


"Ya, hari ini Mama usahakan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan di kantor," kata Mama Yuli


"Ya sudah, Mama istirahat saja karena pasti merasa lelah setelah pulang kerja. Aku juga merasa lelah dan mau istirahat di dalam kamar," ujar Angga


Angga pun beralih menuju ke dalam kamar tidur pribadinya. Sepertinya lelaki itu merasa canggung karena ketahuan sesang berpelukan dengan Damia.


Setelah anak lelakinya beranjak pergi, Mama Yuli pun menoleh ke arah suster cantik yang awalnya duduk bersama sang anak lelaki.


"Seperti kata Angga, Tante pasti merasa lelah setelah pulang kerja. Apa Tante mau makan lebih dulu? Tadi saya sudah masak. Kalau Tante memang mau makan, saya bisa hangatkan dulu makanannya," ujar Damia menawarkan.


"Ya, boleh, deh ... saya mau coba masakan buatan Damia," kata Mama Yuli


"Tolong siapkan saja dulu di meja makan. Tante mau ganti pakaian dulu," sambung Tante Yuli


"Baik, Tante. Saya akan hangatkan makanannya dulu," sahut Damia


Sementara Damia menghangatkan makanan di dapur, Mama Yuli beralih menuju kamarnya untuk berganti pakaian kantor dengan pakaian rumahan.


...


Di dalam kamarnya, Angga langsung merebahkan diri di atas ranjang dan meraih bantsl guling untuk dipeluk olehnya.


"Malu banget, sih ... Mama tiba-tiba pulang dan lihat aku pelukan sama Damia. Mama tidak akan mengira aku habis melakukan hal aneh dengan Damia, kan?" gumam Angga bertanya sambil bermonolog ria.


..."Untung saja air mataku sudah lebih dulu kering saat Mama pulang tadi. Aku akan tambah merasa malu kalau Mama melihat aku yang sedang menangis di dalam pelukan seorang perempuan," batin Angga...


Lelaki itu sungguh merasa malu karena terciduk sedang berpelukan dengan perawatnya sendiri oleh sang mama.


...


Tak butuh waktu lama, Damia telah usai menghangatkan makanan. Saat sedang menyajikan makanan di atas meja makan, Mama Yuli pun menghampirinya untuk makan.


Mama Yuli pun duduk di salah satu kursi meja makan.


"Wah, kelihatannya enak sekali ... " kata Mama Yuli


"Tapi, Maaf, Tante ... saya hanya buat masakan sederhana ini," ujar Damia


"Tidak apa-apa. Tante dan keluarga suka dengan masakan rumahan kok. Terima kasih, ya, Damia," ucap Mama Yuli


"Saya hanya masak sedikit lebih banyak saat masak untuk Angga tadi. Silakan dicoba, Tante," sahut Damia


"Ya, Tante coba, ya. Damia, jangan hanya berdiri di situ. Sini, duduk dan temani Tante makan," ujar Mama Yuli


"Saya sudah makan dengan Angga tadi, Tante," kata Damia


"Tidak apa-apa. Duduk saja, Tante mau tanya sesuatu sama kamu," sahut Mama Yuli


"Baik," patuh Damia


Suster cantik itu pun ikut duduk di salah satu kursi meja makan. Menemani Mama Yuli yang sedang makan di sana.


"Rasanya benar-benar enak," puji Mama Yuli usai mencicipi satu sendok masakan buatan Damia.


"Syukurlah kalau sesuai dengan selera Tante," ujar Damia


"Pasti saat makan tadi, Angga juga suka dengan rasa masakan kamu. Omong-omong soal anak itu, sebenarnya Angga tadi itu kenapa?" tanya Mama Yuli


"Angga merasa kesulitan mengingat sesuatu saat potongan memorinya muncul kembali," ungkap Damia


"Seperti yang saya bilang barusan, Angga merasa kesulitan meski sudah ada porongan memorinya yang kembali muncul karena yang terlihat hanya samar. Saya sendiri kurang mengerti dan tidak bisa memastikan, apakah ini hal baik atau buruk? Maaf, Tante karena saya hanya seorang perawat dan bukan seorang dokter," jelas Damia


"Damia, Tante benar-benar minta tolong sama kamu untuk menjaga Angga terutama saat Tante tidak ada. Tolong pastikan kalau anak itu baik-baik saja. Tante sungguh berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan dia yang sempat tenggelam. Kalau bukan karena kamu, mungkin Angga tidak bisa selamat," ucap Mama Yuli


"Tante tidak perlu minta tolong atau berterima kasih sama saya karena semua itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya," kata Damia


