Bougenville of Love

Bougenville of Love
82 - Tempat Tinggal Sang Kekasih.



Angga menghentikan laju mobilnya saat sampai di depan rumah sang kekasih.


"Sudah sampai. Kamu turun duluan saja. Barang belanjaan kamu biar aku yang keluarkan," kata Angga


Damia hanya tersenyum dan langsung beranjak turun. Angga pun bergegas ikut turun secepatnya karena lelaki itu tahu sang kekasih pasti akan menurunkan barang miliknya seorang diri. Angga pun langsung menyusul sang kekasih untuk mengeluarkan barang yang berada di jok belakang mobil.


"Sudah aku bilang, biar aku saja ... " kata Angga yang menghampiri Damia yang sedang membuka pintu belakang mobil untuk mengeluarkan barang.


"Aku juga bisa sendiri kok," sahut Damia


"Barangnya ada banyak dan ada barang punya aku juga. Kamu pasti bingung dan kesulitan mengeluarkan barangnya," ujar Angga


Angga pun mengambil alih posisi Damia yang hendak mengeluarkan barang dari mobil bagian belakang. Damia pun hanya bisa menggeser posisinya dan membiarkan sang kekasih membantunya mengeluarkan barang.


Setelah mengeluarkannya, Angga memberi satu per satu barang milik sang kekasih pada sang empunya.


"Barang yang kita beli bersama, sudah aku pisah dari punya aku. Ini baju kamu, buku, dan sapu tangan. Lalu, untuk camilan kamu biar aku yang bawakan sampai ke dalam rumah kamu," ujar Angga


"Biar aku saja, aku masih bisa membawanya," kata Damia


"Tidak apa-apa. Aku sengaja biar bisa ketemu om dan tante untuk pamit," sahut Angga


"Sepertinya tadi belanjaan camilan aku tidak sebanyak itu, deh ... " ujar Damia


"Mungkin terlihat banyak karena kantong plastiknya yang besar," kata Angga


Damia hanya mengangguk kecil mengerti dengan maksud sang kekasih. Damia pun membiarkan Angga ikut berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawakan kantong belanjaan berisi camilan miliknya.


"Sekali lagi, maaf, ya ... kalau aku harus pulang lebih cepat. Aku jadi tidak bisa menemani kamu lebih lama," ujar Damia


"Tidak masalah kok. Aku sudah sangat senang selama pergi sama kamu tadi," kata Angga


Baru hendak masuk ke dalam rumah, sang ibu sudah lebih dulu ke luar untuk menghampiri sang putri.


"Ibu, aku pulang ... " kata Damia


"Ya, ayo masuk. Angga, juga nasuk dulu," ujar Ibu Rita mempersilakan pacar dari putrinya untuk ikut masuk ke dalam rumah.


"Baik, Tante. Permisi ... " sahut Angga yang berjalan perlahan masuk ke dalam rumah sang kekasih.


"Saya cuma bantu Damia bawa barangnya, Tante," sambung Angga


"Ya, tolong taruh saja di atas meja sofa, ya, Angga. Terima kasih," ucap Ibu Rita


"Sama-sama, Tante ... " balas Angga


"Ini juga ada sedikit dari saya. Saya taruh sini," sambung Angga yang meletakkan kantong belanjaan di atas meja sofa di dalam rumah sang kekasih.


"Memangnya apa yang kamu bawa? Pantas saja tadi aku merasa kalau barang yang kamu bawakan terlihat lebih banyak dari yang aku ingat. Kamu sudah terlalu banyak traktir aku, tidak perlu beri yang lain lagi," ujar Damia


"Tidak apa-apa. Di dalam belanjaan yang kamu bawa juga ada sapu tangan untuk om. Tolong jangan lupa kasih sama om," ucap Angga


"Ya ampun, Angga ... sepertinya tidak perlu sampai seperti ini, deh ... " tolak Damia yang melihat ke dalam paper bag yang dibawa olehnya. Di dalam paper bag berisi sapu tangan memang tidak hanya saru, tapi dua. Satu adalah sapu tangan yang sepasang dengan milik Angga dan satu lagi adalah sapu tangan yang diberikan sang kekasih untuk sang ayah.


"Dilarang untuk mengambil kembali barang yang sudah diberikan pada orang lain. Jadi, tolong jangan kamu tolak," ujar Angga


"Oke. Terima kasih, ya ... " ucap Damia


"Terima kasih banyak, ya, Angga. Kamu juga sudah mengantar Damia sampai rumah. Maaf sudah merepotkan," ucap Ibu Rita


"Tidak masalah, Tante. Saya tidak repot kok," sahut Angga


"Omong-omong, om-nya mana, ya, Tante?" Angga lanjut bertanya.


"Ayah Damia lagi bersih-bersih, soalnya sepulang kerja tadi istirahat lebih dulu," jelas Ibu Rita dengan maksud mengatakan sang suami sedang mandi.


