
Damia langsung menunduk dalam diam karena merasa bersalah pada kedua orangtuanya.
"Kenapa kamu malah minta maaf, Damia?" tanya Ibu Rita
"Maaf karena aku tidak bisa memenuhi harapan Ibu dan Ayah. Hubungan aku dan lelaki yang Ibu dan Ayah jodohkan malah tidak berjalan dengan baik dan kandas begitu saja di tengah jalan," jawab Damia
"Padahal kalian berdua sudah sampai bertunangan, apa kamu tidak bisa menahannya? Apa tidak ada jalan ke luar lain?" tanya Ayah Dodi
"Maaf, Ayah ... " jawab Damia dengan suara lirih sambil menggeleng pelan.
"Kalau begitu, Ayah ganti pertanyaannya. Apa selama menjalin hubungan ini kamu menyukai Raffa atau tidak?" tanya Ayah Dodi
"Aku rasa, tidak ... " jawab Damia
"Lalu, selama ini apa perasaan kamu saat menjalin hubungan sama Raffa? Kenapa kamu terima perjodohan ini?" tanya Ibu Rita
"Itu karena Raffa adalah lelaki yang Ibu dan Ayah pilihkan untuk aku. Aku tahu Ibu dan Ayah berbuat seperti ini karena memikirkan kebaikan aku. Aku tidak suka sama dia, tapi aku pikir perasaan itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Selama ini bukan perasaan suka yang tumbuh, tapi hanya ada rasa segan karena dia adalah lelaki pilihan Ibu dan Ayah, sungkan karena dia lebih tua dari pada aku, dan hormat karena bisa dibilang dia adalah atasan aku. Aku sama sekali tidak suka sama dia," ungkap Damia
"Ya ampun, Damia ... kenapa selama ini tidak berkata jujur sama Ibu dan Ayah? Kenapa menahan hanya seorang diri?" tanya Ibu Rita
"Karena kalau aku seperti itu, aku hanya akan membuat Ibu dan Ayah kecewa," jawab Damia
"Lalu, selain kamu tidak suka sama Raffa, apa alasan kamu putus sama dia? Bukankah selama ini kamu sudah menahannya dengan baik? Kalau tidak mau Ayah dan Ibu merasa kecewa, kenapa tidak kamu teruskan saja?" tanya Ayah Dodi
"Aku putus sama Raffa karena dia selingkuh. Dia punya pacar lain saat masih pacaran sama aku. Aku tahu itu bahkan sudah sempat menahan diri dan menganggap kalau itu hanya khilafnya saja, tapi aku sudah lelah dan tidak sanggup lagi menahannya atau pura-pura tidak tahu," jelas Damia
"Apa itu adalah perempuan yang bersama Raffa yang Ayah lihat saat mengantar kamu kerja ke rumah sakit?" tanya Ayah Dodi
"Benar, Ayah. Namanya adalah Lisa. Dia adalah kepala perawat yang bekerja di bangsal yang sama dengan aku," ungkap Damia
"Ya ampun, pantas saja kanu bisa mengetahui perselingkuhan mereka. Rupanya mereka adalah orang yang cukup dekat sama kamu. Bagaimana Raffa bisa berselingkuh dari kamu?" tanya Ibu Rita
"Karena dia merasa dengan sikap aku yang seperti ini, aku tidak perhatian dan tidak peduli sama dia. Mungkin sebenarnya aku bukankah tipe dia," jawab Damia
"Dari mana kamu tahu itu? Apa kamu yakin memang itu alasannya? Sejak kapan kamu tahu kalau Raffa selingkuh?" tanya Ayah Dodi
"Aku tahu karena aku cukup sering secara diam-diam dan tanpa sengaja melihat dan mendengar saat mereka berdua bersama dan saling bicara. Aku tidak tahu sejak kapan pastinya mereka mulai berselingkuh, tapi aku menyadarinya sudah selama satu tahun terakhir," jawab Damia
Sejak saat membahas tentamg hubungannya dan Raffa, Damia terus menunduk lesu. Suster cantik itu tidak berani melihat ke arah wajah kedua orangtuanya dan lebih tidak sanggup melihat ekspresi wajah ibu dan ayahnya.
