Bougenville of Love

Bougenville of Love
73 - Favorit Keluarga.



Saat itu Damia melihat sang ibu memegang amplop rumah sakit miliknya yang isi suratnya sudah dikeluarkan.


"Damia, ini punya kamu, kan?" tanya Ibu Rita


"Iya, Bu. Ibu, sudah baca?" tanya balik Damia


"Jadi, kamu sudah jadi perawat tetap, bukan perawat magang lagi?" tanya Ibu Rita untuk lebih memastikan, bahkan Ibu Rita membaca isi surat pemberitahuan itu sebanyak dua kali.


Damia hanya mengangguk sebagai ganti jawaban untuk pertanyaan sang ibu.


"Apa kamu sengaja menaruh amplop surat rumah sakit di atas meja makan supaya Ibu baca isinya?" tanya Ibu Rita


"Iya, Bu. Aku memang sengaja taruh suratnya di sini supaya aku tidak perlu merasa bingung lagi saat beri tahu dan biar Ibu baca sendiri," jawab Damia


"Lalu, kamu habis dari mana tadi? Belanja? Bukannya bahan makanan di kulkas masih ada?" tanya Ibu Rita saat melihat barang belanjaan yang dibawa oleh sang anak.


"Iya, aku beli sedikit bahan tambahan yang sudah tidak ada di kulkas untuk masak makan malam nanti. Aku mau kita makan makanan favorit keluarga sama bapak juga sebagai perayaan kecil sederhana karena aku sudah jadi perawat kerja tetap di rumah sakit," jelas Damia


"Nanti Ibu bantu aku masak makan malamnya, ya ... " pinta Damia


"Oke. Nanti Ibu bantu," kata Ibu Rita


"Ya sudah. Kalau begitu, Ibu istirahat dan makan dulu. Pasti lelah setelah bekerja. Aku mau istirahat di dalam kamar, ya, Bu," ujar Damia


"Ya sudah, kamu juga istirahat sana ... " sahut Ibu Rita


Damia pun beralih meninggalkan sang ibu dan menuju ke kamarnya.


Begitu masuk ke dalam kamarnya, Damia segera istirahat untuk melemaskan otot-ototnya yang kaku dengan berbaring di atas ranjang dan memejamkan kedua matanya.


...


Mendekati waktu makan malam, sebelum sang ayah pulang dari kerja, Damia sudah mulai bersiap untuk masak makan malam bersama sang ibu.


Saat makan malam sedang dihidangkan, terdengar suara motor yang naik ke halaman rumah. Ayah Dodi telah pulang.


"Sepertinya ayah sudah pulang. Sana, kamu samperin ayah dulu," ujar Ibu Rita


"Ibu saja, deh ... biar aku lanjut urus makan malam di sini dulu," kata Damia


"Ya sudah. Kalau begitu, Ibu ke depan dulu. Kamu hati-hati, ya, itu semua masakannya masih panas," ujar Ibu Rita


"Iya, Bu ... " sahut Damia


Ibu Rita pun beralih meninggalkan dapur menuju ke depan rumah untuk menyambut sang suami yang baru saja pulang setelah bekerja sambil membawa segelas air putih agar sang suami bisa melepas dahaga.


Saat Ayah Dodi melangkah masuk ke dalam rumah, Ibu Rita pun berjalan menghampiri untuk menyambut kedatangan sang suami setelah pulang bekerja.


"Ayah, sudah pulang. Sini, tas kantornya biar Ibu yang bawa, lalu ini air minum buat Ayah. Diminum dulu," ujar Ibu Rita


"Terima kasih," ucap Ayah Dodi yang menyerahkan tas kantornya pada sang istri dan menerima segelas air putih dari sang istri untuk langsung diminum olehnya.


Setelah Ayah Dodi meneguk air putih hingga hampir habis, Ibu Rita pun kembali mengambil alih gelas dari tangan sang suami.


