Bougenville of Love

Bougenville of Love
75 - Film Horor.



Begitu masuk ke dalam mall, Damia dan Angga terus berjalan dengan saling berpegangan tangan sambil mengobrol. Entah tempat mana yang lebih dulu dituju, sepasang kekasih itu terlihat sangat asik pada obrolan satu sama lain seolah tanpa memedulikan apa pun. Hingga keduanya sampai di bioskop.


"Tak terasa kita terus berjalan sambil mengobrol sampai di sini," kata Damia


"Bioskopnya terlihat baru buka. Apa kamu mau langsung nonton sekarang?" tanya Angga


"Ya, kita nonton sekarang saja. Kan, kita memang sudah niat untuk nonton film. Kalau baru buka itu artinya belum terlalu ramai, ini waktu yang tepat untuk kita nonton," jawab Damia


"Ya sudah. Kalau begitu, ayo kits masuk. Kita pilih film yang mau ditonton dulu," ujar Angga


Damia dan Angga pun masuk dan langsung menuju papan promosi film yang sedang ditayang untuk memilih film yang akan ditonton bersama sebelum membeli tiket film.


"Kamu mau nonton film apa, yang mana?" tanya Angga


"Aku sangat jarang nonton film di bioskop, jadi tidak tahu mana film yang bagus. Kamu saja yang pilih," jawab Damia


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita nonton film horor? Mau tidak? Atau kamu takut?" tanya Angga


"Tidak kok. Ya sudah, kita nonton film horor saja," jawab Damia


"Apa kamu yakin? Jangan sampai saat sudah ada di dalam nanti, kamu malah tidak nonton filmnya karena takut," ujar Angga


"Tidak akan. Atau ... jangan bilang malah kamu yang takut?" tanya Damia dengan nada suara yang sedikit dilebih-lebihkan untuk meledek sang kekasih.


"Aku tidak takut kok. Ya sudah ... kalau kamu memang setuju, ayo kita langsung beli saja tiketnya," jawab Angga


Damia terkekeh kecil saat mendapati Angga menarik dirinya untuk membeli tiket film hanya karena ledekan jahilnya.


"Kamu mau popcorn yang manis atau gurih?" tanya Angga


"Aku lebih suka yang gurih," jawab Damia


"Oke ... minuman ukuran sedang 2 dan 1 popcorn ukuran besar rasa gurih," pesan Angga


Setelah menerima dua tiket film yang akan ditonton, Angga pun membeli makanan dan minuman untuk di dalam bioskop selama menonton penayangan film sebentar lagi.


"Tiketnya kamu kasih ke aku saja," kata Damia


"Oke," sahut Angga sambil memberikan dua tiket yang telah dibeli.


Angga juga memberikan satu minuman gelas pada sang kekasih.


"Terima kasih," ucap Damia


"Popcorn-nya biar aku saja yang bawa. Ayo, kita masuk ... " kata Angga


Setelah itu, Damia dan Angga pun masuk ke dalam bioskop dan mencari tempat duduk yang telah dipesan saat membeli tiket.


Sepasang kekasih itu menunggu cukup lama hingga seisi bioskop penuh dengan penonton lainnya karena mereka langsung masuk begitu bioskop baru dibuka. Saat keduanya mulai bosan menunggu, akhirnya lampu ruangan pun dimatikan menandakan film akan segera dimulai.


"Akhirnya filmnya mulai juga!" seru Angga


Damia hanya mengangguk kecil karena terlihat begitu antusias saat film mulai diputar.


Mulai dari film dimulai hingga kini masuk ke pertengahan film, Angga lebih sering menatap Damia yang berada dan duduk di sampingnya. Selain memang wajah dan ekspresi sang kekasih lebih sedap dipandang, sebenarnya Angga tidak terlalu suka film horor karena takut. Namun, lelaki itu enggan mengungkapnya karena malu dengan sang kekasih.


Angga tidak mau kalah dengan sang kekasih yang berani menonton film horor. Namun, lelaki itu malah jadi sering melewatkan adegan film yang sedang berlangsung dan lebih sering menatap wajah cantik sang kekasih untuk menghilangkan rasa takutnya.


..."Aku pikir tadi Damia akan menolak saat aku tawari nonton film horor, tapi malah sebaliknya. Harusnya aku tidak menawarkan untuk menonton film horor, tapi seperti ini juga tidak buruk karena aku jadi bisa lebih sering menatap wajah cantiknya dari samping," batin Angga...


Dari pada merasa gugup atau takut saat menonton film horor, Angga lebih sering tersenyum saat menatap wajah cantik sang kekasih saat melihat ekapresi wajah Damia selama menonton film.


Saat Damia terkejut dan langsung menutup kedua matanya karena takut, itu menjadi hiburan tersendiri bagi Angga karena menurut lelaki itu ekspresi wajah sang kekasih sangat menggemaskan.


