Bougenville of Love

Bougenville of Love
15 - Kesedihanku.



Dari meja makan, Angga beralih pindah duduk di sofa.


Tanpa sadar Angga terus senyum-senyum tak menentu sambil membayangkan momen seperti saat Damia sedang berusaha memberi nafas buatan untuk dirinya. Bisa dibilang lelaki itu sedang berkhayal saat dirinya dan suster cantik itu sedang berciuman.


Damia yang beralih ke dapur sebenarnya hanya untuk sekadar menaruh bekas alat makan yang telah terpakai ke tempat cucian piring kotor. Lalu, suster cantik itu kembali nenemui Angga ke sofa sambil nemvawa gitar yang tadi sempat diletakkan sementara di dapur.


Angga yang melihat Damia datang langsung berusaha nengontrol ekspresi wajahnya agar tidak terus menerus tersenyum aneh supaya tidak dianggap seperti orang gila. Lelaki itu terkesiap sadar saat melihat suster cantik membawakan gitar miliknya.


"Oh, ya, gitar ... jadi, kita akan melakukan apa dengan gitar itu?" tanya Angga


"Gitar ini digunakan untuk terapi," jawab Damia


"Memangnya ... apa tidak masalah jika melakukan terapi tanpa dibimbing langsung oleh dan bersama dokter? Lagi pula, terapi apa yang sambil menggunakan gitar?" tanya Angga


"Perlu kamu tahu, terapi itu ada banyak macamnya. Tidak semua terapi harus dalam pengawasan dan bimbingan dokter, dengan orang terdekat sekitar pun bisa kok. Dari jenisnya ... yaitu, ada psikoterapi, terapi kognitif, bahkan ada juga terapi keluarga, dan termasuk juga terapi kesenian. Kali ini kamu akan melakukan terapi kesenian bersama aku yang akan menemani," jelas Damia


"Begitu, rupanya. Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Angga


"Benar ... apa yang harus kita lakukan lebih dulu, ya? Apa kamu mau mulai dari mendengar musik lebih dulu?" tanya balik Damia


"Terserah saja, tapi sepertinya aku sudah tidak sabar untuk bermain gitar. Sudah lama aku tidak melakukannya," jawab Angga


"Baiklah. Kalau begitu, ikuti kemauan dari suasana hati ksmu saja," ujar Damia


"Lalu, apa kamu ingat ... kalau dulu kamulah yang mengajari aku sampai aku bisa memainkan gitar dengan baik," sambung Damia


"Aku tidak ingat, tapi benarkah itu?" tanya Angga


Damia mengangguk kecil. Sambil memeluk gitar, suster cantik itu pun mulai memainkan alat musik dengan cara dipetik itu.


Sedang melakukan apa pun gadis yang berprofesi sebagai perawat itu selalu saja terlihat cantik. Bahkan Angga sudah berulang kali terpesona dengan dirinya. Apa lagi saat suster cantik itu bermain gitar dengan memperdengarkan alunan dari salah satu lagu favoritnya.


Tanpa sadar, Angga langsung bertepuk tangan saat Damia menyelesaikan lagu sambil bermain gitar miliknya. Hati lelaki itu serasa bergetar.


"Kamu bisa bermain gitar setelah diajarkan oleh aku?" tanya Angga


"Benar. Bagaimana dengan permainan gitar aku tadi? Apa terdengar bagus atau tidak?" tanya balik Damia


"Bagus kok. Hati aku sampai bergetar mendengar permainan gitar kamu," jawab Angga


"Lalu, kenapa kamu malah menangis?" tanya Damia lagi.


"Eh, aku menangis? Masa, sih?" tanya balik Angga


"Ya, air mata kamu berjatuhan tepat saat kamu bertepuk tangan," ungkap Damia


Angga pun menyentuh pipinya sendiri. Rupanya, benar. Pipinya telah basah dengan air mata. Ekspresi wajah lelaki itu langsung berubah dari tersenyum cerah menjadi sendu pilu dan air matanya pun terus menetes ke luar.


"Apa-apaan ini? Sungguh, memalukan sekali. Padahal aku tidak pernah menangis di depan seorang gadis sebelum ini," ujar Angga


"Sudah, jangan menangis lagi, Angga, tapi tidak apa ... mungkin ini adalah reaksi dari dan antara perasaan dan ingatan kamu. Namun, kamu harus pandai-pandai mengendalikan diri kamu. Jangan sampai reaksi ini membuat kamu jadi merasa stress dan sakit kepala kamu jadi kambuh lagi," ucap Damia


Damia ikut mengulurkan satu tangannya untuk menghapus air mata pada pipi Angga.


