Bougenville of Love

Bougenville of Love
54 - Istirahat.



Damia memeluk tubuh sang kejasih, meski hanya berlangsung sebentar. Namun, itu sudah membuat Angga merasa sangat senang. Terbukti dengan senyuman yang merekah dengan cerah pada wajah lelaki tampan itu.


..."Damia, peluk aku! Senang sekali rasanya! Meski bukan ciuman, ini sudah cukup," batin Angga...


"Jangan lupa buah jeruk dan apelnya dimakan supaya bisa menambah asupan gizi pada tubuh kamu hingga kamu bisa cepat pulih. Lalu, kalau kamu tidak mau langsung minum air kelapa mudanya, biar botol ini aku taruh di dalam kulkas dulu supaya tidak jadi mudah cepat basi, tapi jangan lupa untuk diminum hari ini juga," pesan Damia


"Lalu, juga kamu harus sering makan dan minum. Meski mulut dan lidah terasa pahit dan sedikit demi sedikit, perut kamu harus banyak asupan makanan dan cairan," sambung Damia


"Baik. Aku mengerti, Suster-ku yang cantik!" seru Angga


Damia pun tersenyum simpul.


"Kalau begitu, aku mau taruh botol air kelapa muda ini ke dalam kulkas di dapur dan srtelah itu aku langsung pulang, ya," ujar Damia


"Biar aku antar sampai depan rumah," kata Angga


"Tidak usah. Kamu istirahat saja di dalam kamar. Karena kita sudah sempat mengobrol cukup lama, sekarang kamu sudah bisa berbaring lagi. Lalu, apa kamu mau pakai selimut?" tanya Damia


"Aku kira saat sedang demam, maka tidak boleh pakai selimut," jawab Angga


"Lebih baik hindari pemakaian selimut tebal yang berlebihan saat demam, tapi boleh saja pakai selimut yang tipis, ringan, dan nyaman. Itu dilakukan agar tidak memerangkap suhu panas pada tubuh di bawah selimut dan agar tubuh masih bisa mendapat sirkulasi udara yang cukup untuk menurunkan demam yang disertai dengan menggigil kedinginan," ucap Damia


"Jadi, apa kamu mau pakai selimut atau tidak? Biasanya disimpan di mana selimut yang tipis? Biar aku ambilkan untuk kamu jika mau pakai," sambung Damia


Damia bicara sambil membantu Angga berbaring di atas ranjang.


"Tidak perlu. Untuk saat ini aku tidak butuh pakai selimut karena tidak merasa kedinginan, lagi pula demam aku sedang terus berangsur turun dan aku sedang berkeringat," ujar Angga


"Ya sudah, kamu istirahat saja. Aku tinggal, ya, mau pulang," kata Damia


"Kamu pulang dengan apa? Apa mau aku minta pak Dani untuk mengantar kamu sampai ke rumah?" tanya Angga


"Pak Dani itu pasti supir keluarga kamu. Tidak perlu, aku pulang sendiri saja karena aku datang naik motor," jawab Damia


"Aku tidak tahu kalau kamu bisa mengendarai motor. Kalau begitu, kamu harus hati-hati di jalan, apa lagi kamu belum sempat istirahat. Bawa motornya pelan-pelan saja fan langsung kabari aku saat sudah sampai di rumah," pesan Angga


"Baik, aku mengerti. Kalau begitu, aku pergi, ya. Istirahatlah yang cukup karena sedang libur kuliah," ujar Damia


Angga hanya mengangguk tanda patuh. Damia pun menyempatkan membelai pipi dan kepala sang kekasih dengan lembut.


Lalu, Damia melambaikan satu tangannya saat beranjak ke luar dari kamar sang kekasih. Meski sambil berbaring, Angga pun membalas lambaian tangan suster cantik itu sambil tersenyum senang. Lagi-lagi, lelaki itu mendapat jackpot. Meski sangat disayangkan saat harus berpisah dengan sang kekasih, namun lelaki itu merasa senang bisa mendapat banyak cinta kasih dari sang kekasih.


Usai ke luar dari kamar Angga, Damia lebih dulu beralih menuju ke dapur untuk menaruh botol berisi air kelapa muda di dalam kulkas. Saat itu, Damia kembali bertemu dengan Bi Ina.


"Neng Mia, masuk ke dapur lagi. Ada apa, Neng? Apa ada yang bisa Bi Ina bantu?" tanya Bi Ina


"Saya hanya habis menaruh botol ke dalam kulkas, Bu. Kalau begitu, apa saya boleh minta tolong supaya Ibu bisa menjaga Angga yang sedang sakit?" tanya balik Damia usai menjawab.