"Jangan hanya melihat aku, tonton juga filmnya. Seru, tahu ... " kata Damia yang sadar bahwa dirinya sedang ditatap oleh sang kekasih.


"Hantunya jelek. Lebih baik aku melihat kamu seperti ini," sahut Angga


"Tidak kok. Hantunya tidak sebanding sama kamu karena kamu sangat cantik. Sangat berbeda dengan hantu itu. Makanya, aku lebih suka meligat ke arah kamu," jawab Angga


"Jangan bilang kamu betulan takut nonton film horor ... kalau begitu, kenapa tidak bilang sejak awal? Kan, kita tidak perlu nonton film horor," ujar Damia


"Tidak kok," elak Angga berbohong.


"Atau kamu takut dengan suasana gelap? Apa kamu punya fobia sama kegelapan?" tanya Damia


"Tidak sama sekali, tapi sepertinya aku pernah dengar kamu bertanya hal yang sama sebelumnya," jawab Angga


"Ya, itu saat kamu sesak nafas di ruang seni rumah kamu saat mati listrik," kata Damia


"Benar, aku ingat. Aku langsung tenang karena kamu-"


"Jangan bicara terus, tonton filmnya!" seru Damia yang langsung memotong perkataan sang kekasih.


..."Karena saat itu kamu langsung kasih aku nafas buatan. Aku ingat dengan jelas sekarang," batin Angga...


Angga langsung tertawa kecil saat melirik ke arah Damia dan menangkap ekspresi wajah sang kekasih yang merona. Mungkin kekasih cantiknya itu merasa malu setelah ingat dengan kejadian saat mati listrik di ruang seni tempo hari. Itu adalah saat pemberian nafas buatang yang berujung menjadi ciuman antara sepasang insan yang saat itu bahkan belum resmi menjadi kekasih.


"Kenapa kamu malah tertawa? Apa ada yang lucu? Ini film horor, bukan film komedi, tahu!" seru Damia


"Oh, ya, Damia ... katanya, kamu jarang nonton film di bioskop. Memangnya kapan kamu ke bioskop untuk nonton film?" tanya Angga yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Hmm ... bisa dibilang malah tidak pernah. Dulu aku pernah sekali nonton film di bioskop saat SMP diajak guru bahasa Indonesia bersama teman sekelas," jelas Damia


"Berarti sudah lama sekali. Setelah itu kenapa tidak pernah ke bioskop untuk nonton film lagi?" tanya Angga


"Aku pikir sayang uangnya. Dari pada untuk nonton film di bioskop lebih baik untuk beli makanan enak atau ditabung dan aku tidak enak jika harus minta uang sama ibu dan ayah. Lagi pula, film yang tayang di bioskop lama kelamaan juga akan tayang di televisi," jawab Damia


"Ya, kamu memang benar ... " kata Angga


Saat itu Angga mencoba untuk menatap layar lebar dan menyaksikan film yang sedang berlangsung. Namun, saat lelaki itu mencoba memberanikan diri tepat sekali saat muncul hantu di layar besar tersebut. Jump scare!


Angga pun dengan cepat mengalihkan pandangan dan menyembunyikan wajahnya sambil memejamkan kedua mata. Begitu membuka mata, dilihatnya Damia yang sedang tersenyum lembut dan menatap ke arahnya dengan wajah cantik.


"Tak perlu takut. Kan, ada aku di sini ... " kata Damia


Tak merasa malu saat dirinya tertangkap basah sedang merasa takut, Angga justru merasa senang dan lega setelah bisa melihat indahnya wajah cantik sang kekasih.


Saat sedang merogoh popcorn, tangan Damia dan Angga saling bersentuhan karena masuk secara bersamaan. Keduanya sama-sama terkesiap kaget.


"Ya ampun, Angga ... tangan kamu sampai gemetar seperti ini," ujar Damia yang langsung menarik tangan sang kekasih yang sempat saling bersentuhan dengannya untuk digenggam.


"Tenangkan diri kamu, Angga ... " sambung Damia sambil mengusap tangan Angga dengan satu tangan lainnya dengan lembut untuk menyalurkan rasa tenang.


Angga jadi merasa hatinya terenyuh dan tersentuh karena mendapat perlakuan lembut dan hangat dari sang kekasih.


"Apa kita ke luar saja? Tidak perlu menonton filmya sampai habis," ujar Damia


"Tidak apa-apa kok. Aku hanya perlu melihat kamu seperti ini," kata Angga


"Apa kamu yakin?" tanya Damia


"Ya. Kamu lanjutkan saja nonton filmnya," jawab Angga


"Kalau kamu ingin kita ke luar, bilang saja. Kita bisa ke luar meski filmnya belum selesai," ujar Damia


Angga hanya mengangguk. Lelaki itu lanjut menatap sang kekasih, sedangkan Damia melanjutkan menonton film.


.


Bersambung.