Bougenville of Love

Bougenville of Love
21 - Objek Foto.



Setibanya di taman rumah sakit, Damia langsung mencari keberadaan Angga dan saat menemukannya lelaki itu sedang sendiri dan asik dengan kamera saku digital miliknya.


..."Pantas saja dia membawa tas ke rumah sakit, rupanya untuk membawa kamera. Sepertinya Tante Yuli sudah pergi bekerja, dia sendiri," batin Damia...


Damia pun menghampiri lelaki yang sedang asik memotret tanaman hias di taman rumah sakit tersebut.


"Kamu menunggu di sini sendiri saja? Tante Yuli sudah pergi bekerja, ya?" tanya Damia


"Ya, tadi mama sudah pergi. Kamu sendiri kenapa cepat sekali kembali? Jika diingat-ingat lagi, saat sebelumnya kita ke rumah sakit dan kamu diperbolehkan untuk menemui remanmu di sini, kamu juga pulang cepat ke rumah. Apa kamu tidak jadi menemui temanmu atau ada masalah?" tanya balik Angga usai menjawab.


"Bukan ada masalah atau tidak jadi juga, tapi aku tidak bisa menemui teman kerja atau siapa pun yang kukenal di rumah sakit ini. Mereka semua sibuk, apa lagi saat masih jam kerja seperti ini. Jadi, aku hanya melihat-lihat situasi sekitar dan kembali menemui kamu. Setidaknya rasa rinduku pada tempat kerja sudah terobati dengan melihat teman-teman bolak-balik saat bekerja dan menyapa mereka," jelas Damia


"Bagaimana dengan pacar kamu? Apa kamu sempat menemui atau setidaknya melihat dia?" tanya Angga


"Kamu tahu dari mana aku sudah punya pacar yang juga bekerja di sini?" tanya balik Damia


"Maaf, waktu kontrol ke rumah sakit sebelumnya aku sempat mendengar dari suster kalau kamu punya pacar seorang dokter di sini. Omong-omong, pacar kamu kerja sebagai dokter apa?" tanya balik Angga lagi usai menjawab pertanyaan.


"Begitu, rupanya. Pacar aku adalah dokter bedah. Namanya Raffa. Jadi, aku tidak sempat melihatnya karena mungkin dia sedang sibuk," ungkap Damia


"Kalau kamu sendiri, sedang apa?" tanya Damia melanjutkan.


"Aku iseng membawa kamera sebelum pergi ke rumah sakit, aku sedang mengambil foto. Taman di sini terawat dengan baik dan banyak tanaman hias yang cantik, termasuk juga bunga bougenville," jawab Angga


"Sepertinya kamu tertarik dengan bunga bougenville, ya?" tanya Damia


"Ya, aku merasa tertarik dan punya hubungan dengan bunga ini. Maksud aku, bunga ini seperti punya sejarah dan aku juga pernah dirawat di kamar rumah sakit yang dinamai dengan nama bunga ini yang buat aku bertemu lagi sama kamu setelah lama kita tidak bertemu, meski aku tidak ingat apa pun masa lalu tentang kita. Lagi pula, bunga ini punya arti yang bagus," jawab Angga


..."Untuk saat ini kamu hanya tahu dan ingat arti bagus dari bunga ini, tapi kamu tidak ingat kalau sebenarnya bunga bougenville ini juga punya arti yang buruk dan mungkin saja kamu juga juga punya sejarah buruk tentang bunga ini yang akan buat kamu tersakiti," batin Damia...


..."Kenapa aku merasa kalau Damia mengalihkan topik pembicaraan dan seolah tidak mau membahas soal pacarnya, ya? Padahal biasanya gadis lain akan senang membanggakan dan membahas soal baik-buruk pacarnya, apa lagi pacar Damia punya pekerjaan yang bagus. Apa Damia punya masalah sama pacarnya atau dia menyadari kalau aku suka sama dia, jadi tidak ingin membahas soal pacarnya karena tidak mau menyakiti hati aku? Tapi, masa iya, sih? Apa ini cuma perasaan aku saja?" batin Angga bertanya-tanya....


