Bougenville of Love

Bougenville of Love
70 - Amplop Surat.



Merasa cukup berjemur di bawah sinar matahari pagi, Damia hendak membawa pasien kembali ke ruang rawat bersama Alina.


"Sudah cukup berjemur matahari paginya hari ini. Kita kembali ke kamar, ya, Mba Dina ... " kata Damia


"Tapi, kok bapak belum balik juga, ya? Apa beli makanannya antre lagi?" tanya Pasien Dina


"Tidak apa-apa. Tadi saya sudah bilang ke bapak kalau Mba Dina tidak ada di sini itu artinya sudah kembali ke kamar rawat. Nanti pasti bapak akan menyusul ke kamar," jawab Damia


"Ya sudah, kita kembali sekarang saja, Sus ... " kata Mba Dina


Damia dan Alina pun sama-sama mengangguk. Kedua suster cantik itu membuka kunci roda pembaringan agar bisa didorong untuk masuk ke dalam rumah sakit dan kembali menuju ke ruang rawat.


Baru saja mau berjalan masuk ke dalam rumah sakit, pasien melihat walinya kembali dan mendekat ke arah mereka.


"Suster, itu bapak sudah balik ... " kata Pasien Dina sambil melihat ke arah wali pasien.


"Biar saja, Bapak pasti tahu Mba Dina mau kembali ke kamar. Bapak pasti mengikuti," ujar Alina


"Tidak apa-apa. Kita berhenti dulu untuk menunggu Bapak sebentar," sahut Damia


Damia dan Alina pun berhenti mendorong ranjang pembaringan pasien sejenak. Menunggu sampai wali pasien datang menghampiri.


"Maaf, Bapak lama. Sudah mau balik ke kamar, ya? Kalau begitu, ayo ... " ujar wali pasien


"Sekarang kita masuk, ya ..." kata Damia


Pasien Dina hanya mengangguk kecil. Damia dan Alina pun kembali mendorong ranjang pembaringan pasien untuk kembali menuju kamar rawat diikuti oleh wali pasien.


"Beli makannya antre lagi, Pak?" tanya Pasien Dina


"Iya, soalnya tempat lain pada belum buka," jawab wali pasien


Begitu sampai dan masuk ke dalam ruang rawat serta menempatkan ranjang pembaringan di tempatnya, Damia dan Alina pun mengunci kembali roda ranjang pembaringan.


"Sudah sampai. Kalau begitu, silakan istirahat. Kami berdua permisi dulu," ujar Damia


"Lalu, saya hanya mau beri tahu, mungkin sebentar lagi dokter akan datang untuk melakukan pemeriksaan rutin. Saat itu jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tanyakan saja sama dokternya," sambung Damia


"Kami berdua permisi," kata Alina


"Terima kasih, Suster ... " ucap Pasien Dina dan wali pasien secara bersamaan.


"Sama-sama," balas Damia dan Alina secara serempak.


Setelah itu, Damia dan Alina pun beralih ke luar dari ruang rawat tersebut. Dan benar saja, begitu kembali ke bangsal, kedua suster cantik itu sudah disuguhkan dengan banyak tugas yang harus dikerjakan.


"Ayo, kita selesaikan ini semua supaya setelah dokter datang untuk kunjungan pemeriksaan rutin, kita sudah bisa santai," ujar Damia


"Baiklah, ayo ... " kata Alina


"Senyum dan semangat dong," sahut Damia


Damia pun tak pernah lepas dari senyuman profesional kerja khas dirinya. Sementara itu Alina hanya bisa menghela nafas pelan.


Tak hanya Damia dan Alina yang sibuk dengan tugas masing-masing. Para perawat lainnya pun tak berbeda jauh dari keduanya. Semua seolah menetapkan target waktu untuk menyelesaikan tugas secepatnya agar bisa santai sejenak sebelum tugas lain datang di waktu lain.


Saat dokter datang untuk melakukan pemeriksaan rutin, para perawat baru saja selesai melakukan dari sekian banyak tugas pagi dan siap menyambut kedatangan dokter.


Setelah pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh dokter telah usai, semua perawat berdiri seolah memberi salam hormat saat dokter beranjak pergi dari bangsal rawat. Barulah setelah itu, semua perawat bisa sedikit lebuh santai dan duduk istirahat.


