
"Setelah kulit udang selesai dikupas semua, lalu apa lagi?" tanya Angga
"Setelah ini kita potong udangnya menjadi kecil-kecil, tapi jangan terlalu kecil juga," jawab Damia
Angga pun membuang kulit udang yang sudah dikupas ke tempat sampah yang ada di dapur.
Damia beralih mengambil talenan untuk memotong udang, lalu Angga pun ikut untuk membantu.
"Aku juga mau ikut potong udangnya," kata Angga
"Hati-hati saat memegang pisaunya," pesan Damia
Karena dibantu oleh Angga, membuat camilan pun jadi lebih cepat. Usai memotong udang menjadi bagian kecil, giliran mengisi lumpia dengan bahan isian (udang dan bihun).
"Apa udang potongnya tidak perlu dimasak dulu? Direbus atau digoreng, misalnya?" tanya Angga
"Tidak perlu. Udang itu cepat matang. Saat digoreng menjadi bahan lumpia isi pun akan cepat matangnya," jawab Damia
Damia pun mulai mengisi selembar kulit lumpia dengan bihun dan udang, lalu dilipat.
"Bagaimana cara melipat kulit lumpianya agar terlihat rapi dan bagus?" tanya Angga
"Kamu bisa coba praktekkan sendiri sambil lihat cara saat aku melakukannya. Pertama ambil selembar kulit lumpia, isi dengan bihun dan potongan udang di atasnya, secukupnya saja. Lalu, lipat menjadi bentuk segitiga dulu dan gulung seperti pola membuat amplop. Bagian ujung gulungan kulit lumpianya, oleskan sedikit minyak goreng untuk merekatkan. Buat dulu sampai bahan isian habis, setelah itu baru kita goreng," jelas Damia
"Baiklah, aku mengerti. Aku bisa melakukannya," kata Angga
Angga melakukannya dengan baik seperti arahan Damia. Damia tersenyum saat melihat Angga giat membantunya.
..."Camilan ini harus cepat jadi dan selesai dibuat. Supaya aku dan Damia bisa cepat pergi jalan-jalan berdua. Kencan ... " batin Angga yang tambah semangat....
Setelah selesai membentuk lumpia yang telah diisi menjadi seperti risol, Damia pun memanaskan minyak di atas wajan dengan api kecil.
Tidak perlu menunggu sampai minyak terlalu panas, Damia mulai memasukkan lumpia isi untuk digoreng hingga berwarna kuning keemasan. Lalu, lumpia goreng diangkat, ditiriskan, dan disisihkan.
"Aku ingin coba menggoreng juga," kata Angga langsung mengambil alih spatula dari tangan Damia.
"Yah ... sebelah sisi lumpianya gosong. Padahal baru coba goreng satu," sambung Angga saat mencoba menggoreng satu lumpia isi.
"Tidak apa-apa karena kamu baru sekali mencoba. Kamu hanya perlu lebih sering membolak-balikkannya. Yang satu itu gosong karena kamu terlalu lama membiarkannya tanpa membolak-balikkannya," ucap Damia
"Aku akan mencobanya lagi," sahut Angga
Saat Angga mencoba menggoreng lagi sesuai dengan arahan Damia, tangannya malah terkena cipratan minyak panas.
"Aduh, panas!" pekik Angga
"Harusnya kamu lebih hati-hati," kata Damia
Damia langsung mematikan api pada kompor dan menarik tangan Angga untuk menggiringnya ikut menuju ke wastafel. Lalu, Damia mengaliri tangan Angga yang terkena cipratan minyak panas dengan air kran.