"Tapi, kenapa aku bisa sampai menangis seperti ini, ya?" tanya Angga yang merasa bingung


"Soal ini aku juga tidak tahu. Lagi-lagi, pertanyaan ini harus kamu sendiri yang mencari jawabannya nanti," jawab Damia


..."Apa benar kalau ingatan kamu yang dulu tentang kita adalah sesuatu yang menyakitkan bagi kamu, Angga? Padahal aku memainkan gitar bukan dengan alunan musik dari lagu yang sedih, tapi sampai bisa membuat kamu menangis seperti ini," batin Damia...


"Tapi, aku senang hanya kamu gadis yang melihat aku menangis seperti ini. Sepertinya itu tanda bahwa aku sudah sangat percaya sama kamu, Damia," kata Angga


Angga pun menyentuh dan mengenggam tangan Damia yang mencoba menghapus air mata pada pipinya. Lelaki itu tersenyum dan suster cantik itu ikut tersenyum. Namun, Damia langsung menarik kembali dan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Angga.


Angga sedikit tersentak saat Damia melepaskan genggaman tangannya. Rupanya, suster cantik itu masih saja membatasi dirinya dengan lelaki itu.


Lalu, suster cantik itu langsung menyerahkan gitar yang berada di dalam pelukan dan pangkuannya pada sang pemilik. Angga pun menerima gitar miliknya dari tangan Damia.


"Sekarang giliran kamu yang bermain gitar untuk terapi kesenian kali ini," kata Damia


"Sudah lama aku tidak bermain gitar dan aku juga bingung ingin memainkan musik dari lagu apa," ujar Angga


"Kan, tadi aku sudah beri satu contoh permainan gitar dari alunan musik suatu lagu. Apa kamu tahu ... alunan musik lagu yang tadi aku mainkan tadi adalah salah satu dari lagu Sammy Simorangkir, penyanyi favorit kita dulu. Kalau kamu ingin coba mengingat tentang pertemanan kita dulu, itu adalah clue-nya. Coba kamu mainkan salah satu alunan musik lagu dari penyanyi itu dengan gitar milik kamu itu," ucap Damia


Damia mengangguk pelan.


Angga pun mulai bersiap untuk bermain gitar. Lelaki itu menempatkan jari-jarinya pada chord tertentu.


Tak seperti Damia yang hanya bermain gitar tanpa bernyanyi, kini Angga akan bermain gitar sambil bernyanyi.


Sepinya hari yang ku lewati


Tanpa ada dirimu menemani


Sunyi ku rasa dalam hidupku


Tak mampu aku tuk melangkah


Masih ku ingat indah senyummu


Yang selalu membuatku mengenangmu


Terbawa aku dalam sedihku


Tak sadar kini kau tak di sini


Engkau masih yang terindah


Indah di dalam hatiku


Mengapa kisah kita berakhir


Yang seperti ini


.


.


.


Yang seperti ini


.


Hampa kini yang ku rasa


Menangis pun ku tak mampu


Hanya sisa kenangan terindah


Dan kesedihanku


Seperti itulah sekiranya lirik dari judul lagu Kesedihanku yang dinyanyikan oleh Angga dari penyanyi Sammy Simorangkir.


Usai bermain gitar sambil bernyanyi, Angga menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya. Lelaki itu berusaha menutupi wajah sedihnya yang terus menangis.


"Apa yang membuat kamu menilih lagu ini dari sekian banyaknya lagu Sammy Simorangkir, penyanyi favorit kita?" tanya Damia


"Aku juga tidak tahu kenapa. Perasaan aku seolah mendorong aku untuk memilih lagu ini," jawab Angga


"Kalau kamu sendiri yang memang memilih lagu ini untuk dimainkan dan dinyanyikan, kenapa kamu malah menangis?" tanya Damia lagi


"Aku sendiri juga tidak mengerti, Damia ... sekarang perasaan aku sangat kacau. Hati aku seolah merasa sedih, takut, dan kacau karena semua bercampur menjadi satu. Rasanya sangat menyakitkan dan menyesakkan dada," jelas Angga


Angga masih saja menutupi dan menyembunyikan wajahnya dari suster cantik yang kini ada di sisinya.


Damia pun mengambil gitar di pangkuan Angga dan meletakkan akat musik petik itu di atas meja. Lalu, suster cantik itu menarik lelaki yang berada di sisinya itu ke dalam pelukannya. Demi membuat lelaki itu menjadi kembali tenang.


"Tenangkan dirimu dan kendalikan emosimu, Angga. Jangan terlarut dalam perasaan sedih itu, harusnya kamu hanya mengingat yang membuat kamu merasa senang saja saat ini. Maafkan aku yang malah membuat kamu menangis dengan melakukan terapi kesenian kali ini," ucap Damia


Damia memeluk Angga sambil menepuk-nepuk dan sesekali mengusap pelan punggung lelaki itu agar membuatnya kembali tenang. Angga hanya terus menangis dalam diam di dalam pelukan suster cantik itu sambil berusaha membuat dirinya sendiri kembali tenang di dalam kenyamanan saat itu.


.


Bersambung.