"Kamu tidak salah karena memang tidak berbohong, tapi kenapa kamu malah menyembunyikan semuanya dari Ayah dan Ibu?" tanya Ayah Dodi
"Maaf ... " Hanya ada satu kata yang terucap dan bahkan suara Damia terdengar bergetar halus karena menahan tangis akibat rasa bersalah di dalam dadanya.
"Ayah bilang, kamu tidak salah. Kenapa malah terus bilang maaf? Damia, apa Ayah dan Ibu tidak cukup menjadi sandaran untuk kamu sampai kamu memilih untuk menyembunyikan dan menahan semuanya seorang diri? Kenapa kamu tidak bisa berkata jujur sama Ayah dan Ibu kamu sendiri?" tanya Ayah Dodi
"Aku pikir aku sudah cukup membebani Ayah dan Ibu yang sudah membesarkan aku sampai seperti ini. Aku pikir aku bisa membuat Ayah dan Ibu merasa senang dengan adanya perjodohan ini. Aku pikir dengan berhasilnya perjodohan ini aku bisa membuat Ayah dan Ibu merasa bahagia sekaligus membalas semua kebaikan Ayah dan Ibu, tapi ternyata aku salah. Bukan hanya tidak cukup membalas kebaikan Ayah dan Ibu, aku malah gagal membuat Ayah dan Ibu merasa senang dan bahagia karena perjodohan ini telah berakhir saat aku membuat keputusan," ungkap Damia
"Kamu salah, Damia. Ayah dan Ibu menjodohkan kamu dengan seorang lelaki dan itu adalah Raffa memang berpikir demi kebaikan kamu dan terlepas dari itu, kami berdua berharap kamu merasa bahagia dengan hubungan yang kamu jalani sama Raffa. Di sini perasaan kamu yang paling penting, bukan perasaan kami berdua. Raffa yang sudah salah karena berselingkuh, bukan kamu yang salah. Kami berdua tidak akan marah dan kamu tidak perlu merasa bersalah. Cobalah untuk lebih terbuka dan berkata jujur karena bagaimana pun juga hanya keluarga yang bisa dijadikan tempat bersandar," ucap Ayah Dodi
"Ayah, benar, Damia ... " sahut Ibu Rita
Damia pun mulai mengangkat pandangannya dan menatap ke arah Ibu dan Ayahnya. Suster cantik itu mulai menangis setelah menahan air matanya cukup lama. Damia berusaha agar tangisnya tidak terdengar histeris. Namun, tetap saja gadis cantik itu tidak bisa menahan isak tangisnya.
"Jadi, Ibu dan Ayah tidak marah atau merasa kecewa dengan aku yang seperti ini?" tanya Damia
"Kamu yang seperti ini tetaplah anak Ibu dan Ayah satu-satunya, Damia. Buat apa kami berdua marah kalau kamu tidak salah? Tentu saja, tidak. Jadi, jangan menangis," jawab Ibu Rita
"Tapi, aku tetap merasa bersalah. Karena aku merasa tidak ada bedanya sama Raffa. Kami berdua sama saja. Dia memang selingkuh dan punya pacar lagi saat masih pacaran sama aku, tapi aku juga langsung punya pacar baru padahal belum lama putus sama dia," ucap Damia
"Maaf, kali ini aku benar-benar buat Ibu dan Ayah merasa kecewa. Aku sudah salah, ya, Ibu, Ayah?" tanya Damia melanjutkan.
"Kamu tidak sama seperti Raffa karena kamu tidak selingkuh dan sudah lebih dulu putus dari dia," jawab Ibu Rita
"Memangnya kapan kamu putus sama Raffa dan kapan kamu punya pacar baru?" tanya Ayah Dodi
"Di rumah sakit, aku sendiri membuat rumor kalau aku dan Raffa sudah putus sejak 3 bulan yang lalu. Aku memutuskan memilih seperti ini supaya bisa putus dengan baik-baik. Terlepas dari itu aku berpikir ini demi win-win solution. Raffa tidak dianggap selingkuh sama Lisa dan aku tidak dianggap selingkuh sama pacar baru. Padahal sebenarnya aku sudah putus dari Raffa 10 hari yang lalu dan aku punya pacar baru 7 hari yang lalu. Itu hanya berselang 3 hari. Apa aku ini sungguh sangat picik?" tanya balik Damia usai menjelaskan.
