
Karena Damia telah menikmati suasana dan pemandangan sekitar taman, suster cantik itu sudah lupa kalau dirinya sedang dijadikan objek foto oleh pasien lelaki yang sedang dirawat olehnya. Hingga akhirnya gadis perawat itu terinterupsi oleh suara berat milik Angga.
"Oke, Damia! Bagus sekali!" seru Angga
Damia pun terkesiap sadar dari lamunannya yang sedang pemandangan indah di taman. Hingga suster cantik itu kembali bersikap canggung.
"Benarkah seperti itu? Kalau begitu, kita sudahi saja sesi berfotonya," ujar Damia yang lalu berjalan menghampiri ke dekat Angga.
"Bagaimana ... apa kau suka dan merasa senang bisa mengambil banyak foto di sini?" tanya Damia melanjutkan.
"Ya, aku merasa senang. Aku suka, apa lagi bisa dapat foto kamu yang bagus-bagus dan cantik," jawab Angga sambil tersenyum.
Damia merasa malu-malu saat mendapat pujian dari lelaki yang sedang bersama dengannya itu.
"Yang penting kamu senang saja. Kalau begitu, ayo kita pindah ke area air mancurnya," ujar Damia mengalihkan topik pembicaraan.
Kali ini Damia yang menarik tangan Angga untuk mengikutinya berpindah tempat menuju area air mancur yang ada di taman tersebut. Angga pun hanya bisa tersenyum.
..."Apa Damia merasa malu-malu saat aku memujinya tadi? Dia jadi salah tingkah, lucu sekali ... " batin Angga...
Begitu tiba di area air mancur, Damia langsung duduk di tepi kolam air mancur.
"Istirahat saja dulu di sini," kata Damia
Namun, Angga tak mengindahkan perkataan Damia. Lelaki itu pun mulai kembali mengambil potret diri suster cantik yang kini sedang asik memainkan air di kolam air mancur.
Damia yang sadar bahwa dirinya kembali dijadikan objek foto oleh Angga pun menghalangi wajahnya.
"Berhenti memotret. Sudah kubilang, istirahat dulu," kata Damia
"Tidak mau. Sayang sekali kalau melewatkan pemandangan indah ini, harus tetap diabadikan," sahut Angga
"Kalau begitu, jangan ambil foto aku. Potret hal lain saja," ujar Damia
"Kamu lebih indah," kata Angga
"Berhenti memotret aku atau aku siram kamu pakai air kolam air mancur ini," ancam Damia
"Jangan dong. Bagaimana kalau kamera punya aku ini jadi rusak nantinya?" tanya Angga
"Makanya, berhenti mengambil potret aku," jawab Damia
"Satu lagi saja," bujuk Angga meminta.
"Tidak," tolak Damia
Damia pun menciprati air kolam air mancur ke arah Angga. Hanya dengan gerakan pelan, gadis perawat itu juga tidak ingin merusak barang milik orang. Namun, lelaki itu langsung menyembunyikan kamera miliknya agar tidak basah dan rusak karena terkena air.
"Hentikan! Nanti kameranya jadi basah dan rusak!" seru Angga
"Aku sudah memperingatkan kamu, tapi kamu tidak mau dengar. Apa kamu tidak bisa duduk saja saat aku meminta?" tanya Damia
"Baiklah, Suster. Aku akan patuh," jawab Angga yang kini menurut dan duduk di dekat suster cantik itu.
"Seperti ini lebih baik," kata Damia
"Tapi, sangat disayangkan jika aku tidak bisa memotret padahal aku membawa kamera," ujar Angga
"Melakukan hobi memang diperbolehkan, tapi jangan sampai berlebihan," ucap Damia
"Memangnya apa yang berlebihan? Bukannya aku sudah meminta izin sebelum mengambil potret kamu?" tanya Angga
"Kamu memang meminta izin, tapi setelah itu kamu langsung menarik aku dan tidak memberi kesempatan untuk aku menolak, lalu juga langsung beri arahan padaku," jelas Damia
"Begitu, rupanya. Mungkin kamu hanya malu saat difoto sama aku. Bagaimana kalau kali ini kita berfoto bersama, kamu dan aku?" tanya Angga
"Apa kamu suka sekali mengambil foto?" tanya balik Damia
"Ya," jawab Angga dengan cepat dan singkat.
