
Setelah siap dengan tas wanita miliknya yang disampirkan pada bahunya, Damia mendengar ponsel yang berada di dalam tas berbunyi.
Damia pun membuka tas miliknya dan mengeluarkan ponsel dari dalamnya. Suara ponsel bukan menandakan adanya telepon masuk, Damia pun memeriksa notifikasi yang ternyata bertambah karena ada pesan baru yang masuk.
Damia pun membuka dan membaca pesan tersebut dengan senyuman yang merekah indah. Sudah bisa ditebak pengirim pesan yang membuat Damia tersenyum cerah, siapa lagi kalau bukan sang kekasih hati.
From: Angga.
Aku sedang dalam perjalanan dan akan sampai di rumah kamu sebentar lagi.
^^^To: Angga.^^^
^^^Oke.^^^
Begitu mendapat kabar bahwa sang kekasih telah hampir sampai di rumahnya, Damia menjadi gugup. Suster cantik yang sudah siap tiba-tiba menjadi ragu saat ingin ke luar dari dalam kamarnya itu karena malu jika sang ibu bertanya saat melihatnya sudah berpakaian rapi dan mungkin ia juga gugup karena baru akan bertemu lagi dengan sang kekasih setelah seminggu lamanya tidak berjumpa.
Namun, di samping perasaannya yang seperti itu, Damia juga merasa rindu dan sudah tidak sabar ingin segera bertemu sang kekasih. Pada akhirnya, suster cantik itu memantapkan hati untuk melangkah ke luar dari dalam kamarnya. Niat hati ingin langsung menunggu di luar rumah, sang ibu malah langsung menemukannya yang baru saja ke luar dari dalam kamar hingga akhirnya Damia menghentikan langkahnya.
"Damia, kamu sudah rapi saja. Sudah mau pergi, ya?" tanya Ibu Rita
"Iya, Bu. Katanya, Angga sudah sedang ada di jalan menuju ke sini," ungkap Damia sambil tersenyum kecil yang malu-malu.
Ibu Rita menatap ke arah jam di dinding ruangan. Waktu saat ini menunjukkan jam 09.20 WIB.
"Sudah cukup lama tidak bertemu, kalian berdua pasti saling rindu. Boleh bersenang-senang, tapi sewajarnya saja dan jangan lupa waktu. Pulangnya jangan terlalu malam," ucap Ibu Rita
"Iya, Bu. Aku mengerti," kata Damia
Saat itu terdengarlah suara kendaraan yang berhenti di depan rumah.
"Sepertinya pacar kamu sudah datang. Ya sudah ... kalau begitu, sana ... kamu temui dia," ujar Ibu Rita
"Aku pergi dulu, ya, Bu ...." pamit Damia
"Bilang sama pacar kamu, suruh hati-hati ... " kata Ibu Rita
"Iya, Bu. Kalau Ibu mau bilang langsung sama Angga juga boleh ... " ujar Damia
"Ibu mau bersih-bersih rumah," sahut Ibu Rita
Setelah berpamitan, Damia pun beranjak ke luar dari dalam rumah. Dilihatnya, sang kekasih sudah menunggu di dekat mobil yang dibawanya.
Keduanya tersenyum saat saling bersitatap. Saat Damia melangkah menghampiri, Angga juga melangkah mendekat.
"Angga, bagaimana kabar kamu?" tanya Damia sambil tersenyum.
"Aku baik kok. Kalau kamu sendiri bagaimana? Lalu, ibu dan ayah kamu?" tanya balik Angga usai menjawab singkat.
"Aku juga baik. Ibu dan ayah juga ... tapi, ayah sedang bekerja dan ibu ada di dalam lagi beres-beres," jawab Damia
Saat Angga sedang melirik ke arah rumah sang kekasih, ibu dari kekasih cantiknya itu kebetulan ke luar dari dalam rumah sambil memegang sebuah sapu di salah satu tangannya.
Ibu Rita seolah ingin bersih-bersih di luar rumah. Namun, Damia langsung mengerti jika sang ibu ingin bertemu sang kekasih meski hanya sebentar.