"Karena urusan kita di rumah sakit ini sudah selesai, ayo kita pulang," kata Damia


"Apa kita harus cepat-cepat pulang? Bagaimana jika selagi kita di luar rumah, kita pergi jalan-jalan dulu? Itu pun kalau kamu mau," ujar Angga yang mengajak dan memberi saran.


"Apa kamu merasa bosan dan tidak mau cepat-cepat pulang ke rumah? Baiklah, ayo kita pergi jalan-jalan dulu. Tapi, kita mau pergi ke mana?" tanya Damia


"Ke tempat yang kamu mau dan suka saja, ke mana pun boleh ... " jawab Angga


"Kalau begitu, aku yang akan menenukan tempat ... kita pergi ke mana. Aku akan langsung pesan taksi menuju ke sana," ujar Damia


Damia pun mengeluarkan ponsel miliknya untuk memesan taksi melalui aplikasi pemesanan online untuk menuju ke suatu tempat bersama Angga.


Karena berada di rumah sakit, banyak taksi online yang mangkal di sekitar sana hingga mudah melakukan pemesanan. Setelah menunggu tidak lama mobil taksi pun datang.


"Tujuannya seperti yang ada di aplikasi, ya, Pak," kata Damia yang bicara dengan sopir setelah masuk ke dalam taksi.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Angga


"Kamu akan tahu setelah sampai nanti," jawab Damia yang tidak berniat memberi penjelasan pada Angga.


Angga pun hanya diam saja menunggu hingga tiba di teman tujuan. Mobil pun melaju hingga akhirnya berhenti di suatu tempat.


Damia dan Angga pun turun dari mobil taksi setelah membayar ongkos.


"Kamu ajak aku ke taman, rupanya ... " kata Angga


"Ya, di sini kamu bisa puas memotret pemandangan. Ada banyak tanaman berbunga dan ada air mancur juga. Dulu kita juga suka datang ke sini. Siapa tahu dengan datang ke sini lagi, kamu bisa ingat sesuatu," ucap Damia


"Dulu kita melalukan apa saja di sini?" tanya Angga


"Kita janji bertemu di sini. Mengobrol, makan, istirahat, dan lain-lain. Kamu juga sering berfoto di sini," jawab Damia


Damia dan Angga pun berjalan masuk ke area taman. Taman tersebut begitu luas dan tampak menyejukkan. Ada tempat duduk untuk singgah, ditanami banyak jenis tanaman dan bunga.


"Kamu bisa mengambil banyak foto di sini. Aku ingin duduk dulu di sana," kata Damia yang menunjuk tempat duduk di sana.


Sementara Damia beralih duduk untuk istirahat, Angga mulai kembali mengeluarkan kamera miliknya dan mengambil banyak objek foto di sana. Hingga akhirnya lelaki itu memfokuskan lensa kameranya ke arah Damia.


Merasa suster cantik itu sangat menarik untuk dijadikan objek foto karena kecantikannya, Angga pun mengajak Damia untuk berfoto dan meminta izin darinya untuk dijadikan objek foto.


Angga pun menghampiri suster yang sedang duduk cantik di sana.


"Damia, ayo kita berfoto ... " ajak Angga sambil menarik tangan suster cantik itu untuk berdiri.


"Eh, aku tidak bisa berfoto!" seru Damia menolak. Namun, gadis perawat itu sudah terlanjur berdiri mengikuti langkah kaki lelaki yang menariknya itu.


"Ini mudah kok. Kamu ikuti arahan aku saja," kata Angga


"Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Damia


"Kamu cukup berdiri saja. Perlihatkan ekspresi wajah yang sesuai dengan suasana hati yang kamu rasakan. Kamu juga bisa melihat ke sekitar pemandangan di sini," jelas Angga


"Baiklah," kata Damia


Awalnya Damia ragu, gugup, sekaligus merasa tegang. Namun, secara perlahan lama kelamaan suster cantik itu tampak cukup santai dengan suasana kesejukan di taman tersebut dan menikmati view pemandangan indah di sekitar yang memanjakan mata. Meski Angga merasa tidak dipedulikan, lelali itu tetap memotret diri Damia karena suster cantik itu menunjukkan eskpresi yang indah dan sayang jika tidak diabadikan.


Damia sibuk dengan pemandangan indah di taman. Angga sibuk dengan pemandangan indah suster cantik di depannya dan memotret gadis perawat itu.


.


Bersambung.