"Boleh kok, Neng Mia. Panggil Bi Ina saja," jawab Bi Ina


"Botol yang saya taruh di dalam kulkas isinya adalah air kelapa muda untuk Angga, tapi tidak bisa langsung diminum karena Angga sudah merasa kenyang. Saya minta tolong sama Bi Ina untuk mengingatkan Angga supaya meminum air kelapa mudanya, tapi sebelum diminum tolong pastikan air kelapa mudanya sudah tidak dingin lagi karena saat sedang demam tidak baik mengonsumsi yang dingin. Lalu, ingatkan Angga juga untuk makan buah jeruk dan apelnya," pesan Damia


"Tolong Bi Ina untuk sesekali memeriksa kondisi Angga. Minta dia supaya sering minum air putih dan makan, meski sedikit demi sedikit. Kalau panasnya naik lagi, pastikan dia minum obat lagi dan harus makan lebih dulu. Kalau dia mengaku merasa mual, dia bisa minum obat mual sebelum makan. Tolong sering cek suhu tubuhnya dan kalau dia merasa kedinginan, tolong diselimuti pakai selimut yang tipis dan ringan," sambung Damia


"Oke, Neng. Pasti Bi Ina ingat," kata Bi Ina


"Maaf, ya, Bi ... saya jadi terlalu banyak bicara dan minta tolong sama Bi Ina padahal baru pertama kali bertemu," ujar Damia


"Tidak apa-apa, Neng Mia. Bi Ina juga mengerti kalau si Eneng merasa khawatir sama Den Angga. Saya pas tahu Den Angga sakit demam juga langsung merasa panik dan khawatir sama seperti Neng Mia," ucap Bi Ina


"Bi Ina juga jangan sampai kelelahan dan lupa makan, lalu istirahat juga harus cukup," pesan Damia


"Neng Mia tidak usah merasa khawatir sama Bibi. Bi Ina bisa jaga diri dan tahu batasan sendiri," kata Bi Ina


"Omong-omong, kak Linda di mana, Bi? Tadi sempat ketemu, tapi kok saya tidak melihatnya lagi?" tanya Damia


"Tadi setelah dari toilet, katanya mau ke luar untuk beli sesuatu. Bi Ina juga tidak tahu kalau ternyata ke luarnya malah lama," jawab Bi Ina


"Kalau begitu, titip salam saja untuk kak Linda, tante Yuli, dan om Nassar, ya, Bi. Saya mau langsung pulang saja," ujar Damia berpesan


"Apa Neng Mia tidak mau ketemu sama mama papa-nya Den Angga dulu?" tanya Bi Ina


"Tidak, deh, Bi ... sebenarnya saya juga merasa tidak enak. Padahal sudah bertamu malah tidak menemui tuan rumahnya, tapi saya juga takut malah mengganggu. Jadi, saya mau langsung pulang saja. Tidak enak kalau terlalu lama, takut orangtua saya mencari-cari karena izinnya cuma pergi sebentar," jelas Damia


"Ya sudah, tidak apa-apa. Nanti saya sampaikan salam dari Neng Mia. Kalau begitu, hati-hati di jalan pulang. Maaf, Bi Ina tidak antar ke luar soalnya masih harus beres-beres," ujar Bi Ina


"Ya, Bi, tidak apa-apa. Saya pamit dulu. Permisi," pamit Damia


Damia pun beralih dari dapur dan berjalan ke luar dari rumah tersebut. Baru selangkah ke luar dari pintu, Damia kembali bertemu dengan kakak dari sang kekasih.


"Kak Linda, sudah kembali ... " sapa Damia


"Iya, nih ... kamu sendiri sudah mau pulang? Apa tidak mau duduk dan mengobrol dulu sama aku?" tanya Linda


"Iya, Kak, saya mau pulang. Maaf kalau saya menolak, soalnya saya tidak bisa berlama-lama karena hanya izin untuk pergi sebentar sama orangtua saya," jawab Damia


"Tapi, bukan karena merasa kapok mengobrol sama aku, kan? Atau kamu merasa takut aku bicara macam-macam soal hubungan kamu sama Angga?" tanya Linda dengan sedikit sindiran.


"Tidak kok, bukan seperti itu. Saya akan datang lagi besok atau lusa, saat itu kalau Kak Linda masih berkenan, mari mengobrol sama saya. Saat itu saya akan mendengarkan apa pun yang Kak Linda bicarakan," jawab Damia seolah sambil memberi berjanji.