"Meski kamu baru putus 3 hari dari Raffa, siapa yang bilang kamu berselingkuh karena langsung punya pacar baru setelah putus? Apa itu adalah Raffa?" tanya Ayah Dodi
"Raffa seolah tidak terima saat aku memilih putus darinya. Dia marah saat tahu aku dekat dengan lelaki lain dan mengatakan kalau aku diam-diam selingkuh saat kami berdua masih pacaran. Dia bilang bersedia putus dari Lisa karena tidak ingin kalau kami berdua putus, tapi aku tidak mau karena aku memang sudah punya pacar baru lagi setelah putus dari dia. Seperti itu ceritanya, Ayah. Aku jadi bingung harus melakukan apa? Karena aku tidak mungkin putus dari pacar baru aku kali ini," ungkap Damia
"Tidak apa-apa, Ayah. Aku memang salah," kata Damia
"Kamu tidak akan dianggap salah atau selingkuh kalau dari awal kamu tidak menerima perjodohan ini. Padahal sejak awal kamu sama sekali tidak suka sama Raffa, harusnya kamu tolak saja perjodohan ssat itu," ucap Ibu Rita
"Aku dan pacar baru aku kenal sejak 3 tahun yang lalu. Dulu kami berteman selama 1 tahun dan langsung hilang kontak dan tidak pernah berhubungan lagi setelah itu. Karena dia bilang suka sama aku saat aku sudah pacaran sama Raffa. Saat itu aku sudah berbuat salah dengan pergi meninggalkan dia begitu saja dan memutus hubungan pertemanan kami berdua. Mungkin sebenarnya saat itu aku sudah suka sama dia, tapi karena aku sudah punya pacar, yaitu Raffa, aku tolak dia bahkan mengakhiri pertemanan kami berdua. Aku bertahan sama Raffa sejauh ini karena berharap kami akan cocok jadi Ibu dan Ayah akan merasa senang, tapi aku salah dan semua malah berakhir," cerita Damia
"Saat aku merasa lelah karena pura-pura tidak tahu kalau Raffa selingkuh dan terus bertahan dengan perasaan sulit, dia selalu ada di samping aku dan menghibur aku. Aku merasa nyaman saat bersama dia. Itu adalah perasaan yang bahkan tidak aku rasakan saat masih pacaran sama Raffa. Karena itu saat dia bilang suka lagi saat aku sudah putus dari Raffa, meski sempat merasa ragu akhirnya aku terima dia dan kami berdua pacaran. Kali ini aku tidak mau melepas atau meninggalkan dia lagi. Aku benar-benar suka sama dia," sambung Damia
"Namanya Angga, kan?" tanya Ibu Rita
"Ibu tahu dari mana?" tanya balik Damia
"Ibu pernah secara tidak sengaja melihat penerima pesan yang kamu kirim dan kalau membaca pesan dari dia kamu selalu tersenyum. Kamu tidak biasanya seperti itu kalau lagi berkirim pesan dengan siapa pun orangnya," jawab Ibu Rita
"Hubungan asmara kamu rumit sekali, Damia. Apa ada cerita lain selain semua ini?" tanya Ayah Dodi
"Semuanya terjadi tanpa terduga. Sebenarnya secara kebetulan Angga adalah pasien rawat jalan yang aku rawat di rumahnya. Setelah 2 tahun lamanya tidak bertemu, pertemuan pertama kami kembali adalah saat aku melihat dia kecelakaan dan aku segera membawa dia ke rumah sakit," jelas Damia
"Dia adalah pasien yang terkena amnesia yang bahkan melupakan tentang pertemanan kami dulu. Angga tidak ingat apa pun tentang aku saat kami berteman selama satu tahun dulu. Aku yang merasa bersalah karena memutuskan pertemanan kami yang dulu tidak tahu kondisinya saat ini terbilang menguntungkan atau tidak. Di salah satu sisi, aku merasa lega karena dia tidak ingat dengan sikap buruk aku yang dulu, tapi di sisi yang lain tentu aku ingin dia pulih lagi," sambung Damia
"Apa kamu tidak pernah menceritakan tentang pertemanan kalian yang dulu?" tanya Ayah Dodi
