Bougenville of Love

Bougenville of Love
30 - Tenang dan Menyenangkan.



Setelah turun dari mobil, Damia dan Angga terus berjalan ke depan untuk masuk ke dalam tempat wisata tujuan yang sudah di depan mata.


"Kenapa kita ke sini? Kenapa tidak ke Seaworld saja?" tanya Damia


"Di sini tempatnya lebih bagus dan modern, juga banyak tempat spot foto selfie-nya," jawab Angga


"Tapi, setahu aku ***** masuk ke sini lebih mahal, kan? Apa lagi di weekend seperti hari ini harga tiket masuknya bisa lebih dari Rp.200.000,- Kalau begitu, kita bayar sendiri-sendiri saja," ujar Damia


"Jangan dong. Aku yang mengajak kamu ke sini, sudah pasti aku yang harus menraktir kamu. Kamu cukup bersenang-senang saja. Di sini memang lebih mahal karena selain ada hewan laut juga ada beberapa hewan daratnya. Bisa dibilang tempat ini adalah lebun binatang indoor," ucap Angga


"Omong-omong, apa sebelumnya kamu sudah pernah datang ke sini?" tanya Angga melanjutkan.


"Belum pernah. Baik ke Seaworld atau ke sini, aku belum pernah datang. Hanya pernah dengar pengalaman beberapa teman yang sudah pernah datang saja," jawab Damia


"Aku juga sama. Berarti aku tidak salah memilih tempat ini sebagai tempat tujuan," kata Angga


Damia dan Angga pun masuk ke dalam tempat wisata bagai kebun binatang indoor itu. Lebih tepatnya di sana adalah Jakarta Aquarium and Safari.


Begitu masuk keduanya langsung menuju ke loket pembelian tiket.


"Ada yang bisa kami bantu? Mau beli tiket untuk berapa orang?"


"Saya mau bayar tiket untuk 2 orang yang sudah lebih dulu saya pesan lewat aplikasi online," jelas Angga


"Boleh kami lihat dulu riwayat pemesanannya?"


"Ini ... dia," jawab Angga sambil memperlihatkan ponsel miliknya yang sudah menerakan riwayat pemesanan tiket masuk online.


"Baik. Atas nama Angga Purnomo Saputra, ya?"


"Ya, benar ... " jawab Angga


"Pemesanan tiket secara online mendapat potongan harga 20% untuk 2 orang jadi total harganya Rp.400.000,- ya." Angga pun membayar tiket untuk 2 orang sejumlah harga yang sudah ditentukan dengan menggunakan kartu ATM.


"Terima kasih dan selamat bersenang-senang." Kartu ATM milik Angga pun telah dikembalikan.


"Sama-sama," sahut Angga


Angga dan Damia pun mulai beralih untuk menjelajah tempat wisata bagai kebun binatang indoor tersebut.


"Tuh, kan ... harga tiketnya mahal. Sudah dapat potongan harga saja masih tetap mahal. Nanti biar aku ganti harga satu tiket masuknya," ujar Damia


"Tidak usah dipikirkan soal itu. Aku memang berniat menraktir kamu jalan-jalan," kata Angga


Sambil jalan, Angga memasukkan kartu ATM miliknya ke dalam dompet sakunya dan mengambil kamera dari dalam tas miliknya.


Wahana yang bisa dinikmati tak jauh dari tempat masuk adalah atraksi kehidupan berang-berang. Damia dan Angga langsung menghampiri kandang kaca hewan tersebut.


"Lucu sekali berang-berangnya. Aku juga mau ikut merekam videonya," kata Damia yang langsung mengeluarkan ponsel miliknya untuk merekam video.


"Selain lucu, berang-berang juga menyeramkan saat sedang marah, lho ... " sambung Damia


"Kamu tahu dari mana?" tanya Angga


"Dulu sepertinya aku pernah menonton tentang fakta hewan berang-berang, entah dari TV atau youtube. Aku sudah tidak ingat lagi dan hanya ingat fakta jtu saja. Saat marah, berang-berang sangat galak, apa lagi saat ada yang mengusik tempat tinggalnya," jelas Damia


Setelah melihat aksi berang-berang, Damia dan Angga beralih ke Touch Pool atau Kolam Sentuh yang ada di sana.