"Apa lagi saat ada kamu di dalam foto tersebut," batin Angga
"Baiklah, kali ini saja ... tapi, aku tidak mau difoto seorang diri," kata Damia
"Tentu saja. Kita selfie berdua. Kali ini pakai HP aku saja. Aku juga sudah bawa tongsis," sahut Angga yang memekik senang di dalam hati.
"Kamu niat sekali sampai sudah membawa banyak persiapan," ucap Damia saat melihat Angga mengeluarkan tongkat narsis lipat dari tas yang dibawa oleh lelaki itu.
"Aku hanya ingin melakukan hobi yang aku suka," kata Angga
"Ayo, kita mulai berfoto," kata Angga yang langsung merapatkan diri dengan suster cantik di sampingnya.
..."Harusnya tadi aku tidak setuju dan menolak saja. Kali ini lebih terasa canggung dari pada saat difoto seorang ini karena aku harus berdekatan dengan Angga," batin Damia yang menyesali pilihannya....
Damia tampak merasa canggung, tegang, dan kaku. Sedangkan Angga sangat menikmati saat bisa berfoto bersama suster cantik pujaan hatinya.
"Santai saja, Damia. Tersenyumlah," kata Angga yang langsung menyadari jika suster cantik itu sedang merasa canggung dan tegang.
"Ya, baiklah ... " sahut Damia
Suster cantik itu pun mencoba untuk rileks dengan menarik dan membuang nafas pelan. Lalu, gadis perawat itu tersenyum dan mulai berfoto bersama Angga.
Damia tampak mulai menikmati rasanya berfoto, sedangkan Angga sudah lebih dulu menikmatinya. Keduanya tampak berfoto dengan gembira.
"Sudah cukup. Aku sudah kehabisan gaya," kata Damia sambil tersenyum dan terkekeh kecil.
"Baiklah. Ayo, kita lihat hasil fotonya," sahut Angga
Angga menarik tongkat narsis miliknya untuk mengambil ponsel untuk melihat hasil foto barusan. Keduanya tersenyum saat melihat-lihat hasil foto tersebut.
"Apa kamu mau berfoto lagi, Damia?" tanya Angga
"Tidak mau," jawab Damia menolak.
"Lalu, kamu mau apa? Aku sudsh melakukan hal aku mau, sekarang giliran kamu ... " ujar Angga bertanya.
"Bagaimana kalau kita cari makan saja?" tanya balik Damia
"Baiklah. Aku setuju," jawab Angga
"Kali ini kamu saja yang menentukan tempatnya," kata Damia
"Oke," singkat Angga
Angga pun merapikan barang bawaannya dan menyimpannya ke dalam tas. Namun, saat lelaki itu berdiri, ia bersinggungan dengan seseorang dan ponsel miliknya pun terjatuh.
Angga langsung membungkukkan badannya untuk mengambil ponsel miliknya yang tampak mengalami retak pada layarnya karena terjatuh.
Damia pun menghampiri lelaki itu.
"Maaf, saya tidak sengaja," kata seseorang yang tak sengaja menabrak Angga.
"Yah, layar HP aku retak ... " gumam Angga
"Angga, apa kamu baik-baik saja? Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Damia
"Angga? Damia!" serunya yang mengenali keduanya.
"Maaf, apa Anda mengenal saya? Kita saling kenal?" tanya Damia pada orang tersebut.
Seseorang itu hanya terdiam dan tampak membisu.
"Lalu, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Damia lagi.
"Tidak. Kita baru pertama kali bertemu di sini, tapi aku mengenal kamu dari cerita seseorang," jawabnya
"Oh, apa Anda mengenal Angga? Apa Anda temannya?" tanya Damia
Seseorang itu hanya mengangguk.
"Angga, bangun dulu. Ternyata, dia teman kamu," bisik Damia
"Tapi, HP aku rusak dan mati ... " kata Angga
"Mungkin masih bisa dinyalakan lagi atau diperbaiki nanti. Kamu harus sopan saat ada orang yang mengenal kamu," ujar Damia
Angga pun bangkit berdiri sambil meratapi nasib karena ponsel miliknya yang rusak.
"HP itu sangat penting karena ada foto kamu, Damia. Tapi, sekarang malah rusak karena jatuh," batin Angga
Saat Angga menatap ke arah orang yang tadi menabraknya, orang tersebut tampak menatapnya dengan sendu. Namun, Angga merasa tidak mengenalnya.
.
Bersambung.