Bougenville of Love

Bougenville of Love
23 - Teman Kuliah.



Rupanya, yang tak sengaja menabrak Angga tadi adalah seorang gadis. Namun, lelaki itu merasa tidak mengenalnya dan menatap gadis tersebut dengan tatapan bingung.


"Maaf, Angga. Aku benar-benar tidak sengaja. Apa HP kamu rusak? Nanti biar aku ganti biaya servisnya, tapi kamu baik-baik saja, kan?" tanyanya


"Ya, tidak masalah. Maaf, tapi kamu siapa?" tanya balik Angga


Gadis itu tertegun saat Angga tidak bisa mengenalinya.


..."Sebenarnya ini jadi masalah saat HP aku rusak. Ini penting karena ada foto Damia di dalamnya. Tapi, lebih dari pada itu ... siapa dia? Aku tidak kenal," batin Angga...


"Kamu itu Angga, kan? Kamu tidak kenal sama aku? Apa kamu tidak ingat sama aku?" tanyanya


"Apa ini serius? Semudah ini kamu melupakan aku, Angga? Bahkan sekarang kamu sudah bersama Damia. Orang yang sejak dulu kamu cintai," batinnya


"Tidak, maaf. Apa dulu kita saling kenal?" tanya balik Angga lagi.


Gadis itu tercengang. Saat itu Damia mendekat.


"Maaf, kalau boleh ... biar saya yang jelaskan. Sekalian saya akan memperkenalkan diri meski kamu sudah mengenal saya. Saya adalah Damia, teman sekaligus perawat Angga saat ini. Beberapa waktu lalu, Angga mengalami kecelakaan yang membuat dia amnesia dan melupakan sebagian ingatamnya. Jadi, maaf jika saat ini Angga tidak bisa mengenal Anda bahkan Angga juga tidak ingat sama saya," jelas Damia


"Oh, ya ampun ... maaf, aku tidak tahu," katanya


"Tidak apa-apa. Tapi, maaf ... apa Anda punya waktu sebentar? Apa Anda bisa mengobrol sama Angga sebentar saja? Mungkin jika kalian berdua mengobrol, ingatan Angga akan pulih kembali," ujar Damia


Belum sempat gadis itu menjawab, ponsel miliknya berdering singkat menunjukkan ada pesan yang masuk. Ia pun membuka dan membaca pesan masuk pada ponsel miliknya.


"Apa harus seperti itu, Damia? Tapi, aku merasa tidak kenal sama dia dan rasanya juga canggung jika kami harus mengobrol," bisik Angga


"Angga, dia adalah teman kamu, tapi kamu lupa sama dia, sama seperti kamu tidak ingat sama aku. Kalau dengan cara kamu mengobrol dan mendengar cerita dari aku, ingatanmu tidak pulih, maka mungkin ingatan kamu bisa pulih saat mengobrol dan mendengar cerita dari dia," ucap Damia


"Orang yang mau aku temui di sini nengundur janji temu kami karena dia sibuk, jadi aku bisa bicara sama kamu Angga. Kita mau bicara di mana?" tanyanya


"Kalau begitu, kita cari tempat makan saja, supaya bicaranya lebih nyaman," jawab Damia


Damia pun berjalan lebih dulu. Meski enggan, Angga pun mengikuti langkah suster cantik itu. Yang membuat lelaki itu merasa enggan adalah karena dia harus pergi untuk mengobrol dengan seorang yang katanya teman padahal ia sendiri tidak mengingat tentang hal itu. Sebenarnya Angga hanya ingin bepergian berdua dengan Damia, tapi rencana itu gagal karena di antara keduanya telah hadir satu orang lagi. Sedangkan gadis yang katanya teman Angga itu mengikuti langkah lelaki yang berjalan di depannya.


Akhirnya ketiganya singgah di kafe terdekat.


"Kalian berdua, pesanlah sesuatu. Duduk dan bicaralah dengan nyaman. Aku akan duduk di tempat lain," kata Damia


"Kamu mau ke mana? Kenapa todak duduk bertiga saja di sini?" tanya Angga sambil menahan tangan suster cantik yang sudah ingin beralih.


"Kalian bicara berdua saja. Kalau ada aku, yang ada akan terasa canggung. Lagi pula, aku tidak termasuk dalam cerita kisah kalian berdua," jawab Damia


"Aku tidak akan jauh kok, jadi tidak perlu khawatir dan silakan bicara dengan nyaman," sambung Damia


Damia pun melepaskan tangan Angga yang menahan tangannya. Lalu, suster cantik itu beranjak duduk di kursi pada meja yang lain sambil mengamati situasi yang berlangsung antara Angga dan teman perempuannya. Hanya untuk berjaga-jaga, jika Angga mengalami rangsangan atau sakit kepala akibat mengingat sesuatu saat sedang mengobrol dengan perempuannya, maka Damia akan melakukan sesuatu dan mengambil tindakan yang cepat.