"Damia mana, Bu?" tanya Ayah Dodi


"Damia ada di dapur, lagi menyiapkan makanan untuk makan malam," jawab Ibu Rita


"Ya sudah. Kalau begitu, Ayah mandi dulu sana. Setelah itu kita makan malam bersama," ujar Ibu Rita


"Ya sudah, Ayah mandi dulu ... " sahut Ayah Dodi


Ayah Dodi pun beranjak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Usai mandi dan berpakaian santai ala rumahan dengan rapi, Ayah Dodi langsung beranjak menuju ke meja makan karena ditarik oleh rasa laparnya setelah menghirup aroma sedap dari masakan. Rupanya, di atas meja makan sudah tertata rapi hidangan makan malam yang menggugah selera.


"Wah ... masakan favorit, nih!" seru Ayah Dodi


"Aku sengaja masak makanan favorit keluarga untuk makan malam kita, Ayah," ucap Damia


"Tumben, tidak biasanya seperti ini. Dalam rangka hal baik apa? Kamu masak semua ini sendiri, Damia?" tanya Ayah Dodi


"Damia sudah tidak bekerja magang lagi, Ayah. Sekarang anak kita sudah jadi pekerja tetap menjadi perawat di rumah sakit," ungkap Ibu Rita


"Aku masak semua ini berdua sama Ibu kok, Ayah," kata Damia


"Wah ... selamat, ya. Akhirnya kamu punya pekerjaan tetap dan sudah bisa merasa lega," ucap Ayah Dodi


"Ya. Ibu dan Ayah juga tidak perlu merasa khawatir lagi karena sekarang aku sudah punya pekerjaan tetap dan sekarang aku akan bekerja keras dengan rajin," ujar Damia


"Ayo, sekarang kita makan ... " kata Ibu Rita


Damia, Ibu Rita, dan Ayah Dodi pun duduk bersama untuk makan malam. Menu makanan malam ini adalah masakan Padang. Meski baik, Ibu Rita atau Ayah Dodi bukan orang asli daerah Padang atau Sumatera, dengan Ayah Dodi yang suka mengajak makan di rumah makan Padang membuat masakan khas itu menjadi makanan favorit keluarga. Makanan yang disajikan malam ini adalah ikan asam pedas, gulai kikil, dan sayur daun singkong yang ditambah dengan campuran potongan nangka dan kacang panjang.


"Jadi, bagaimana dengan pekerjaan kamu di rumah sakit? Apa ada masalah? Sulit atau sibuk?" tanya Ayah Dodi


"Tidak ada pekerjaan yang benar-benar mudah dan pasti ada kesulitannya masing-masing, tapi sejauh ini selalu lancar karena aku juga tidak sendiri," jawab Damia


"Kalau hubungan kamu dengan sesama rekan kerja, bagaimana?" tanya Ibu Rita


"Cukup baik kok, Bu. Meski pun, kami semua tidak dekat setidaknya kami tidak saling bermusuhan," jawab Damia


"Ayah kira kalau sedang ada kabar baik seperti ini, kamu akan merayakan di luar sama teman atau pacar," kata Ayah Dodi


"Aku sudah janji akan makan-makan bersama teman kerja setelah terima gaji nanti, lalu kalau sama pacar ... kami sudah janji akan bertemu saat aku libur nanti. Jadi, kami akan menunggu sampai saat itu tiba saja. Sepertinya progres skripsinya Angga memang sedang tahap yang sulit atau sibuk," ucap Damia


Damia meneruskan makan malamnya bersama kedua orangtuanya. Ketiganya pun melanjutkan makan sambil mengobrol.


•••


Beberapa hari kemudian.


Hari ini adalah bertepatan pada hari libur kerja Damia yang artinya merupakan hari janjian suster cantik itu dengan sang kekasih.


Saat ini Damia sedang bersiap dengan memilih pakaian untuk dikenakan saat pergi. Setelah menemukan setelan yang cocok, Damia pun segera berganti pakaian. Setelah rapi, suster cantik itu memandangi pantulan bayangan dirinya di dalam cermin. Sambil tersenyum, Damia pun duduk di kursi kecil di depan meja rias. Ia pun merias wajahnya dengan make-up natural sebatas polesan bedak dan pelembab bibir.


Lalu, Damia beranjak menyiapkan barang miliknya dan memasukkannya ke dalam tas wanita yang akan dibawa olehnya nanti.


.


Bersambung.