Itu adalah wahana yang memungkinkan pengunjung untuk bisa bersentuhan langsung dengan hewan laut yang ada. Hewan yang terdapat di dalam Kolam Sentuh adalah tiram, teripang, bintang laut, siput, dan lain-lain.


Awalnya Damia tidak tahu jika itu adalah tempat untuk bisa menyentuh secara langsung hewqn laut yang tersedia di sana. Namun, saat pengunjung lain mencoba menyentuh hewan laut di sana, Damia dan Angga juga ingin mencobanya.


"Kalau begitu, saya mau coba menyentuh teripang dan tiram," ujar Damia yang tampak antusias.


"Saya mau coba sentuh patrick alias bintang laut," kata Angga


"Baik, tapi harap bergilir, ya. Cara menyentuhnya pun tidak boleh sembarangan."


Damia pun diberi kesempatan dan arahan untuk menyentuh hewan secara langsung oleh sraf di sana. Hewan laut yang pertama disentuh adalah teripang. Teripang juga bisa disebut Timun Laut.


"Ternyata rasanya seperti ini. Agak kasar dan ternyata berduri. Padahal dari gambar yang saya lihat sekilas seperti punya permukaan kulit yang licin seperti giok, tapi saya tidak tahu apa itu akan terasa keras atau lembut," ucap Damia


"Lihat sini, Damia. Biar aku foto," kata Angga


Damia pun melihat ke arah Angga dan tersenyum. Angga pun mengambil potret suster cantik itu saat menyentuh teripang yang diletakkan di atas telapak tangannya.


Setelah teripang, Damia juga mencoba menyentuh tiram. Tentu saja, dengan arahan dari staf pula.


Tujuan dari staf yang memberi arahan saat pengunjung menyentuh hewan laut adalah agar pengunjung bisa berhati-hati agar hewan laut tersebut tidak terkejut hingga mengakibatkan stress karena mereka tetap makhluk yang masih hidup.


Saat itu Angga juga mengambil potret Damia yang sedang menyentuh tiram. Setelah itu, giliran lelaki itu yang mau menyentuh bintang laut.


"Rasanya juga kasar dan berduri. Mungkin sama seperti teripang," kata Angga


Kini giliran Damia yang mengambil foto saat Angga menyentuh bintang laut.


Setelah dari kolam sentuh, Damia dan Angga beralih melihat-lihat hewan darat yang juga ada di sana.


Hewan darat di sana rupanya ada banyak. Ada meerkat yang sejenis mamalia yangvterkasuk keluarga luwak, binturong yang termasuk hewan nokturnal yang sejenis dengan musang yang berukuran lebih besar, walabi yang seperti kangguru namun berukuran lebih kecil, dan lain-lain. Beberapa dati hewan darat di sana juga ada yang menampilkan atraksi.


Lalu, Damia dan Angga beralih melihat spesies burung macaw kuning dan biru dan melihat ular piton kuning atau yang disebut ular piton burma.


"Apa tidak bisa menggendong ular seperti yang sering dilihat di TV?" tanya Damia


"Kalau biasanya bisa, tapi sekarang ularnya sedang tidur. Maaf, jadi tidak bisa, tapi kalau mau coba sentuh boleh."


Damia pun mencoba menyentuh ular piton burma secara perlahan agar tidak mengganggu tidurnya karena meski jenis ular ini adalah ular yang jinak namun tetap saja jika merasa terganggu akan berbahaya bagi nyawa.


Angga pun kembali mengambil foto saat Damia sedang menyentuh ular piton burma.


"Damia, kita pergi lihat orang memberi makan pinguin, yuk!" seru Angga


Angga langsung menarik tangan Damia, mengajak suster cantik itu beralih ke tempat lain berikutnya.


Sesampainya di sana, rupanya sudah banyak orang yang mengantre untuk memneri makan pinguin.