Angga hanya mengangguk kecil tanda mengerti. Lelaki itu menyempatkan diri untuk mengedarkan pandangan ke sekeliling isi rumah sang kekasih. Angga ingin melihat dan mengingat dengan jelas seperti apa tempat tinggal sang kekasih.


"Maaf, ya, rumahnya sangat sederhana. Ayo, Angga ... duduk dulu," ujar Ibu Rita


"Kok buru-buru sekali? Duduk dan minum dulu di sini sambil tubggu ayah Damia sebentar," ujar Ibu Rita menawarkan.


"Saya pulang saja, Tante. Tidak enak jika saya mengganggu. Maaf karena sebelumnya saya dengar Damia mau ada urusan di rumah," ucap Angga


"Itu memang benar. Kalau begitu, terima kasih banyak sekali lagi, ya, Angga ... " ucap Ibu Rita


"Sama-sama, Tante. Titip salam untuk om," sahut Angga


"Ya, nanti aku sampaikan ke ayah. Terima kasih untuk hari ini," ucap Damia


"Ya. Kalau begitu, aku pamit pulang ... " ujar Angga


"Ayo, aku antar kamu ke depan," kata Damia


"Tidak usah," sahut Angga


Damia pun menaruh barang belanjaan yang dibawa ke atas meja sofa dan beranjak ke luar bersama Angga sambil saling bergenggaman tangan.


"Kenapa kanu ikut ke luar? Kamu istirahat saja di dalam rumah. Kamu pasti lelah karena selama kita pergi tasi kamu terus berjalan di dalam mall," ujar Angga


"Ya sudah, aku antar kamu sampai sini saja. Aku akan masuk ke dalam rumah setelah melihat kamu pergi. Lalu, hati-hati di jalan," kata Damia berpesan.


"Hmm ... jangan lupa telepon aku setelah urusan kamu selesai," sahut Angga


"Harusnya aku yang bilang seperti itu. Telepon aku setelah kamu sampai di rumah dan titip salam juga untuk semua," ucap Damia


"Oke, aku pulang, ya ... " kata Angga


Damia pun mengangguk sambil tersenyum. Angga pun berjalan ke arah mobil miliknya dan masuk ke dalamnya. Lelaki itu membuka jendela kaca mobilnya untuk melihat sang kekasih sebelum benar-benar pergi.


Saat itu, Damia melambaikan tangannya ke arah sang kekasih dan Angga pun membalas lambaian tangan kekasih cantiknya. Lalu, mobil milik Angga pun kembali melaju berbalik arah untuk pulang ke rumahnya.


Setelah memastikan Angga pergi, Damia pun beranjak kembali masuk ke dalam rumah.


"Angga sudah pulang?" tanya Ibu Rita


"Ya, Bu. Angga sudah pergi," jawab Damia


Saat itu, Ayah Dodi ke luar dari kamar setelah berpakaian rapi usai mandi.


"Damia, kamu sudah pulang? Angga-nya, mana?" tanya Ayah Dodi


"Angga baru saja pulang, Ayah. Lalu, tadi Angga titip salam untuk Ayah dan ini ada sesuatu dari Angga," jawab Damia yang memberikan paper bag berisi sekotak sapu tangan setelah mengeluarkan dan memisahkan sapu tangan miliknya dari paper bag tersebut.


"Apa ini?" tanya Ayah Dodi saat menerima paper bag dari sang putri dan langsung membuka dan melihat isinya.


"Bukan sesuatu yang istimewa," jawab Damia


"Sapu tangan. Angga tahu saja kalau Ayah lagi kehabisan sapu tangan. Sapu tangan Ayah kebanyakan sudah sangat kotor seperti tidak layak pakai karena sering terkena noda oli setelah membenarkan motor yang mogok," ucap Ayah Dodi


"Syukurlah, kalau memang bisa berguna ... " ujar Damia


"Nanti tolong sampaikan terima kasih dari Ayah untuk pacar kamu," kata Ayah Dodi


"Ya, Ayah. Nanti aku sampaikan ke Angga," sahut Damia


"Angga juga memberi parsel buah untuk kita. Pacar kamu orangnya baik," ucap Ibu Rita


---


Akhirnya Angga pun tiba di rumahnya dan langsung membawa barang belanjaannya ke dalam rumah.


..."Akhirnya aku bisa memberi sesuatu untuk calon mertua meski hanya sesuatu yang sederhana. Aku harap kesan baik untuk aku bisa bertambah. Aku juga sudah membeli gaun untuk Damia, tapi masih belum aku berikan untuk dia. Kalau langsung aku berikan, mungkin Damia tidak akan terima karena tidak mau menerima terlalu banyak dari aku meski aku yang ingin memberikan ini untuk dia. Kira-kira kapan aku akan memberikan gaun yang aku beli kali ini untuk dia, ya?" batin Angga...


.


Bersambung.