"Ya sudah, aku mengerti kok. Kamu pasti merasa lelah karena baru belum lama pulang dari kerja sudah datang ke sini untuk menjenguk Angga. Aku justru berterima kasih karena kamu sudah mau datang untuk menjenguk Angga," ujar Linda


"Tidak masalah, Kak. Saya titip salam untuk tante Yuli dan om Nassar. Maaf kalau saya tidak sopan karena setelah datang malah langsung pergi begitu saja. Saya pamit," ucap Damia


"Ya, akan aku sampaikan salamnya. Hati-hati di jalan," pesan Linda


Damia hanya mengangguk sambil tersenyum kecil dan berjalan menuju ke arah motor miliknya.


Di sana juga ada Pak Danu yang terlihat sedang mencuci mobil. Dua mobil lainnya tampak sudah bersih berkilau. Tersisa satu mobil yang sedang dibersihkan.


"Sudah mau langsung pulang, Neng?" tanya Pak Dani yang berada tak jauh dari sana.


"Iya, Pak. Terima kasih sudah menjaga motor saya di sini. Saya permisi dulu," jawab Damia


"Ya, Neng. Hati-hati di jalan," pesan Pak Dani


Begitu tiba di rumah, Damia langsung mematikan mesin dan turun dari motor miliknya setelah menurukan standar, lalu suster cantik itu pun berjalan masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan sang ibu.


"Damia, kamu sudah pulang? Bagaimana kondisi teman kami yang sedang sakit itu?" tanya Ibu Rita


"Iya, Bu. Dia sudah sedikit membaik," jawab Damia


"Ya sudah. Kalau begitu, kamu langsung istirahat saja. Pasti kamu merasa lelah karena belum sempat istirahat setelah pulang kerja," ujar Ibu Rita


"Iya, Bu. Aku masuk ke dalam kamar dulu," kata Damia


Ibu Rita hanya mengangguk dan Damia pun beranjak masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya, Damia langsung mengganti pakaian dengan yang lebih santai dan nyaman. Lalu, tidak langsung istirahat, suster cantik itu justru mengambil ponselnya untuk mengetik dan mengirim pesan.


^^^To: Angga.^^^


^^^Angga, aku sudah sampai di rumah dan mau langsung istirahat. Kamu juga istirahatlah dengan baik. Perbanyak makan dan minum. Semoga kamu bisa cepat pulih.^^^


Setelah pesan berhasil terkirim, Damia pun langsung meletakkan kembali ponsel miliknya dan memejamkan kedua matanya. Tidur sejenak dan istirahat untuk memulihkan tenaga sebelum harus kembali bekerja ke rumah sakit di malam hari.


---


"Padahal aku sangat ingin mengobrol sama Damia, meski aku sendiri merasa bingung ingin membicarakan apa, tapi Damia sudah langsung pulang saja. Saat dia datang lagi ke sini, aku harus bicara baik-baik sama dia," batin Linda


Saat berjalan menyusuri rumahnya, Linda melihat ponsel milik sang adik masih berada di atas meja sofa di ruang tengah.


"Lho, HP punya Angga masih ada di sini. Dia pasti lupa bawa tadi dan pasti sekarang dia sedang mencari karena merasa kehilangan," gumam Linda


Linda pun meraih ponsel milik sang adik dengan niat ingin mengembalikannya pada sang pemilik. Sebelum itu, Linda pun kembali mengutak-atik ponsel milik sang adik untuk menyalin nomor ponsel milik Damia ke dalam penyimpanan kontak ponsel miliknya.


"Aku harus cari dan simpan nomor HP Damia. Untuk berjaga-jaga jika perlu sesuatu, aku bisa menghubungi dia secara langsung," batin Linda yang kini telah berhasil menyimpan nomor ponsel milik Damia di dalam penyimpanan kontak pada ponsel miliknya.


Setelah itu, Linda pun langsung beralih menuju ke kamar sang adik.


Saat masuk ke dalam kamar Angga, Linda melihat sang adik tidak fokus melihat kedatangannya dan seolah sedang mencari sesuatu yang hilang.


..."HP aku ada di mana, sih? Padahal aku harus menunggu kabar dari Damia supaya bisa memastikan dia sudah pulang dengan selamat," batin Angga yang sudah terduduk di tepi ranjang dan hendak bangkit....


"Mau pergi ke mana kamu, padahal lagi sakit? Tetap di atas kasur dan istirahat saja," ujar Linda melarang sang adik bergerak pergi.


"Kalau kamu cari ini, nih ... tadi kamu tinggal di atas meja sofa," sambung Linda sambil menyerahkan sebuah ponsel pada sang adik.


Angga pun menerima ponsel miliknya dari tangan sang kakak sambil tersenyum, lalu wajahnya kembali datar seperti semula.