Melihat calon ibu mertua menunjukkan wajah dan ke luar dari dalam rumah, Angga pun menunjukkan sikap hormatnya dengan tersenyum sambil sedikit menunduk. Lalu, Angga berjalan mendekat untuk menyalami tangan calon ibu mertua dan Damia ikut mengiringinya dari belakang.
"Tante, saya izin pinjam Damia untuk hari ini," ucap Angga
"Ya, boleh. Jangan terlalu malam antar Damia pulang, ya," kata Ibu Rita
"Baik, Tante. Kalau begitu, kami berdua pergi dulu, Tante ..." ujar Angga.
"Ya. Hati-hati di jalan," pesan Ibu Rita
Setelah itu, Damia dan Angga pun beranjak pergi dan masuk ke dalam mobil.
"Hari ini kita mau ke mana?" tanya Angga
"Terserah kamu. Hari ini aku ikut kamu saja," jawab Damia
"Benar juga. Kan, kali ini kita pergi untuk merayakan kamu yang sudah bekerja tetap menjadi perawat di rumah sakit. Kamu hanya perlu menikmati waktu hari ini," ucap Angga
"Lalu, sebelum pergi ... aku ada sesuatu untuk kamu," sambung Angga
"Sesuatu .. apa itu?" tanya Damia
Dari jok pengemudi, Angga mengambil sesuatu dari jok belakang dan langsung diberikan pada sang kekasih. Itu adalah sebuket bunga yang cantik berwarna-warni dan harum.
"Ini ... untuk kamu," kata Angga
"Wah ... bunga, cantik sekali. Terima kasih," ucap Damia
"Kamu memang bilang tidak menginginkan apa pun sebagai hadiah, tapi aku merasa tidak enak jika tidak memberi susuatu sebagai ucapan selamat untuk kamu. Aku pikir bunga akan cocok untuk kamu karena seseorang yang cantik harus diberikan sesuatu yang cantik juga. Aku harap kamu suka," ujar Angga
"Aku suka kok. Aku memang tidak ingin merepotkan kamu, tapi kalau kamu yang kasih, maka akan aku terima dengan senang hati," kata Damia
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang, ya," ujar Angga
Damia hanya mengangguk sebagai tanda setuju. Suster cantik itu terus memandangi bunga yang berada dalam pelukan kedua tangannya sambil tersenyum cerah.
Angga pun mulai melajukan mobil miliknya berbalik arah ke liar dari wilayah perumahan tersebut.
"Bunganya pasti akan selalu cantik dan sehat karena dapat senyuman dari kamu seperti sinar matahari yang bisa menjadi nutrisi untuk bunganya. Aku jadi sedikit cemburu, tapi aku tidak menyesal," ucap Angga
"Kamu bisa saja ... " kata Damia
"Bagaimana kalau hari ini kita nonton film di bioskop? Kamu mau atau tidak?" tanya Angga
"Ya, aku mau," jawab Damia
Angga terus melajukan mobil miliknya hingga akhirnya berhenti di sebuah mall. Lelaki tampan itu pun beranjak turun, lalu beralih untuk membukakan pintu mobil agar sang kekasih bisa turun dari dalamnya.
Angga menyambut Damia seperti seorang tuan putri untuk turun dari mobil sambil memgurkan satu tangannya. Damia pun menerima uluran tangan Angga dan beranjak ke luar dari dalam mobil.
"Terima kasih," ucap Damia
"Sama-sama," balas Angga
"Oh, ya ... bunganya aku tatuh di dalam mobil kamu dulu, ya. Sepertinya tidak enak jika masuk sambil terus membawa bunga," ujar Damia
"Ya, taruh saja di dalam ... " kata Angga
Damia pun meletakkan sebuket bunga pemberian sang kekasih di atas jok mobil, lalu tertutuplah pintu mobil tersebut.
Setelah itu, Damia dan Angga pun berjalan meninggalkan lapangan tempat parkir tersebut dan beranjak untuk masuk ke dalam mall bersama sambil saling berpegangan tangan dengan mesra.
Keduanya sama-sama tersenyum seolah sudah sangat menantikan waktu kencan kali ini.
.
Bersambung.