Baru saja Damia duduk, suster Lisa memanggilnya hingga suster yang masih berstatus magang itu pun kembali berdiri.


"Suster Damia ... " panggil Lisa


"Ya, ada apa, Suster Lisa?" tanya Damia yang langsung bangkit berdiri meski baru saja duduk.


"Ini ada surat pemberitahuan dari atasan," jawab Lisa sambil memberikan amplop surat yang memiliki stempel khusus Rumah Sakit Ananda Medika.


"Terima kasih, Suster Lisa. Ini juga berkat Anda. Pasti Suster Lisa juga sudah memberi penilaian baik untuk saya pada atasan hingga saya bisa menerima keputusan baik ini," ucap Damia


"Ini bukan karena saya, tapi berkat kerja keras kamu sendiri. Tetap pertahankan kinerja kamu selama ini. Semoga kamu semakin terbiasa dan betah kerja di sini," ujar Lisa


"Baik, Sus. Saya mengerti," kata Damia


"Lalu, mungkin cepat atau lambat kamu akan dipanggil oleh pihak atasan. Hanya sekadar untuk formalitas peresmian kamu bekerja di sini. Selalu persiapkan diri kamu untuk itu, tapi tidak perlu gugup. Saya tahu kamu selalu bersikap baik dan itu sudah cukup," ucap Lisa


"Saya mengerti, Sus. Sekali lagi, terima kasih," ucap Damia


"Sama-sama," balas Lisa


Usai menyampaikan surat pemberitahuan dari atasan, Liaa pun langsung beralih pergi.


"Wah ... sudah jadi suster resmi, nih. Bisa kali traktirannya buat kita-kita, Damia."


"Boleh kok, tapi mungkin nanti, ya. Tunggu pas terima gaji," sahut Damia


"Asik, tuh ... janji, ya, Damia?"


"Iya, aku janji ... " jawab Damia


"Memangnya kapan Damia berkata bohong, sih? Sudah bagus dijanjiin, dari pada yang bisanya cuma minta traktiran doang," ujar Alina


"Jangan ribut atau sewot gitulah, Al. Kamu juga aku traktir kok. Tenang saja," kata Damia


Alina pun menghela nafas pelan.


"Aku kira Damia dapat surat pemberitahuan apa. Aku sampai berpikir tadi itu surat pemberitahuan peringatan atau apa ... memang tidak mungkin Damia dapat surat pemberitahuan peringatan sementara kinerjanya memang selalu baik dan bagus. Lagi pula, kalau benar itu surat pemberitahuan peringatan, atas dasar apa? Aku terlalu berpikir berlebihan," batin Lusi


"Kamu itu resmi jadi suster di sini karena kinerja dan kerja keras kamu sendiri dan bukan karena penilaian orang lain. Bahkan kinerja kamu lebih baik dan bagus dari pada suster Lisa," ucap Alina


"Stt~ hati-hati kalau bicara. Mulutmu adalah harimaumu," pesan Damia


"Bagus kalau harimau. Bisa cakar dan gigit orang jahat," kata Alina


"Sudah bagus jadi manusia, ini kok malah mau jadi harimau ..." sahut Damia


Akhirnya Damia dan Alina terkekeh kecil bersama.


Saat jam pulang kerja di siang hari, akhirnya semua pekerja shift pagi bersiap untuk pulang, termasuk Damia dan semua perawat di bagsal.


"Damia ... " panggil Lisa tanpa embel-embel suster karena jam kerja telah usai.


Damia yang sudah bersiap untuk pulang pun berbalik.


"Ya, ada apa, Kak Lisa?" tanya Damia


"Aku dapat laporan kalau ternyata kamu diminta untuk langsung menemui atasan di ruangannya. Kamu tahu di mana ruangannya, kan?" tanya balik Lisa


"Ya, aku tahu. Kalau nanti saya kebingungan, saya juga bisa tanya sama staf lain," jawab Damia


"Ya sudah, lebih baik kamu ke sana secepatnya," kata Lisa


"Terima kasih sudah mau beri tahu saya soal ini," ucap Damia


"Sama-sama. Ya sudah, itu saja yang mau aku beri tahu. Aku duluan, ya ... " ujar Lisa yang kemudian berlalu pergi dari sana.


"Ya, silakan ... " sahut Damia


.


Bersambung.