"Terima kasih, Kak," ucap Angga


"Sama-sama," balas Linda


"Makanya, kalau taruh barang itu harus ingat simpan atau bawa lagi," sambung Linda


"Iya, iya. Namanya juga manusia, wajarlah kalau kadang-kadang lupa," kata Angga


"Alasan klise," sahut Linda


"Kak Linda, juga tadi buat apa sama HP punya aku? Sampai Damia jadi tahu kalau aku lagi sakit dan langsung datang menjenguk aku tanpa sempat istirahat setelah pulang kerja. Kak Linda, habis pakai HP aku untuk kasih tahu ke Damia, kan?" tanya Angga


"Apa salahnya? Karena Kakak kamu jadi bisa ketemu sama Damia, kan? Jujur saja, kamu merasa rindu sama pacar kamu itu, kan?" tanya balik Linda


"Dari mana Kak Linda tahu kalau aku pacaran sama Damia?" tanya balik Angga lagi.


"Jelas sekali, bukan? Kalau lagi main HP, lagi bicara tentang Damia, pas bilang mau ketemu Damia, kamu pasti langsung senyum-senyum tidak jelas. Terlihat dengan jelas raut wajah kamu yang lagi kasmaran dan dimabuk cinta. Dasar ... bucin," jawab Linda sambil meledek sang adik.


"Terlepas dari itu, kenapa Kak Linda utak-atik HP aku tadi?" tanya Angga


"Tadi pas kamu lagi tidur di sofa, HP kamu yang ada di atas meja bunyi. Karena merasa penasaran, awalnya cuma mau lihat sebentar, tapi malah kepencet ... telepon ke Damia langsung diangkat setelah terhubung. Dia bertanya tentang kamu, ya ... langsung Kakak jawab, lalu dia bilang mau datang untuk jenguk kamu. Ya, Kakak tidak bisa melarang," jelas Linda dengan bumbu dustanya.


"Alasan klise," sahut Angga


"Yee ... kamu malah balikin omongan Kakak!" seru Linda


Memang benar bahwa penjelasan dari Linda hanyalah alasan yang dibuat-buat. Linda memang membuka ponsel milik sang adik dan membaca pesan masuk dari Damia. Namun, ia sengaja menelepon Damia dan memberi tahu kabar tentang Angga yang sedang sakit meski tanpa Damia bertanya lebih dulu.


"Itu buah dari Damia, ya?" tanya Linda saat melihat sekantong plastik berisi buah di atas meja di samping ranjang sang adik.


"Iya. Kenapa, apa Kak Linda mau? Ambil saja," jawab Angga


Linda pun langsung mengambil sebuah jeruk dan mengupas kulitnya. Namun, bukan untuk dimakan sendiri, Linda justru memberi jeruk yang sudah dikupas kulitnya pada sang adik.


"Ini buat kamu, makan! Kalau dikasih makanan sama pacar itu langsung dimakan dong!" seru Linda


"Kamu bisa menunggu kabar dari Damia sambil makan buah jeruk pemberiannya," sambung Linda


..."Kak Linda, tahu saja kalau aku lagi menunggu kabar dari Damia. Tebakannya tepat sekali," batin Angga...


Angga pun memakan buah jeruk yang sudah dikupas oleh sang kakak sambil menunggu pesan kabar dari sang kekasih. Saat itu, Linda kembali memeriksa suhu tubuh sang adik.


"37,3 derajat celcius, panasnya sudah turun. Sudah termasuk normal, tapi masih bisa turun lagi. Kalau nanti kamu merasa dingin, pamggil saja dan bilang, ya ... aku tinggal dulu," ujar Linda


Saat itu Linda pun berlalu pergi ke luar dari kamar sang adik. Sementara, Angga masih terus memakan buah jeruk sambil menunggu pesan kabar dari sang kekasih.


Saat ada pesan masuk pada ponsel miliknya, Angga pun langsung membuka dan membacanya. Lalu, Angga pun mengetik dan mengirim pesan balasan.


..."Akhirnya ada pesan dari Damia dan syukurlah kalau dia sudah sampai di rumah. Aku balas, deh ... pesannya. Setidaknya dia bisa baca kapan pun dia mau. Dari pada tidak dibalas sama sekali," batin Angga...


^^^To: Damia.^^^


^^^Syukurlah, kalau kamu sudah sampai di rumah. Istirahatlah dan aku juga akan istirahat dengan baik. Tenang saja. I love you ❤^^^


Setelah pesan berhasil terkirim, Angga pun melanjutkan istirahatnya karena buah jeruk yang dimakan olehnya pun sudah dimakan hingga habis.


.


Bersambung.