"Yah ... sudah penuh. Padahal aku juga ingin coba beri makan pinguinnya," ujar Damia


"Jangan sedih. Setelah makan, pinguinnya akan melakukan catwalk," kata Angga


"Catwalk, jadi model, kah? Apa sekalian fashion show juga?" tanya Damia


Setelah beberapa pengunjung memberi makan pada pinguin, jenis burung yang tidak bisa terbang itu langsung berjalan melenggak-lenggok seperti sedang melakukan catwalk di atas karpet merah yang memang disediakan di sana.


"Menggemaskan sekali. Mereka benar-benar melakukan catwalk bahkan di atas karpet merah. Aku kira untuk apa karpet merah itu ... rupanya untuk ini," ucap Damia


Sayangnya itu hanya catwalk biasa dan bukan fashion show karena para pinguin itu tidak dikenakan pakaian pada tubuhnya. Mungkin karena tidak ingin membuat para pinguin jadi merasa stress jika dikenakan pakaian yang tidak terbiasa dilakukan oleh para hewan.


"Damia, kita pindah tempat lagi, yuk. Ayo, kita lihat mermaid show di sini. Sudah hampir waktunya untuk pertunjukan," ucap Angga


"Baiklah. Ayo!" seru Damia


Damia dan Angga pun beralih untuk menyaksikan mermaid show yang berjudul Pearl of The South Sea. Saat sampai di area pertunjukan, pertunjukan sudah hampir dimulai.


Pertunjukan putri duyung ini sebenarnya adalah kisah tentang sebuah kerajaan di Selatan pulau Jawa yang didaotasi dari cerita rakyat di Indonesia sehingga selain dapat memberi hiburan sekaligus edukasi.


"Pertunjukannya bagus dan menarik," kata Damia


"Ayo, kita istirahat dulu. Setelah itu baru lanjut keliling lagi," ujar Angga


Damia dan Angga pun beralih menuju ke tempat istirahat khusus yang tersedia di sana. Sambil istirahat, keduanya membuka kotak makan berisi lumpia goreng isi udang dan bihun untuk dimakan bersama sebagai camilan pengganjal perut.


Sambil duduk beristirahat, setelah makan camilan, Damia dan Angga menyempatkan untuk melihat-lihat hasil foto yang telah diambil sebelumnya.


"Bagaimana menurut kamu setelah kita datang ke sini?" tanya Angga


"Menyenangkan sekali, aku suka. Masih banyak yang bisa kita lihat, kan?" tanya balik Damia usai menjawab.


"Itu sudah pasti. Bagaimana, apa kamu masih merasa lelah? Atau sudah siap untuk mulai berkeliling lagi?" tanya balik Angga lagi.


"Aku ikut kamu saja. Karena di sini kamu-lah pasien yang mau menraktir susternya untuk jalan-jalan," jawab Damia sambil tersenyum simpul.


"Kalau begitu, ayo kita lanjut keliling lagi," ujar Angga


"Ya. Baiklah," kata Damia


Keduanya pun bangkit dari duduk dan mulai kembali berkeliling. Sambil berkeliling, sesekali Damia dan Angga berfoto ria di berbagai spot foto yang tersedia. Seperti di depan akuarium tabung, di jalan lorong pepohonan, di atas lantai akuarium, di perahu dengan latar belakang layar pantai, dan lain-lain.


Keduanya berkeliling melihat ikan piranha, ikan pari, ikan hiu, ubur-ubur, dan lain-lain.


"Kalau sedang berenang dengan tenang, aku tidak akan bisa mengira kalau mereka adalah ikan piranha yang termasuk ikan karnivora," ujar Damia


"Mereka sangat tenang saat tidak sedang berburu makanan," kata Angga


"Benar," singkat Damia menyahuti.


"Damia, ayo kita ke teater 5D di sini. Kita bisa merasakan sensasi berada di dalam kapal selam ke bawah laut," ajak Angga


"Terdengar seru. Ayo!" seru Damia


Keduanya pun beralih menuju ke zona wahana 5D theater untuk merasakan wahana sea explorer yang menyuguhkan pemandangan 5D ke dalam laut seolah sedang berada di dalam kapal selam.