"Syukurlah, Tante jadi bisa merasa tenang. Tante percaya sama kamu, Damia. Kalau begitu, Tante lanjut makannya, ya," ujar Mama Yuli


"Silakan, Tante. Kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi, saya izin mau masuk ke dalam kamar," ucap Damia


"Ya. Karena Tante sudah pulang dan ada di rumah, kamu sudah bisa istirahat," kata Mama Yuli


"Silakan Tante lanjutkan makannya. Kalau begitu, saya permisi dulu," ujar Damia


Tante Yuli hanya mengangguk kecil dan Damia pun beralih bangkit dan beranjak masuk menuju ke dalam kamarnya di rumah tersebut.


•••


Keesokan harinya.


Usai makan sarapan bersama, Mama Yuli pun pamit untuk pergi bekerja.


"Mama pergi kerja dulu, ya. Baik-baik di rumah dan kalau ada sesuatu langsung kasih kabar," ujar Mama Yuli


"Iya, Ma. Hati-hati," sahut Angga


"Hati-hati dan selamat bekerja, Tante," kata Damia


Mama Yuli pun beranjak pergi.


"Sekarang tinggal kita berdua lagi, deh. Bosan, nih ... " kata Angga


"Supaya tidak merasa bosan, bagaimana kalau kita pergi olahraga?" tanya Damia menyarankan.


"Olahraga ... apa?" tanya balik Angga


"Saat aku keliling rumah ini kemarin, aku lihat ada dua sepeda di garasi. Kita pergi bersepeda saja, yuk. Bagaimana ... kamu mau tidak?" tanya balik Damia lagi.


Karena Angga tidak kunjung memberi jawaban, Damia pun akhirnya menarik lengan lelaki itu untuk beranjak bersama menuju ke garasi.


"Pas sekali sepedanya ada dua!" seru Damia


"Ya, memang. Satu punyaku dan satu lagi punya kakakku," ungkap Angga


"Ayo, kita ke luarkan sepedanya," kata Damia


"Kamu sampai bisa menemukan sepeda ini segala saat keliling rumah. Memangnya kamu mau apa berkelilong di rumah ini? Kamu bukan mau berniat buruk seperti mencari dan mencuri harta karun, kan? Ups, maaf ... sebenarnya aku hanya sedang malas berolahraga, apa lagi bersepeda. Tak sangka aku malah jadi melantur," ujar Angga yang mengoceh.


"Padahal dulu kamu suka sekali olahraga bersepeda denganku. Aku suka kebiasaan kamu yang menjaga kesehatan dengan berolahraga, tapi apa dulu itu kamu hanya berusaha jaga image saja?" tanya Damia


"Tidak kok. Aku memang suka bersepeda, kalau tidak ... tidak mungkin di sini sampai ada dua sepeda segala, tapi aku hanya sedang merasa malas. Itu saja. Lagi pula, dengan kondisiku seperti saat ini, bukankah harusnya aku lebih banyak istirahat?" tanya balik Angga


"Istirahat untuk pemulihan diri itu bukan berarti hanya bermalas-malasan. Lagi pula, olahraga yang aku anjurkan bukan olahraga berat. Kita bisa bersepeda dengan santai. Bersepeda itu baik untuk kesehatan jantung, sedangkan kalau bermalas-malasan bisa saja jantung kamu jadi melemah dan itu tidak baik," jelas Damia


"Baiklah. Ayo, kita ke luarkan dua sepeda ini dan pergi bersepeda bersama," ujar Angga


"Kamu tiba-tiba jadi semangat seperti ini bukan karena malas mendengar aku mengoceh, kan? Apa kamu merasa lebih baik mengikuti perkataanku dari pada mendengar ocehanku?" tanya Damia


"Tidak kok. Mendengar kamu bilang, dulu kita suka sering bersepeda bersama, aku sungguh jadi semangat sekarang. Aku ingin mengulang apa yang sering kita lakukan dulu dan mungkin ini termasuk salah satu cara supaya ingatanku yang hilang bisa kembali pulih," ungkap Angga


"Baguslah kalau begitu," kata Damia


Damia merasa senang saat mendapati Angga bersemangat berusaha melakukan sesuatu untuk mengingat kembali ingatannya yang hilang. Suster cantik itu pun ikut bersemangat untuk menemani pasisn lelaki itu.


Angga dan Damia pun mengeluarkan masing-masing satu sepeda dari dalam garasi. Keduanya bersiap-siap sejenak dan setelah itu mulai pergi bersepeda ke luar rumah.


.


Bersambung.