"Kamu terlalu cepat dan terburu-buru membolak-balikkan lumpia isinya. Itu membuat minyaknya jadi menyiprat ke tangan kamu. Saat terkena minyak panas harus dialiri dengan air dingin selama 3 sampai 5 menit agar suhu kulit yang memanas bisa menjadi dingin atau mencegah suhu panas terus merambah ke bagian kulit yang lebih dalam dan meminimalisir luka yang akan timbul," ucap Damia
"Lalu, obati dengan bahan seadanya dulu yang ada di dapur. Caranya dengan menabur dan mengoleskan sedikit garam di atas permukaan kulit yang luka," sambung Damia sambil menabur dan mengoleskan garam yang sudah diambil ke kulit Angga yang terkena cipratan minyak.
Angga merasa senang bisa mendapat perhatian dari Damia dan bisa menatap wajah suster cantik yang sedang mengobati luka bakarnya dari dekat.
"Saat kena luka bakar karena cipratan minyak panas seperti bukannya harusnya diolesi dengan pasta gigi / odol?" tanya Angga
"Banyak yang bilang saat kena luka bakar, maka obati saja dengan mengoleskan pasta gigi, margarin, kecap, tepung, atau kopi bubuk. Itu tidak benar dan tidak dianjurkan oleh dokter atau tidak ada anjurannya dari pihak kesehatan karena malah akan memperparah kondisi luka. Yang benar itu, bubuhi dengan garam. Karena garam kaya akan zat mineral, sodium, dan antimikroba yang berfungsi juga untuk membersihkan luka, mencegah infeksi, dan meredakan peradangan hingga bisa mempercepat penyembuhan luka pada permukaan kulit," jelas Damia
"Begitu, rupanya. Aku baru tahu soal itu," kata Angga
"Ya, lain kali jangan keliru lagi saat mendapat luka atau mungkin kamu bisa memberi tahu atau merekomendasikan pada teman kamu yang terluka. Tapi, kalau bisa jangan sampai terluka lagi," ujar Damia
"Bahan alternatif lainnya untuk luka bakar adalah gel lidah buaya yang bersifat antiinflamasi yang dapat melancarkan aliran darah, menghambat pertumbuhan bakteri pada luka, dan menpercepat penyembuhan luka. Lalu, bisa juga dengan madu yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat menghindari efek infeksi pada kulit dan mengurangi rasa sakit yang timbul pada luka," sambung Damia
"Ya. Aku akan mengingatnya," sahut Angga
"Sudah selesai. Biar aku yang melanjutkan menggoreng lumpia isinya. Lebih baik kamu cari, mungkin saja di rumah ada salep penyembuh luka. Lalu, oleskan pada luka kamu. Itu lebih baik," ucap Damia
Namun, Angga bergeming karena terlalu fokus dan asik memerhatikan wajah Damia.
"Angga, kenapa kamu malah melamun? Apa lukanya terasa sangat sakit?" tanya Damia yang mampu menyadarkan Angga dari lamunannya.
"Ah- oh, ya ... maksud aku, tidak. Maaf, tadi aku sempat teralihkan. Ya sudah, aku cari salep obatnya dulu. Kamu juga harus hati-hati saat menggoreng," ujar Angga
"Ya. Tentu saja," sahut Damia sambil tersenyum.
..."Aku teralihkan karena wajah cantik kamu, jadi tanpa sadar aku terus menatapnya," batin Angga...
Damia pun kembali menyalakan api kompor dan menggoreng lumpia isi.
Sedangkan, Angga beralih dari dapur untuk mencari salep obat untuk dioleskan pada luka bakar pada kulitnya.
Setelah menemukan sakep obat, Angga langsung kembali ke dapur.
"Sudah ketemu salep obatnya? Apa lukanya sudah diolesi dengan salep obat?" tanya Damia
"Belum. Aku baru menemukan salep obatnya saja," jawab Angga
"Sini, biar aku bantu," kata Damia setelah mematikan api pada kompor.
Damia lebih dulu mengambil kain serbet bersih dan membasahkannya, lalu membersihkan luka pada kulit tangan Angga sekali lagi.