Di sana para pengunjung dihimbau untuk masuk ke dalam ruangan gelap yang seolah sedang menyusuri lautan dalam dan melihat berbagai macam hewan laut seperti berada di dalam kapal selam sungguhan. Bahkan akan ada saatnya efek yang muncul seolah jendela kaca kapal selam menjadi retak karena tabrakan yang disebabkan oleh ikan hiu.


"Wah, seru sekali!" seru Damia usai merasakan sensasi berada di dalam kapal selam.


"Bagaimana kalau setelah ini kita makan?" tanya Angga


"Apa kamu sudah merasa lapar?" tanya balik Damia.


"Tidak. Aku hanya menawarkan saja," jawab Angga dengan cepat.


"Baiklah. Anggap saja aku yang sudah merasa lapar duluan. Ayo, kita makan ... " kata Damia seolah menyindir Angga.


"Sudah aku bilang, aku belum lapar!" seru Angga


"Ya. Aku tahu," sahut Damia


Keduanya pun beralih menuju ke Pingoo Restorant untuk makan. Seperti namanya, resto di sana adalah tempat dengan konsep rumah makan pantai yang terdapat akuarium besar sebagai tempat main pinguin.


"Wah, di sini kita bisa makan sambil melihat pinguin berenang!" seru Damia


Damia dan Angga pun duduk di kursi meja makan yang kosong dan memesan makanan.


Keduanya memesan 2 porsi steak untuk masing-masing 1 porsi dan es limun melon untuk Damia juga es teh serai leci untuk Angga.


"Karena tadi kamu belum sempat merasakan memberi makan pinguin, apa kamu mau melakukannya di sini?" tanya Angga usai makan.


"Di sini juga bisa?" tanya balik Damia


"Ayo, kita tanya staf di sini dulu. Harusnya bisa," jawab Angga


Setelah bertanya dan membayar biaya tambahan, Damia dan Angga diperbolehkan masuk ke balik dinding akuarium untuk berinteraksi langsung dengan para pinguin yang ada di sana. Tentubsaja dengan arahan staf di sana, Damia dan Angga pun mencoba untuk memberi makan pinguin dengan ikan kecil segar.


Harus secara bergantian, Angga lebih dulu mengambil foto saat Damia memberi makan pada pinguin. Setelah itu, gantian Damia yang mengambil foto saat Angga memberi makan pada pinguin.


Usai memberi makan pinguin, Damia dan Angga pun beranjak ke luar dari Pingoo Restorant.


"Selanjutnya, kita tinggal menuju ke toko souvenir! Ayo!" seru Angga yang langsung mengajak Damia untuk beralih ke toko souvenir.


Toko souvenir alias cendramata di sana dinamakan Ocean Wonders yang banyak menjual buah tangan memori yang sesuai dengan tempat wisata Jakarta Aquarium and Safari.


Damia dan Angga membeli boneka hiu dan pinguin juga beberapa gantungan kunci bentuk kerang.


..."Syukurlah, Damia terlihat senang. Aku sengaja mengajaknya pergi jalan-jalan karena semalam selain dia terlihat lelah, Damia juga terlihat sedih. Untunglah jika Damia bisa melupakan rasa sedihnya. Meski, memang aku pun sangat senang bisa pergi jalan-jalan berdua bersamanya seperti ini," batin Angga...


Setelah dari Ocean Wonders, usai sudah Damia dan Angga mengunjungi tempat wisata bak kebun binatang indoor itu.


"Sekarang, ayo kita lanjut ke tempat yamg memicu adrenaline!" seru Angga


"Apa kamu yakin mau ke tempat yang memicu adrenaline, Angga?" tanya Damia


"Memangnya kenapa tidak?" tanya balik Angga


Sebenarnya Damia merasa ragu jika harus pergi ke tempat yang memicu adrenaline bersama Angga.


.


Bersambung.