Angga dan teman perempuannya pun memesan sesuatu, begitu juga Damia yang terpisah dari mereka berdua.


"Sepertinya hubungan kamu dan Damia jadi semakin dekat, ya, Angga?" tanyanya


"Apa kamu tahu sesuatu tentang hubungan aku dan Damia?" tanya balik Angga


"Tidak juga. Hanya saja, dulu kamu sering cerita tentang Damia dan katanya kalian sudah tidak pernah bertemu lagi, tapi sepertinya kalian kembali bersama," jelasnya


"Ya, dia adalah perawat yang bekerja di rumah sakit saat aku dirawat setelah kecelakaan. Kita tidak usah bicara tentang aku dan dia jika kamu memang tidak tahu tentang kami, bicara saja tentang aku dan kamu," ucap Angga


"Maaf, jadi sebenarnya kamu ini siapa? Bagaimana kita bisa berteman? Kita pernah bertemu di mana?" tanya Angga


"Nama aku, Rena. Kita adalah teman kuliah dan pertama kali kita bertemu itu di kampus," jawabnya. Gadis bernama Rena.


"Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa mengalami kecelakaan? Kapan itu terjadi?" tanya Rena


"Sampai sekarang aku masih belum ingat dengan alasan dan penyebab aku mengalami kecelakaan. Itu terjadi sekitar 2 minggu yang lalu," jawab Angga


"2 minggu yang lalu? Apa itu adalah saat kita bertengkar dan akhirnya putus? Jadi, saat kita berpisah di hari itu ... kamu mengalami kecelakaan?" batin Rena yang terkejut dan bertanya-tanya.


"Begitu, rupanya. Pantas saja belakangan ini kamu tidak terlihat di kampus," kata Rena


"Apa kamu mencari aku? Seingat aku, aku tidak pernah dekat dengan teman perempuan di kampus. Sebenarnya apa hubungan dan sedekat apa kita saat di kampus?" tanya Angga


"Bukannya katanya kamu amnesia? Apa kamu hanya kehilangan sebagian ingatan kamu?" tanya balik Rena


"Itu benar, jadi tolong kamu ceritakan sesuatu tentang aku dan kamu dulu," jawab Angga


"Sebenarnya dulu kita cukup dekat, tapi tidak juga ... " kata Rena


"Apa maksudnya itu?" tanya Angga yang tidak mengerti dengan maksud teman perempuannya itu.


"Bagaimana aku bisa sanggup menceritakannya? Ini terlalu menyakitkan bagi aku dan juga kamu sendiri, Angga," batin Rena


Rena, gadis itu terdiam. Tidak tahu harus mengatakan apa dan bagaimana.


"Cerita saja. Aku di sini karena ingin tahu sesuatu dari kamu," kata Angga


"Sebenarnya dulu kita sempat pernah berpacaran. Cukup lama, tapi akhirnya kita putus," ungkap Rena


"Kita ... pacaran? Lalu, kenapa kita bisa putus?" tanya Angga yang rasa penasarannya mulai terpancing.


..."Padahal aku yakin kalau selama ini aku hanya jatuh cinta sama Damia, tapi ternyata aku juga pernah pacaran sama gadis lain yang bukan Damia," batin Angga...


"Ya, kamu sendiri tidak percaya, kan? Alasan kita putus adalah bahwa aku menyadari kalau kamu tidak pernah punya perasaan sama aku dan akhirnya kita putus," ungkap Rena


"Maaf, Angga. Alasan kenapa kamu bisa kecelakaan mungkin adalah karena kita habis bertengkar saat hari di mana kita putus. Sekitar 2 minggu yang lalu adalah hari saat kita putus," sambung Rena


"Jadi-" Baru ke luar sepatah kata dari mulut Angga, lelaki itu mulai kembali diserang badai rasa sakit di kepalanya. Namun, ia berusaha menahan rasa sakit itu agar tetap sadar.


Rena melirik pada jam yang melingkar di tangannya.


"Maaf, Angga. Ini sudah waktunya aku janji ketemu sama seseorang di taman tadi. Aku harus pergi," ujar Rena


Rena, gadis itu pun bangkit dan beranjak pergi dari sana.


"Janji temu itu sebenarnya bohong karena sudah batal. Aku hanya tidak sanggup jika harus terus bicara dan dekat sama kamu, Angga. Mengingat kalau dulu kamu tidak punya perasaan sama aku selama kita pacaran, hati aku rasanya sakit sekali. Tapi, itu bukan sepenuhnya salah kamu. Aku juga salah di sini ... " batin Rena


Melihat teman perempuan Angga pergi, Damia pun menghampiri lelaki yang kini seorang diri itu.


.


Bersambung.