"Karena hanya sebagai pertolongan pertama, sebelum mengolesi salep obat, kamu harus membersihkan taburan garam pada luka lebih dulu. Baru setelah itu kamu bisa oleskan salep obatnya," ucap Damia
"Nah, kamu bisa mengoles salep obatnya sendiri, kan? Aku mau lanjut menggoreng lagi," sambung Damia
"Ya. Aku bisa sendiri," kata Angga
Damia kembali beralih. Suster cantik itu lebih dulu mencuci kedua tangannya, lalu fokus kembali menggoreng lumpia isi yang tersisa.
..."Aku pikir, Damia akan mengoleskan salep obatnya untuk aku lagi. Padahal pasti rasanya sangat nyaman saat Damia mengolesi salep obat pada luka ini karena saat Damia membubuhi garam saja, sentuhan kulitnya halus sekali. Tapi, aku tidak bisa terlalu menuntut dan berharap lebih. Sudah untung tadi Damia memberi pertolongan pertama pada luka bakar ini. Bicara tentang pertolongan pertama, aku jadi ingat Damia sudah dua kali memberi nafas buatan untuk aku," batin Angga...
Angga pun mengoleskan salep obat pada luka bakarnya secara perlahan. Lalu, lelaki itu kembali menghampiri Damia.
"Aku ingin membantu lagi. Apa ada yang bisa aku bantu selain menggoreng?" tanya Angga
"Kalau begitu, kamu tolong masukkan beberapa lumpia isinya ke dalam wadah kotak makan untuk kita bawa pergi nanti, tapi kotaknya jangan langsung ditutup dulu," jawab Damia
"Asik membuat camilan sama kamu, aku jadi lupa kalau kita mau pergi jalan-jalan," kata Angga
"Atau kita tidak usah pergi dan tetap di rumah saja?" tanya Damia
"Jangan dong. Apa yang sudah direncanakan harus tetap dijalankan. Kita tetap akan pergi jalan-jalan," jawab Angga
"Baiklah. Terserah kamu saja," kata Damia
Angga pun mengambil wadah kotak makan dan memasukkan beberapa lumpia isi ke dalamnya. Tak tahan jika hanya melihat camilan yang menggiurkan dan membangkitkan selera itu, Angga pun coba mencicipi satu potong lumpia isi. Lelaki itu lebih dulu membelah lumpia isi menjadi dua dan memasukkan setengah potongannya ke dalam mulutnya sendiri.
"Yang dibawa jangan terlalu banyak karena mau diberi untuk kak Linda, tante Yuli, dan om Nassar juga. Loh, kok malah kamu makan sendiri lumpia isinya? Nanti habis, lho ... " ujar Damia
"Aku hanya coba mencicipi satu kok. Lagi pula yang aku makan ini yang gosong tadi," kata Angga sambil terkekeh kecil.
"Hati-hati memakannya saat masih panas," pesan Damia
"Sudah kutiup kok. Aku hanya makan setengah potong, masih ada setengah lagi. Apa kamu mau coba cicipin juga?" tanya Angga yang langsung menyodorkan setengah potong lumpia isi pada Damia.
Damia langsung mematikan api kompor setelah selesai menggoreng lumpia isi yang terakhir.
"Buka saja mulut kamu. Biar aku suapi," kata Angga
Damia mengangguk kecil. Suster itu menyelipkan helaian rambutnya ke sela belakang telinga, lalu membuka mulutnya untuk menerima suapan dari tangan Angga. Gadis perawat itu menggigit setengah potong lumpia isi tersebut dan mengunyahnya secara perlahan.
"Meski gosong, tapi itu tidak terasa. Enak, kan?" tanya Angga
"Ya, enak. Tidak ada rasa gosong yang terasa," jawab Damia setelah menelan lumpia isi di dalam mulutnya.
Damia menjilat sisa minyak pada permukaan bibirnya. Melihat itu, Angga langsung merasa sensasi panas menjalar pada kedua pipinya. Lelaki itu baru sadar kalau posisinya cukup dekat dengan suster cantik pujaan hatinya itu.