"Aku tidak pernah menceritakannya secara keseluruhan dengan jelas dan detail. Aku takut kalau dia bisa ingat lagi dia akan merasa kecewa dengan sikap buruk aku yang dulu dan itu akan membuat hubungan kami yang sekarang juga jadi memburuk. Apa lagi sekarang kami sudah pacaran, aku tidak mau putus darinya," jawab Damia
"Aku ini benar-benar bersalah, sungguh buruk, dan sangat picik. Aku ini penakut dan pengecut," sambung Damia
"Lalu, sekarang kamu mau bagaimana? Akan melakukan apa?" tanya Ibu Rita
"Aku juga tidak tahu, Bu. Aku sendiri bingung. Mungkin aku akan membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Aku bahkan tidak menyangka akan mengalami yang seperti ini," jawab Damia
"Ya sudah, kalau kamu memang tidak tahu harus melakukan apa dan bagaimana, mungkin memang kamu harus membiarkan semuanya berjalan sesuai takdir karena tidak semua hal harus kita yang menentukan," ujar Ayah Dodi
"Ibu tidak menyangka kalau akan ada saatnya kamu merasa bingung dan tidak seperti diri sendiri. Semua itu karena kamu sedang merasakan cinta yang sesungguhnya dalam hidup kamu. Hal yang akan menentukan jalan hidup kamu ke depan akan jadi seperti apa. Kamu harus bisa melewatinya seorang diri agar kamu bisa menjadi pribadi yang kuat dan lebih baik lagi," batin Ibu Rita
"Apa masih ada yang belum kamu ceritakan, Damia?" tanya Ayah Dodi
"Tidak ada, Ayah. Aku sudah menceritakan semuanya," jawab Damia
"Kalau begitu, sudah cukup dan jangan bahas soal ini lagi. Tidak perlu menyalahkan diri kamu sendiri lagi. Ibu yakin kamu pasti bisa melewati semua ini seperti biasanya," ujar Ibu Rita
"Benar kata Ibu. Harusnya kita tidak membicarakan hal seperti ini di luar. Awalnya Ayah ingin mencari suasana lain yang lebih baik agar kamu lebih leluasa untuk bercerita. Ayah tidak menyangka ceritanya akan jadi serumit ini," ucap Ayah Dodi
..."Benar juga. Tidak ada orang lain yang mendengar cerita drama ini, kan? Sungguh memalukan ... aku bahkan sampai menangis tersedu-sedu," batin Damia...
Damia pun menghapus air mata yang sudah mulai mengering pada wajahnya. Bahkan es krim yang dipesan sebagai dessert pun sudah mencair di dalam gelas karena terlalu larut dalam cerita.
"Ya ampun, es krim kamu sampai sudah cair begitu. Apa kamu mau pesan es krim satu lagi atau mau pesan yang lain sebelum kita pulang?" tanya Ayah Dodi
"Tidak usah, Ayah. Aku makan yang ini saja. Ini masih enak kok. Manisnya masih terasa. Bahkan jadi terasa seperti minum susu," jawab Damia
Damia pun menyendok es krim yang sudah menjadi air ke dalam mulutnya. Bahkan suster cantik itu tidak segan untuk menenggak es krim yang sudah menjadi seperti susu itu dari dalam gelas seolah meminumnya.
"Punya aku sudah habis. Tinggal Ibu dan Ayah yang habiskan dessert-nya," kata Damia
Ibu Rita pun mulai kembali makan untuk menghabiskan pudding susu miliknya dan Ayah Dodi juga ikut menghabiskan kue tiramisu miliknya.
"Apa kamu yakin tidak mau pesan dessert yang lain, Damia? Lalu, apa kita langsung pulang saja?" tanya Ibu Rita
"Iya, Bu. Kita langsung pulang saja," jawab Damia
"Ya sudah. Ayo, pulang ... " kata Ayah Dodi
"Tapi, tunggu dulu sebentar, Ayah, Ibu. Aku mau ke toilet dulu," ucap Damia
Ibu Rita dan Ayah Dodi hanya mengangguk kecil. Lalu, Damia pun bangkit dan segera beralih menuju ke toilet. Suster cantik itu hendak membasuh wajahnya yang tampak buruk dan matanya yang sembab karena habis menangis.
.
Bersambung.