"Angga, wajah kamu memerah. Mungkin kamu kepanasan karena terlalu lama berada di dapur," ucap Damia
"Tidak kok. Maksud aku, mungkin saja seperti itu," kata Angga yang tanpa sadar langsung memasukkan lumpia isi bekas gigitan Damia ke dalam mulutnya.
"Angga, lumpia isi itu, kan, sudah aku gigit," ujar Damia
"Maaf, karena enak jadi langsung aku masukkan ke dalam mulut," sahut Angga
"Kalau kamu mau, ambil saja lumpia isinya dan makan," sambung Angga
"Bukan seperti itu maksud aku, tapi sudahlah ... " kata Damia
..."Kan, itu sudah ada bekas mulut aku. Apa kamu tidak merasa jijik?" batin Damia...
..."Selain terasa gurih, juga sedikit ada rasa manis dari bibir Damia yang tadi sempat menempel pada kulit lumpianya. Apa ini juga termasuk seperti ciuman? Kalau begitu, aku sungguh beruntung," batin Angga...
Damia pun membereskan bekas alat masak.
"Aku akan mengantar lumpia isi ini ke kak Linda dulu," kata Damia
"Tidak perlu, biar aku saja. Kamu siap-siap saja karena kita mau pergi," ujar Angga
"Apa setelah ini kita akan langsung pergi?" tanya Damia
"Kalau kamu mau istirahat dulu, silakan saja," jawab Angga
Angga pun beralih setelah mengambil alih piring berisi lumpia goreng untuk memberikannya pada anggota keluarga lainnya.
"Kak, ini camilannya ... buatan aku dan Damia," ucap Angga saat menghampiri sang kakak.
"Wah ... lumpia goreng!" seru Linda
"Kalau masih mau, ada di dapur. Mungkin nanti akan ditaruh di atas meja makan. Ambil sendiri saja kalau kurang," ujar Angga
"Oke. Terima kasih. Sampaikan juga terima kasih ke Damia," ucap Linda
"Oke. Sama-sama," balas Angga
Angga pun berlalu pergi dari sana.
...
Usai istirahat sebentar dan bersiap, Damia dan Angga pun beranjak ke luar rumah untuk pergi jalan-jalan berdua.
"Kamu mau ke mana? Ke tempat yang tenang dan menyenangkan atau ke tempat asik dan seru yang memicu adrenaline?" tanya Angga
"Ke tempat yang tenang dan menyenangkan," jawab Damia
"Padahal aku mau ke tempat yang memicu adrenaline," kata Angga
"Siapa suruh ... aku bilang kamu saja yang memutuskan, malah mengajukan pertanyaan pilihan. Lagi pula, belum terlalu aman untuk kamu pergi ke tempat yang memicu adrenaline," ujar Damia
"Kita pergi ke tempat yang tenang dan menyenangkan dulu, baru setelah itu ke tempat yang memicu adrenaline," ucap Angga
"Terserah kamu saja. Kita lihat saja nanti," kata Damia
Karena belum boleh mengendarai mobil sendiri, Angga pun memesan taksi online via aplikasi. Setelah menunggu, Angga dan Damia pun menaiki taksi online untuk pergi jalan-jalan. Lalu, mobil pun melaju menuju ke lokasi tujuan yang tertera pada aplikasi pemesanan.
"Tujuan pertama, kita mau pergi ke mana?" tanya Damia
"Kamu akan tahu setelah sampai nanti," jawab Angga yang masih enggan mengungkap dan menyebutkan lokasi tujuan.
"Kamu mengikuti cara aku merahasiakan lokasi tujuan. Baiklah, terserah kamu saja. Lihat saja setelah sampai nanti," ucap Damia
Angga dan Damia menuju ke salah saru tempat wisata di ibukota. Saat tiba di lokasi tujuan, mobil pun berhenti. Damia dan Angga pun beranjak turun dari mobil tersebut setelah membayar.
.
Bersambung.